
Temmy mendekati meja Ryan dan duduk di depan meja , Ryan masih menatap layar laptopnya
"Hey Pak direktur," ,ucap Temmy sedikit keras
"Hah" ucap Ryan kaget dan segera menutup layar Laptopnya
"Hah Heh Hah ,, Ruangan elu udah siap Bapak Direktur yang terhormat" ucap Temmy
"Oh udah siap , ayo pindahan" ucap Ryan
"Elu ajah, gue engga , gue mau tunjukin ruangan elu doang" ucap Temmy
"Ah lu ga ada hormat hormatnya sama gue" ucap Ryan menepuk pundak Temmy
Mereka berdua pergi meninggalkan ruangan manager dan naik lift ke lantai atas di sana ada beberapa ruangan jajaran direktur dan satu resepsionis juga pantry , ruangan Presdir juga ada di sana.
"Silahkan Pak Direktur" ucap Temmy sambil membuka handle pintu ruangan baru Ryan
Ryan masuk ke ruangan yang besar , kemudian melihat lihat disana ada kursi dan meja juga ada set sofa kemudian ada ruangan pribadi di lengkapi kamar mandi juga.
"Apa ada yang mau di rubah Pak Ryan?" tanya Pak Presdir
"Ah tidak perlu pak, ini sudah lebih dari cukup" ucap Ryan
"Malam ini saya ingin mengajak pak Ryan makan malam dengan putri saya" ucap Pak Presdir
"Apa bapak punya maksud lain terhadap saya , sehingga saya di sini bisa dengan cepat menduduki kursi ini" ucap Ryan ketika Pak Presdir menawarkan makan malam dengan putrinya
"Hahaha tidak tidak, ini prestasi kamu selama bekerja di sini , tidak ada hubungannya dengan anak saya" ucap Pak Presdir lagi
__ADS_1
"Kalau bapak ada maksud yang lain, saya dengan senang hati mengundurkan diri dari sini" ucap Ryan lagi
"Oh jangan seperti itu Ryan , kamu di promosikan karena memang kamu layak" ucap Pak Presdir
"Maaf pak , di Indonesia saya memiliki calon Istri jadi saya tidak bisa berkenalan dengan wanita lain, saya sangat mencintai calon istri saya" ucap Ryan
"Oh begitu ya , hanya makan malam saja" ucap pak Presdir lagi
"Maaf pak, saya tidak bisa karena saya tidak ingin memberikan harapan pada anak bapak atau wanita lainnya" ucap Ryan tegas
"Saya juga hendak ijin cuti sebulan untuk kembali ke kampung halaman saya dan bekerja secara virtual dari sana selama dua bulan nanti , saya yakin tidak mengurangi kinerja saya meskipun saya tidak disini" ucap Ryan
"Tentu boleh , Tiga tahun terakhir ini cuti mu tidak pernah di ambil serahkan pengajuan cuti mu ke ruanganku akan saya tanda tangani" ucap Pak Presdir
Pak Presdir meninggalkan ruangan Ryan , Begitu juga Ryan setelah kepergian Pak Presdir ia kembali keruangan manager untuk membenahi mejanya.
Sore hari Ryan selesai berbenah malam ini ia berniat menginap di kantor karena terlalu lelah setelah melakukan pindahan , Ryan kembali duduk di kursi kebesarannya ia membuat surat cuti yang akan di ajukan pada Pak Presdir juga bagian personalia.
Tok tok tok
"Masuk" ucap Pak Presdir dari dalam ruangan
"Permisi pak , saya hendak mengajukan cuti" ucap Ryan sambil menyodorkan kertas di tangannya di meja pak Presdir
Pak presdir tanpa sepatah katapun menandatangani surat cuti itu, bagaimanapun ia sedikit kecewa karena niat menjodohkan Ryan dengan putrinya pupus begitu saja.
"Terimakasih Pak Presdir" ucap Ryan kemudian meninggalkan ruangan
"Meysha i am coming" gumam Ryan
__ADS_1
...****************...
"Aduh capek banget mbok" ucap Meysha setelah kembali dari acara pelantikan
Mbok Ijah siap sedia memijit kaki Meysha hanya saja hari itu mbok ijah tidak se cerewet biasanya
"Uhuk uhuk uhuk"
"Mbok sakit?"
"Iya non , Mbok tidak enak badan"
"Ayo ke rumah sakit mbok, sepertinya mbok lemas sekali"
"Iya non, kalo Mbok sudah gak ada non Meysha harus cari suami ya , biar bisa nemenin non Meysha mendengarkan keluh kesah non Meysha"
"Udah mbok jangan berfikir macam macam ayo kita ke rumah sakit"
Meysha menuntun Mbok ijah dengan tergopoh-gopoh , sampai di loby Mbok ijah terjatuh ia sudah tidak kuat , badannya panas dan juga menggigil Meysha dengan sekuat hati membangukan mbok ijah.
Pak hadi yang melihat itu kemudian lari menghampiri Meysha
"Kenapa si Mbok non?" tanya Pak Hadi
"Si mbok sakit pak, Pak hadi tolong saya" ucap Meysha saat bertemu dengan orang yang sangat ia ingin temui
Pak hadi langsung menggendong mbok ijah, Meysha langsung membukakan pintu untuk pak hadi dan juga si mbok, pa hadi mengambil alih setir Meysha, Meysha duduk di sebelah Mbok ijah.
"Mbok bertahan ya" ucap Meysha sambil mengelap keringat si mbok yang dingin
__ADS_1
"Maaf Mbok gak bisa nemenin non Meysha lagi" ucap Mbok Ijah dengan terbata
"Jangan bilang begitu mbok, kita akan segera sampai di rumah sakit."