Rumah Untuk Meysha S2

Rumah Untuk Meysha S2
Delapan


__ADS_3

Jangan bilang begitu mbok, kita akan segera sampai di rumah sakit." ucap Meysha


Beberapa saat kemudian mobil Meysha sampai di depan UGD disana sudah siap siaga karena sudah di hubungi Meysha lebih dulu, kemudian petugas memapah dan membaringkan Mbok Ijah kemudian mendorongnya memasuki ruang tindakan.


Meysha menunggu di luar ruangan dengan cemas, tidak lama setelah parkir Pak hadi datang dan duduk di samping Meysha, ia tidak tahu apa yang harus di lakukan, ia ingin sekali memanggil anaknya untuk menemani dan memeluknya.


Akhirnya Pak hadi pun menghubungi Ryan


Tuuut tuuuut tuut


Tidak lama Ryan mengangkat telfonnya,


"Ada apa yah?" tanya Ryan , Ryan baru sampai di bandara Indonesia ia baru saja mendarat setelah penerbangan yang hampir memakan waktu beberapa jam


"Kapan pulang?" tanya Pak hadi lagi


"Ryan belum bisa pulang Ayah" ucap Ryan berniat membuat kejutan untuk ayahnya


"Pak hadi, Meysha akan mengurus ke bagian admin dulu minta tolong jagain si mbok ya" suara Meysha dari balik telpon membuat jantung Ryan berdegup kencang itu adalah suara Meysha


Setelah Meysha pergi pak hadi melanjutkan lagi telfonnya


"Ryan" ucap Pak hadi


"Ayah lagi sama meysha? dokumen apa yang sedang di urus Meysha?" tanya Ryan

__ADS_1


"Sudahlah bapak bisa mengatasinya, kamu baik baik di sana" ucap Pak hadi hendak memutuskan panggilan telepon


"Ayaah stop, Ryan sudah ada di Indonesia , Ayah sama meysha sedang dimana?" ucap Ryan


"Kamu sudah disini , kenapa tidak mengabari?" tanya Pak hadi


"Tadi rencananya mau bikin kejutan buat ayah, tapi ternyata Ryan yang terkejut, sekarang ayah dimana akau kesana kirimin lokasinya" ucap Ryan sambil keluar bandara mencari supir mobil yang ia sewa untuk membawakan mobilnya ke bandara.


Pak hadi mengirim lokasi nya , kemudian beberapa lama dokter yang merawat Mbok Ijah keluar dari ruangan.


"Bagaimana dok" tanya Meysha sambil berlari menghampiri dokter setelah mengurus dokumen yang di butuhkan


"Maaf non, nyawa pasien tidak bisa kami selamatkan darah tinggi dan gula sudah di luar kendali" ucap Dokter


Meysha terduduk lemas


"Baik dok" ucap Pak hadi


Pak hadi melihat Meysha terduduk sambil menangis ia tidak tahu apa yang harus di lakukan, hal yang di harapkan anaknya segera datang.


"Sabar non" ucap Pak hadi sambil menepuk pundak Meysha


"Si mbok adalah keluarga Meysha satu satunya,pak" ucap Meysha


"Tidak nak ada seseorang yang sangat mencintaimu" ucap Pak hadi yang hanya bisa berjongkok di samping Meysha

__ADS_1


Tidak lama Ryan sampai di UGD , ia langsung mencari dimana keberadaan meysha, sampai kemudian ia melihat Meysha yang tengah terduduk dan menangis di sampingnya ada ayahnya yang setia menemani Meysha , Ryan berlari menghampiri Meysha dan menepuk pundak Meysha dari belakang , Meysha mengenal tangan itu tanpa di beri aba aba dan tanpa melihat wajahnya ia langsung berbalik memeluk Ryan dan kembali menangis.


Pelukan itu terasa hangat dan nyaman oleh Meysha entahlah pelukan siapa yang di inginkannya adal bersandar dulu.


"Ayah urus pemakamannya dulu , kamu tenangkan non Meysha" ucap Pak hadi yang melihat Meysha merasa aman di pelukan anaknya, Ryan hanya mengangguk


Setelah lama menangis Meysha terlelap dengan nyenyak di pelukan Ryan ,


Karena Jenazah akan keluar, Ryan menggendong Meysha keluar menuju mobilnya yang masih terparkir di depan UGD.


Pak hadi mengambil mobil Meysha dan membawanya mengikuti jenazah si Mbok yang di antarkan oleh Ambulance.


Suara ambulan membangunkan Meysha, ia menengok ke arah supir bukan pak hadi , ia kembali memejamkan matanya mencoba mengingat apa yang terjadi, ia masih mendengar lelaki ini memanggil pak hadi dengan sebutan Ayah.


"Ya dia adalah anak pak hadi kenapa aku merasa begitu dekat dengannya bahkan aku dengan tidak malu memeluknya dan dia juga tidak canggung memelukku" gumam Meysha


"Sudah bangun?" tanya Ryan


"Siapa kamu, kenapa aku bisa disini Pak hadi dan si Mbok mana?" tanya Meysha


"Pak hadi membawa mobilmu , tuh persis di depan kita dan ambulan di depan itu membawa si mbok" ucap Ryan


"Ternyata aku tidak bermimpi, aku yang tidak memperhatikan si mbok dan sibuk bekerja tidak tahu kalau mbok sakit" ucap Meysha


"Jodoh, Mati , Rejeki sudah ada yang ngatur dan pasti akan datang, seperti kita yang di pertemukan disini" ucap Ryan menenangkan Meysha

__ADS_1


Ucapan Ryan seperti angin yang segar tedengar oleh Meysha, ia tidak sesedih tadi malah ia ingin tersenyum sekarang mengingat ia memeluk erat laki laki yang tidak di kenalnya


"Mau menangis lagi? menangislah" ucap Ryan yang hanya di jawab gelengan oleh Meysha


__ADS_2