
"Nikahkan Lily dengan Jonathan" ucap Ayah Jiao yang di tinggal pergi oleh Ibu Fang
"Sayang , Ibu boleh masuk?" tanya Ibu Fang
"Masuk bu" ucap Jonathan
"Kamu baik baik saja?" tanya Ibu Fang
"Aku tidak baik baik saja bu, aku sakit"
"Kamu Menikahlah dengan Lily"
"Lily yang menyebabkan Meysha pergi"
"Bagaimana pun kamu menerima dia , dia kekasih kecilmu"
"Tapi aku mencintai Meysha"
"Meysha sudah pergi, kamu bisa mencoba dengan Lily dan memiliki anak anak cantik seperti Rany dan Ryna" ucap Ibu Fang
"Ibu masih menyayangi mereka kan?" ucap Jonathan
"Ibu selalu berharap yang terbaik untuk mereka" ucap Ibu Fang
"Tapi ibu juga tidak akan membiarkan mu sendiri tanpa seseorang di usiamu yang sudah tidak muda lagi, kamu harus segera punya pendamping" ucap Ibu Fang lagi
"Bu , tolong jangan fikirkan ini dulu , ijinkan aku berusaha mencari Meysha dulu" ucap Jonathan
"Baiklah ibu tidak akan memaksa lagi , ibu tahu kamu mencintai Meysha, tapi jangan jadikan ini alasan kamu tidak menikah" ucap Ibu Fang
"Wanita pertama yang kamu cintai adalah Lily , kemudian Meysha datang menutup semua luka yang ada di hatimu , dan sekarang Lily datang lagi Meminta kesempatan padamu tidak masalah jika kamu memberikan dia kesempatan" ucap Ibu Fang lagi.
"Aku akan Fikirkan lagi bu, aku akan istirahat" ucap Jonathan
"Baiklah ibu keluar" ucap Ibu Fang.
...****************...
Meysha dan Rombongan sudah berada di sebuah Restoran kecil , Lee lee dan We wei pun tengah bermain dengan si kecil tinggal menunggu Meysha dan Ha Joon setelah bergantian menjaga Ryna dan Rany.
"Ibu Meysha asli orang mana, seperti nya bukan orang sini juga" ucap Ha Joon
"Iya saya orang Indonesia" ucap Meysha
__ADS_1
"Apa masih ada saudara dengan keluarga Jiao?" tanya Ha Joon, ia sangat penasaran siapa sebenarnya majikannya ini.
"Bukan , aku hanya orang lain dan mereka adalah keluarga yang sangat dermawan, dia membantu orang tanpa menanyakan apa apa tentang status ku" ucap Meysha mengingat pertama kalinya masuk ke keluarga Jiao
"Iya mereka sungguh dermawan" ucap Ha Joon
"Malam itu aku datang dengan keadaan yang sangat menyedihkan , meninggalkan Ayah bayi untuk saudaraku, tapi tidak ada canggung mereka memeluk dan memperhatikan aku" ucap Meysha
"Karena mereka yakin kamu orang baik" ucap Ha Joon
"Entahlah , meskipun aku menolak bantuan mereka , mereka tetap memberikan aku kasih sayang" ucap Meysha yang hanya di jawab anggukan oleh Ha Joon
"Aduh aku jadi Curhat" ucap Meysha
"Tidak apa apa , tugasku adalah menjagamu tidak masalah jika aku menjadi teman curhat Ibu Meysha" ucap Ha Joon
"Teman Curhat? iya aku belum pernah ada teman curhat pada Jonathan pun aku tidak bisa berkata jujur, karena jika jujur menyakiti hati orang lain aku lebih baik diam" ucap Meysha
"Iya , Ibu bisa percaya padaku" ucap Ha Joon
Meysha dan Ha Joon menuju mobil dan mengundang We wei dan Lee lee untuk melanjutkan perjalanan.
"Sudah siap semua?" tanya Ha Joon
Mobil Ha Joon melaju dengan kecepatan sedang menuju lokasi yang di tuju oleh Meysha, melewati kota yang ramai dan melewati pesawahan dan perkebunan di sisi jalannya , kemudian terus masuk ke pelosok-pelosok desa itu .
Sampai di tempat tujuan , Rumah ber pagar besar dengan wanita paruh baya menyambut di depan rumah itu .
"Dengan Ibu Meysha?" tanya Ibu Dokter Ha na
"Iya bu , dengan Ibunda Dokter Ha na?" tanya Meysha kembali
"Iya silahkan masuk" ucap Ibu Dokter Ha na
"Terimakasih bu" ucap Meysha
Meysha dan Rombongan pun masuk ke dalam rumah , orang di rumah itu pun sangat santun menyambut meysha.
"Jauh ya?" tanya Ibu Dokter Ha na
"Iya lumayan bu" ucap Meysha
"Istirahat dulu sebentar baru pergi melihat Rumah nya" ucap Ibu Dokter Ha na
__ADS_1
"Kami sudah istirahat tadi bu , kami ingin melihat Rumah nya saja , dan melakukan transaksi" ucap Meysha
"Baiklah ayo" ucap Ibu Dokter Ha na sambil berdiri menunjukkan jalan.
Mereka berjalan menuju beberapa rumah dari rumah itu, tibalah di depan rumah kecil tapi sangat rapih dan asri di depannya terbentang tanah kosong di depan jalan , karena lokasi Rumah yang lebih masuk dari badan jalan.
"Bu kalau kebutuhan sehari hari kita bisa dapatkan dimana?" tanya Ha Joon yang dari tadi memperhatikan tidak ada mini market atau warung kecil.
"Iya di pasar , jauh dari sini harusnya tadi kalian melewati pasar" ucap Ibu Dokter Ha na
"Tanah kosong ini punya siapa?" tanya Meysha ketika melewati tanah yang lumayan besar di depan rumah itu.
"Ini taman rumah ini juga tapi belum sempat di bangun" ucap Ibu Dokter Ha na.
"Apa boleh kami bikin mini market disini?" tanya Meysha
"Tentu saja boleh , disini ramai penduduk tapi karena terpencil mungkin belum ada yang berniat membangun mini market disini" ucap Ibu Dokter Ha na
"Tapi disini sangat tenang , dan masih asri tidak seperti di kota" ucap Ha Joon
"Iya tentu" ucap Ibu Dokter Ha na
Ibu dokter ha na membuka pintu rumah , semua orang mengikutinya masuk
"Wah besar juga , padahal depannya seperti kecil" ucap We wei
"Besar kok , bisa di tinggali kalian semua" ucap Ibu Dokter Ha na
"Mengenai Mini market , tolong bantu saya mencarikan orang untuk membangun nya" ucap Meysha setelah bernegosiasi harga jual rumah dan tanah kosong itu.
"Baiklah silahkan kalian beristirahat dulu , nanti sore saya akan mengantar orangnya untuk menemui mu" ucap Ibu Dokter Ha na
"Iya bu terimakasih banyak" ucap Meysha
"Iya kalian ber istirahat lah"
Bersambung
Jangan lupa like dan komen .. biar Author semangat ,
terimakasih
Happy reading...
__ADS_1