
"Lakukan sebaik mungkin dan jangan meninggalkan jejak dan buat semua identitas lama tidak bisa di lacak siapa pun" ucap Randy pada Asistennya
...****************...
Mentari pagi menyambut hari ini dengan hangat
Meysha sudah bersiap pergi ke kantor, dan sudah di tunggu Ryan di depan apartemen
"Silahkan masuk tuan putri ku" ucap Ryan sambil membuka pintu mobil untuk Meysha
"Terimakasih" ucap Meysha
Merekapun melajukan mobil menuju kantor Meysha
"Apa tidurmu nyenyak tadi malam?" tanya Ryan sambil membelai lembut rambut Meysha
Meysha memegang tangan Ryan dan menciumnya "Sangat nyenyak" ucap Meysha
Ryan tersenyum pada Meysha begitupun Meysha , ia harus menutupi kesedihan hatinya.
Mobil Ryan berhenti di cafe depan kantor Meysha, mereka akan sarapan dulu
"Kapan kita ke butik?" tanya Ryan
"Jangan terburu buru" ucap Meysha sambil mengaduk kopinya
"Jangan mengaduknya terus , nanti kamu tidak bisa meminumnya karena ampasnya tidak turun" ucap Ryan
"Kan aku sudah bilang , aku tidak mau buru buru aku masih mau memandang wajahmu" ucap Meysha
Seketika wajah Ryan berubah semerah tomat , ia tidak tau apa yang ada dalam hati Meysha perasaan yang begitu sedih yang ia harus tutupi.
Meysha menarik dasi Ryan dan mencium bibir Ryan, awalnya Ryan yang kaget hanya diam setelah Meysha menciumnya lama ia kemudian membalas ciuman Meysha.
Setelah lama mereka bermain dengan nafas yang memburu , mereka baru ingat mereka sedang berada dimana.
"hahaha hahaha hahaha" tawa mereka di cafe yang masih sepi itu , mereka melirik sekeliling dan saling menatap, Meysha ingin waktu berhenti saat itu saat dimana ia bisa tertawa dengan orang yang di cintai nya itu.
__ADS_1
"Apa kita perlu balik ke apartemen lagi?" tanya Ryan
"Ngapain?" tanya Meysha
"Melanjutkan" ucap Ryan
"Hehehe Jangan terburu-buru sayang, hari ini aku harus meeting dengan klien ku" ucap Meysha
"Ok aku menunggu" ucap Ryan
Setelah selesai sarapan manis Ryan kembali ke rumah dan Meysha masuk ke dalam ruangan nya terlihat kak shinta menunggunya.
"Hai Meysha sayang , apa kabar?"
"Ada apa kakak kesini"
"Kakak ingin menemui adik kakak dong"
"Kenapa harus ada yang aku bayar untuk kasih sayangmu kak"
"Apa yang kakak inginkan"
"Kakak ingin kamu meninggalkan Ryan untuk Tania, dan kamu akan mendapatkan kasih sayang dari keluarga satu satunya ya kakakmu ini"
"Aku akan meninggalkan Ryan, tapi bukan untuk Tania ataupun kakak tapi untuk diriku sendiri"
"Bukannya kamu menginginkan keluarga?"
"Aku ingin keluarga yang tulus, bukan untuk keluarga yang selalu mengharapkan balasan"
"Terserah apa katamu"
"Tapi aku butuh waktu, Ryan akan curiga jika aku tiba tiba meminta mengakhiri hubungan"
"Ya kakak tunggu"
"Aku hanya mengakhiri hubungan saja , aku tidak akan mengenalkan Ryan pada Tania , Tania harus merebut hati Ryan sendiri"
__ADS_1
"Tania memang tidak lebih cantik darimu, tapi dia pasti bisa mendapatkan hati Ryan mu itu, dalam tiga hari ini kamu harus putus dengan dia"
Setelah kepergian Kak Shinta , Meysha memegang kepalanya ia pusing alasan apa yang ia harus berikan untuk meninggalkan Ryan.
Meysha memanggil asistennya , ya via bekerja dengan Meysha setelah ayah via meninggal dan meninggalkan banyak hutang, meysha yang menyelamatkan nya yang hampir saja di nikahi aki aki rentenir.
"Iya mey"
"Via, tolong bantu aku urus semua aset perusahaan dan hartaku buat seolah ku jual dan di beli oleh seseorang yang berbeda, padahal sebenarnya masih atas namaku"
"Apa yang terjadi, mey"
Meysha menceritakan semua nya sampai meminta bantuan Randy untuk identitas barunya
"Apa sampai perlu seperti itu"
"Bagaimana lagi Via, aku tidak bisa jika melihat orang yang aku cintai bahagia dengan yang lain dan aku juga tidak ingin tinggal bersama keluarga yang selalu menginginkan balasan untuk kasih sayangnya"
"Baiklah akan aku lakukan sesuai keinginan mu"
"Terimakasih Via"
"Tapi datang dan hubungi aku apabila memerlukan bantuan ku"
"Oke Via Terima kasih, aku akan keluar mungkin aku tidak kembali hari ini" ucap Meysha
Meysha meninggalkan kantor dan melajukan mobilnya menuju pemakaman si Mbok.
Ryan yang tengah bersantai mengecek pekerjaan nya melihat mobil Meysha melintas ia pun segera bergegas mengejar nya
Di depan pusara si Mbok
"Mbok ini mungkin kunjungan terakhir Meysha, Kembali Meysha harus pergi mbok ," ucap Meysha mengecilkan suaranya ketika menyadari ada langkah mendekat
"Mbok Meysha kangen pengen main lagi bareng si mbok , pengen makan masakan mbok lagi" ucap Meysha sedikit mengeraskan suaranya agar tidak membuat Ryan curiga.
"Mbok dia adalah orang yang aku cinta , tapi aku harus meninggalkan nya mbok, Meysha sakit . dan entah kenapa Meysha rasa hanya dia satu satunya orang yang Meysha cintai, maafkan tindakan bodoh Meysha mbok"
__ADS_1