
"Ha Joon" ucap Wanita di balik telepon
"Iya" jawab Ha Joon
"Kapan kamu kembali?" ucap Wanita di balik telepon Ha Joon
"Setelah membujuknya menjadi pengantin ku , Ma" ucap Ha joon
"Apa kamu sudah menemukan cintamu?" ucap Wanita di Balik telepon
"Sudah , tapi Mama pasti terkejut dengan pilihan ku" ucap Ha Joon
"Apapun pilihanmu , mama tidak keberatan" ucap Wanita di balik telepon yang adalah Mama Ha Joon yaitu Mama Ha Yoon
"Benar kah?" ucap Ha Joon menggoda ibunya.
"Apa gadis itu sudah memiliki anak?" ucap Mama Ha Yoon
"Tepat sekali" ucap Ha Joon
"Jangan macam macam , bagaimana keadaan mantan suaminya?" tanya Mama Ha Yoon
"Dia belum pernah menikah, tapi dia mempunyai anak" ucap Ha Joon terus terang.
"Apa tidak ada wanita lain ?" ucap Mama Ha Yoon
"Banyak , tapi hanya dia yang membuatku jatuh cinta" ucap Ha Joon
"Hmmm terserah kamu , yang penting jaga dan sayangi dia dan anaknya" ucap Ha Yoon
"Anak anaknya" tegas Ha Joon
"Hah kamu jatuh cinta dengan wanita yang belum pernah menikah tapi memiliki dua anak?" ucap Ha Yoon hampir jantungan mendengar perkataan anaknya.
"Mereka kembar Ma" ucap Ha Joon
"Apa mereka Lucu?" ucap Mama Ha Yoon berubah antusias saat mendengar kata kembar.
"Lucu banget Ma" ucap Ha Joon
"Segera bawa pulang , dan kamu urusi perusahaan mama sudah pusing menghadapi si tua itu" ucap Ha Yoon
"Sabar sebentar lagi ma" ucap Ha Joon
"Baiklah , kamu istirahat"ucap Ha Yoon
"Iya , Mama juga jaga kesehatan" ucap Ha Joon
__ADS_1
"Iya" ucap Ha Yoon kemudian menutup teleponnya
...****************...
Senja kembali menyapa dunia dengan sinar hangatnya, pagi sekali Pak Jiang sudah ke rumah Meysha.
"Permisi" ucap Pak Jiang
"Iya" ucap We wei dari dalam rumah
"Oh pak Jiang ya , silahkan masuk" ucap We wei
"Maaf mengganggu pagi pagi, saya ingin menyerahkan rincian biaya untuk pembangunannya" ucap Pak Jiang
"Baik pak, sebentar Saya panggil Ibu dulu" ucap We wei
"Iya bu" ucap Pak Jiang , Pak Jiang memandangi sekeliling rumah
"Pagi pak Jiang" ucap Meysha
"Pagi bu" ucap Pak Jiang
"Oh iya , silahkan duduk" ucap Meysha
"Ini bu perincian nya" ucap Pak Jiang
"Ini pekerja nya tidak terlalu banyak ya?" tanya Meysha yang melihat proposal itu
"Oh oke" ucap Meysha
"Apa anda tidak percaya pada saya?" tanya Pak Jiang
"Saya percaya saya hanya bertanya" ucap Meysha "Lalu kapan pengerjaan nya akan di lakukan?" tanya Meysha kembali
"Tunggu dananya dapat kemudian membelanjakan bahan bangunan , minggu depan sudah bisa mulai pembangunan pondasi segala macam" ucap Pak Jiang
"Baik saya akan membayar semua nya di muka ," ucap Meysha mengeluarkan uang cash puluhan milyar dan menyerahkan nya pada Pak Jiang ,
Awalnya anggaran pekerja tidak sebesar itu dan hanya setengahnya sehingga Meysha bisa menyisihkan untuk berbelanja kebutuhan mini market nya , tapi karena perincian biaya pekerja yang dua kali bahkan tiga kali lebih tinggi membuat Meysha merogoh lebih dalam sakunya.
"Baiklah tidak apa , aku akan menjual rumahku di kota untuk kebutuhan mini market" gumam Meysha
Pak Jiang pun pamit pulang kepada Meysha untuk mengurusi masalah bahan bangunan.
Sudah Dua hari sejak Meysha menyerahkan uangnya pada Pak Jiang , tidak ada satu pun bahan bangunan yang sampai , Meysha sangat khawatir mengenai ini.
"Ha Joon , jaga anak anak dulu , aku akan ke rumah Ibu Dokter Ha na" ucap Meysha yang di Jawab anggukan oleh lelaki itu
__ADS_1
"Baiklah positif Meysha positif , ayo berfikir positif" ucap Meysha sambil terus berjalan menuju Rumah Ibu Dokter Ha na.
"Permisi" ucap Meysha
"Iya nak Meysha" ucap Ibu Dokter Ha na dari dalam rumah
"Bu , apa ada kontak Pak Jiang?" tanya Meysha
"Kenapa nak?" tanya Ibu Dokter Ha na
"Tidak apa bu , aku hanya ingin bertanya kapan proyek mini market ku akan mulai di bangun" ucap Meysha
"Baik kita ke rumah nya saja , Ibu juga gak punya kontaknya" ucap Ibu Dokter Ha na
Mereka pun berjalan kaki menyusuri jalan setapak yang ada di kampung itu .
Terlihat suasana sepi di rumah Pak Jiang pintu yang terkunci dan lampu yang gelap , seorang laki laki melewati rumah itu dan melihat Meysha dan Ibu Dokter Ha na sedang berdiri di rumah yang seperti nya kosong itu.
"Orang nya tidak ada bu" ucap Laki laki paruh baya itu.
"Kemana ya?" tanya Meysha
"Entahlah , dua hari kemarin pagi pagi sekali pergi bersama anak dan istrinya" ucap Laki laki itu
Seketika Meysha terjatuh
"Aduh Meysha , kenapa nak , pak tolong pak" ucap Ibu Dokter Ha na panik Meysha jatuh pingsan mendengar perkataan laki laki itu.
Semua warga membantu Meysha membawa nya pulang , Ha Joon terkejut karena Meysha pulang dengan di gotong banyak orang, begitu juga we wei dan lee lee , lee lee langsung mengambil air hangat sedang Ha Joon berlari dan menggendong Meysha dan menidurkannya di sofa depan , Ibu Dokter Ha na memberikan minyak kayu putih pada hidung Meysha.
"Kenapa Bu?" tanya Ha Joon , memang sedari pagi Meysha terlihat panik tapi ia tidak menyangka jika sampai seperti ini.
"Tidak tahu , ia langsung jatuh ketika mendengar Pak Jiang pergi dari rumah" ucap Ibu Dokter Ha na.
Seketika Ha Joon terduduk , penyebab Meysha pingsan memang sangat mengejutkan.
Meysha perlahan membuka matanya ia melihat Ha Joon dan segera memeluknya, Ha Joon menepuk nepuk pundak Meysha
"Aku tertipu" ucap Meysha
"Iya aku tahu" ucap Ha Joon
"Uangku Ha Joon" ucap Meysha
"Iya iya sudah sudah ikhlaskan" ucap Ha Joon
"Ha Joon puluhan Milyar bukan uang yang sedikit aku menguras tabunganku untuk ini" ucap Meysha
__ADS_1
Semua orang kaget mendengar perkataan Meysha , karena Pak Jiang bukan tokoh kecil di masyarakat itu, banyak yang memanfaatkan jasanya. tapi tidak mengira ia membawa lari uang sampai puluhan milyar.
"Ahh ohh Ha Joon aku masih belum menerima ini"