
"Jangan salahkan aku" ucap Ryan hendak mencium bibir Meysha
Tiba tiba Meysha membuka matanya , ia melihat Ryan dekat sekali, melihat meysha membuka mata Ryan menatap meysha mereka pun saling menatap.
"kenapa Tanganku ada di lehernya, dasar meysha mesum" gerutu Meysha dalam hati
Meysha menatap Ryan dengan tatapan penuh tanya, Ryan pun menatap meysha sambil mengangkat alisnya , seakan mereka mengobrol menggunakan bahasa isyarat.
"Ok Meysha cepat berfikir jangan sampai disini kamu yang jadi tersangka , ahaaa aku punya ide" ucap Meysha
Meysha memejamkan matanya berpura pura tidur kemudian menarik kencang leher Ryan dan kakinya menyilangkan ke badan Ryan sehingga membuat Ryan jatuh ke sebelah Meysha , Ryan yang tidak ingin menimpa badan meysha mendorong badannya sehingga sempurnalah ia tidur di samping dan berhadapan dengan meysha.
Ryan pun melihat meysha yang pura pura tertidur itu , menyusuri wajah cantik meysha dengan telunjuknya mulai dari dahi , hidung , bibir , dagu sampai leher , Meysha menelan saliva nya menahan rasa yang menjalar ketika jari itu berada di lehernya , Rasa yang belum pernah ia rasakan, Tetapi ia malu jika harus mengakui kalau dia menikmati nya , kemudian Ryan melanjutkannya turun ke dada Meysha, merasa tidak tahan meysha menangkap jari Ryan , dan membuka matanya.
"Nakal" ucap Meysha
"Siapa yang menggoda ku lebih dulu" ucap Ryan tersenyum, Meysha merasakan sesuatu yang keras di kakinya kemudian menjauhkan kakinya itu
"Apa orang orang itu sudah pergi?" tanya Meysha mengalihkan pembicaraan
"Sudah" ucap Ryan sambil mempermainkan rambut Meysha
Meysha mendekatkan dirinya pada dada bidang laki laki di depannya , yang di sambut pelukan hangat oleh Ryan.
__ADS_1
"Aku mengantuk" ucap Meysha semakin membenamkan wajahnya di dada Ryan , Ryan pun kembali mengeratkan pelukannya
Mereka pun terlelap sampai matahari hampir terbenam
Meysha terbangun dan segera beranjak menuju dapur , sekarang lapar melandanya.
"Hmm masak apa ya buat calon suami??" gumam Meysha sambil melihat isi kulkas
"Hmm kalo ada si Mbok aku tinggal bilang langsung terwujud tinggal makan , Si Mbok maafkan meysha yang selalu ngerepotin mbok terus yaa" ucap Meysha berbicara sendiri
"Bahan bahan sudah pada habis , mau minta antar calon ah , sekarang masak sup aja" ucap Meysha masih dalam pikiran nya sendiri
Meysha pun memulainya , merebus daging sambil menunggu meysha pun menyiapkan mangkuk dan mengambil telur untuk di bikin Telur dadar kemudian ia memanaskan wajan setelah minyak panas telur yang tadi di siapkan di masukan ke wajan yang sudah panas itu , kemudian melanjutkan memotong sayuran tanpa mengecilkan apinya.
Tercium bau gosong , Meysha ingat dia sedang membuat telur dadar , ketika di balik sudah gosong , kemudian ia mencobanya lagi kembali gosong lagi akhirnya ia memutuskan untuk tidak bikin telur dadar karena stok telurnya tinggal dua saja sayang jika harus di buat lagi.
Ryan membuka matanya dan meraba samping tempat tidur , ia tidak menemukan Meysha kemudian ia bangun dan segera mencari Meysha.
"Meysha" ucap Ryan setelah keluar dari kamar meysha
Kemudian ia mencium bau masakan dari dapur , Ryan langsung menuju dapur ia melihat meysha tengah asik memasak.
Ryan memeluk Meysha dari belakang dan menyandarkan dagunya pada pundak Meysha
__ADS_1
"Masak apa Calon istri ku?" ucap Ryan
"Yang ada di kulkas aja , aku masak sop daging sapi" ucap Meysha
"Ini adalah pertama kalinya aku mencoba masakanmu, dan ini juga aku baru tahu kamu bisa masak" ucap Ryan
"Ini juga pertama kalinya aku memasak sendiri" ucap Meysha
"Enak engga ?" tanya Ryan
"Kalo enggak enak juga harus di makan" ucap Meysha
"Siap calon istriku , ada yang bisa aku bantu?" ucap Ryan
"Kamu bisa bikin telor dadar?" tanya Meysha
"Gak bisa , gimana caranya?" ucap Ryan menggoda Meysha padahal dari kecil dia biasa bikin telur dadar sendiri
"Aku juga gak bisa , kita makan pakai sop aja" ucap Meysha
Ryan melihat tempat sampah di sebelahnya berisi dadar gosong juga kulit telur mungkin ada sekitar sekilo.
"Kenapa dadarnya di buang ?" tanya Ryan
__ADS_1
"Kamu gak liat semuanya gosong , aku tidak mungkin memberi mu makan itu" ucap Meysha sambil melirik tong sampah yang berisi dadar gosong dan kulit telur yang menumpuk
"Aku akan menggorengkan Telur dadar untukmu"