Rumah Untuk Meysha S2

Rumah Untuk Meysha S2
Sembilan


__ADS_3

"Kemana kita akan membawa jenazah mbok ijah, apartemen ku sudah lewat?" tanya Meysha heran apartemen sudah lewat tapi ambulan masih berjalan


"Kita berkabung di rumahku saja" ucap Ryan


"Terimakasih sudah menolong kami" ucap Meysha


"Tidak perlu sungkan" ucap Ryan


Mobil ambulan belok masuk gang di ikuti mobil Meysha juga mobil Ryan, Meysha melihat rumah yang sederhana tapi sangat nyaman , tapi ia heran kenapa Ryan punya Mobil keluaran terbaru.


"Siapa laki laki ini sebenarnya" gumam Meysha


Semua tetangga sudah berkumpul menunggu jenazah , para ibu ibu juga dengan sigap menunggu jenazah untuk di mandikan.


Meysha turun dari mobil dengan bingung mungkin kalau tidak ada Pak hadi dan anaknya mungkin dia akan berduka sendirian tapi disini begitu hangat .


Ryan merangkul pundak Meysha untuk masuk kedalam rumah, entah kenapa Meysha menurut saja


"Ganti bajumu pakai ini, semoga muat" ucap Ryan sambil membuka handle pintu kamarnya dan mengambil baju koko juga sarung kemudian keluar meninggalkan Meysha


Meysha melihat seisi kamar, dan duduk di tempat tidur meskipun tidak se empuk kasurnya tapi sangat nyaman , Meysha pun bergegas membuka paper bag berisi baju muslim berwarna putih juga kerudung instan yang menutupi pinggangnya.


Meysha berganti baju dan melihat ke arah kaca besar yang terletak di depan lemari pakaian


"Cantik , entah kapan terakhir aku memakai jilbab" ucap meysha

__ADS_1


Meysha keluar kamar Ryan di ruang tamu terlihat ibu ibu sedang membungkus jenazah si Mbok dengan kain putih , melihat wajah si Mbok air mata meysha tidak terbendung ia menangis dalam diam kemudian ada ibu ibu yang menghampiri Meysha.


"Nak, apa mau melihat dulu sebelum semuanya di tutup ?" ucap Ibu ibu itu


"Tidak perlu bu , saya sudah ikhlas" ucap meysha


Meysha ingat Mbok pernah cerita bahwa dia tidak bisa mempunyai anak suaminya pergi meninggalkannya , kerabat pun tidak punya hanya ibu wijaya yang mengajaknya untuk bekerja di rumahnya sampai sekarang mengabdi pada Meysha sama dengan Meysha setelah di tinggal ibunya Meysha diangkat anak oleh ibu wijaya.


Setelah selesai di kafani para ibu ibu keluar kemudian berganti para Bapak Bapak yang masuk untuk mensholatinya.


Ryan melihat Meysha memakai jilbab putih di papah oleh salah satu ibu ibu tadi keluar rumah , ia terpesona meysha sangat cantik.


Setelah di sholati semua mengiring jenazah mbok menuju peristirahatan terakhir nya


Setelah semua orang membubarkan diri , tinggal Meysha , Ryan dan Pak Hadi , kemudian Pak hadi meninggalkan mereka


Meysha merasa pusing dan lemas hingga tidak bisa berdiri


Ryan mengangkat pundak Meysha , membuat meysha benar benar tidak sadarkan diri


"Ya allah Meysha" ucap Ryan kaget karena menahan Meysha agar tidak jatuh , kemudian menggendong Meysha pulang ke rumah


"Pak tolong pak" teriak Ryan sambil membawa Meysha


Ryan memangku Meysha dan pa hadi memberikan minyak kayu putih di hidung Meysha, tapi Meysha tetap tidak sadarkan diri

__ADS_1


"Badannya panas pak, kita bawa ke rumah sakit aja" ucap Ryan yang hanya di jawab anggukan oleh Pak hadi.


Ryan kembali mengangkat meysha menuju mobil, Pak hadi dengan siaga menyetir , Pak hadi melirik kaca yang terlihat anaknya sangat khawatir mengelap keringat dingin Meysha yang terus bercucuran.


Mereka pun sampai di UGD , pak hadi ijin pada Ryan karena ada panggilan dari kantor , dokter sedang memeriksa Meysha di dalam ruangan


Tidak lama dokter pun keluar


"Dok bagaimana keadaan Meysha?" tanya Ryan


"Silahkan masuk, non Meysha tidak apa apa dia hanya lapar jadi membuat dia pingsan dan tidak bertenaga di tambah dengan kabar buruk yang hari ini terjadi , Non meysha juga tidak perlu di rawat cukup habiskan satu infusan saja boleh pulang" jelas Dokter kemudian meninggalkan mereka.


Ryan menarik kursi dan menggenggam tangan meysha , hari sudah malam ia pun terlelap di samping Meysha.


Tengah malam Meysha terbangun , pusingnya sudah hilang tapi tangannya terasa berat ia pun menengok ke arah tangan nya terdapat Ryan yang masih tertidur, ia memegang kepala Ryan dan membelainya menggunakan tangan yang satunya , Ryan merasakan sentuhan tangan meysha akhirnya terbangun dan memegang tangan meysha.


"Kamu sudah sadar?"


"Maaf merepotkan kamu lagi"


"Kan aku sudah bilang gak usah sungkan"


"Pak hadi juga selalu menjagaku, tapi aku mengatakan hal yang membuatnya mungkin sakit hati tapi dia selalu membantuku"


"Kami akan selalu ada untukmu"

__ADS_1


"Tapi aku bukan siapa siapa kalian"


"Kalau begitu akan aku jadikan kamu bagian dari kami , Menikahlah denganku Meysha"


__ADS_2