Sabda Cinta

Sabda Cinta
Bab 16 - Pelangi Selepas Hujan


__ADS_3

Kehidupan Mika menjadi lebih baik setelah kejadian pengungkapan orang tua kandungnya itu. Mama Sekar lebih banyak menghabisikan waktunya di rumah dan mengandalkan para anak buahnya untuk menghandle bisnisnya. Pagi ini adalah contoh quality time bersama Mika.


Mama Sekar dan Mika berencana untuk memasak nasi liwet, sebuah hidangan enak dan bergizi. Semua bahan yang diperlukan sudah mereka siapkan. Pertama-tama bahan-bahan seperti bawang merah, bawang putih, daun salam, daun serai dan cabai di tumis terlebih dulu. Setelah itu, tumisan bumbu dimasukkan ke dalam penanak nasi bersama dengan beras dan air. Tidak lupa ditambahkan garam dan kaldu agar rasanya lebih gurih.


Selanjutnya sudah jelas menyalakan penanak nasi dan masak nasi juga tumisan bumbu tadi. Setelah beberapa waktu, Mama Sekar memasukkan teri dan jambal roti yang sudah Mika goreng itu ke dalam. Sesudah itu Mama Sekar mengaduk rata dan tanak kembali hingga nasi matang sempurna.


"Oh gitu caranya ya, Ma."


"Jangan 'oh gitu' aja, Ka! Kamu harus bisa masak dong!" ujar Sekar sembari meletakkan lauk yang baru matang di meja makan.


Setelah tanak, nasi liwet bercampur aneka rempah dan ikan teri sudah siap dinikmati. Lauk yang tersaji pun sudah lengkap di meja makan seperti lalapan, ayam, tahu, dan tempe sudah tersaji dengan rapi di meja makan. Menu masakan itu sederhana, nikmat, dan bergizi sangat cocok dimakan bersama membuat hubungan mereka makin erat. Perlahan keakraban mulai merambati setiap suapan demi suapan hingga semuanya telah selesai.

__ADS_1


"Ka, dari tadi Mama liat wajahmu murung terus kenapa?"


"Nggak kok! Aku happy kok sejak masak bareng Mama sampai sekarang."


Mama Sekar tersenyum tipis penuh makna. "Matamu nggak bisa bohong. Kamu pasti ada masalah, 'kan?" desak Mama Sekar saat mata mereka bertemu.


"Aku mau nanya nih, Ma. Kalo kita sayang banget sama seseorang, tapi dia malah milih orang lain. Apa kita harus kejar sampai dia jadi milik kita?"


Mika mengangguk lemah. Jawaban Mamanya memang masih belum memuaskan hatinya. Namun, setidaknya nasihat-nasihat Mama Sekar membuatnya menjadi lebih tegar dalam menghadapi masalahnya. Perlahan namun pasti Mika akan berusahs menghilang sepenuhnya rasa cinta itu.


***

__ADS_1


Pandangan Naisha tertuju pada T-shirt hitam tergeletak mengenaskan di lantai. Lagi-lagi kebiasaan buruk cowok yang membuatnya jengkel, padahal dirinya sudah mewanti-wanti jika meletakkan pakaian kotor jangan sembarangan. Diambilnya kaos berbahan cotton combed itu, matanya menangkap sebuah buku berwarna biru tua yang berada di bawah ranjang. Tangannya terulur untuk mengambil benda tersebut.


"Ini punya Mas Alhan? Kayak buku diary, tapi kenapa ditaruh di sini."


Naisha mencermati buku itu dengan seksama. Walau terlihat ragu, tapi ia memutuskan untuk membuka. Rasa penasarannya tentang apa isi sebenarnya buku tersebut sudah tidak bisa ditahannya.


Hidup akan mengikis apa saja yang memilih diam, memaksa kita untuk mengikuti arus agungnya yang jujur namun penuh rahasia. Kamu, tidak terkecuali.


~ catatanseorangrose


__ADS_1


__ADS_2