Sabda Cinta

Sabda Cinta
Bab 43


__ADS_3

Melur terbangun dan melihat ia berada di dal kamar miliknya, ia mencoba untuk bangun tapi kepalanya terasa sangat pusing sehingga ia memilih untuk tidur kembali. Firdaus yang baru saja kembali ke kamar langsung berjalan ke arah Melur.


"Sayang, kamu udah bangun? Minum dulu ya?" Ujar Firdaus mencoba untuk istrinya untuk duduk tapi tidak bisa, kepalanya memang benar-benar pusing bahkan rumah seakan ikut berputar.


Firdaus mengambil pipet lalu memberikan pada Melur agar ia bisa minum, ia tidak bisa duduk kepalanya sangat pusing.


"Kamu istirahat saja, Mas mau buatkan bubur dulu untuk kamu?" ujar Firdaus bangun tapi tangannya di tarik oleh istrinya.


"Jangan pergi? Mas disini saja temani aku tidur," ujar Melur.


Entah perasaan apa, ia begitu takut jika ia jauh dengan suaminya.seakan ada seseorang yang selalu mengawasi mereka kemana pun mereka pergi.


"Ya sudah, mas gak kemana-mana? Kamu tidur ya," ujar Firdaus duduk di sampingnya.


"Disini....!" Ujar Melur menepuk tempat tidur tepat di sebelahnya tanda jika ia memberi kode agar Firdaus ikut tidur. Firdaus menghembuskan nafas lalu tersenyum.

__ADS_1


"Ternyata saat sakit ia begitu manja, semoga saja sakit ini tidak cepat berlalu, batin Firdaus berdoa agar sakit Melur tidak cepat berlalu agar ia bisa merasakan manja istrinya.


Firdaus naik di atas tempat tidur lalu menyandarkan tubuhnya dengan bantal, Melur yang merasa pusing meletakkan tangan Melur di pinggangnya lebih tepatnya memeluk suaminya.


Firdaus mengelus puncak kepala istrinya sehingga membuat Melur kembali terlelap, Firdaus menatap wajah istrinya, memindai dengan lekat dengan bulu mata lentik dan bibir ranum yang berwarna pink membuat ia ingin mencium istrinya.


Setelah Melur tertidur lelap, Firdaus beranjak turun dari tempat tidur dan mengambil ponsel menghubungi seseorang.


"Bagaimana, apa kau sudah melakukan yang kau suruh?" tanya Firdaus pada seseorang yang kini ada di seberang sana.


_____________


"Kau harus membayar semua rasa sakit yang di derita istri ku," gumam Firdaus mengepalkan tangannya, matanya menahan amarah karena melihat istrinya.


🌷

__ADS_1


🌷


🌷


"Apa kau sudah tahu siapa orangnya?" tanya Arkhan pada Leo yang kini berada di kedalamannya.


"Apa kau benar ingin tahu?" tanya Leo menatap Arkhan.


"Apa kau meragukan aku atau ada sesuatu yang tidak aku ketahui?" tanya Arkhan kembali dengan asap rokok mengepul ke udara.


"Aku sudah cari tahu semuanya ternyata pemilik stasiun TV tersebut milik Firdaus Attar, anak dari pak Rahman. Lelaki yang memiliki cabang perusahaan ada di mana-mana," ujar Leo setelah mencari informasi tentang pembatalan kerja sama dengan salah satu stasiun televisi.


"Lalu apa hubungannya dengan pembatalan kerja sama itu?" tanya Arkhan belum paham kemana pembicaraan Leo.


"Kamu tahu, Firdaus adalah suami dari perempuan yang kau sebarkan video tersebut. Mungkin dia sengaja memutuskan kontrak karena telah menganggu istrinya," gumam Leo menatap Arkhan.

__ADS_1


Arkhan mematikan puntung rokok yang hampir habis, ia kaget mendengar ucapan Leo. Dia tidak tahu jika suami Melur berperan penting dalam hidupnya, apalagi dia sudah lama bekerja dengan stasiun televisi tersebut dan kini kontrak di batalkan saja, ia pun selama ini tidak tahu pemilik stasiun televisi yang sebenarnya, hanya kaki tangan dari mereka sedangkan sang CEO ia tidak pernah tahu.


Selama ini, Firdaus hidup sederhana dan memilih tinggal di apartemen karena ia tidak ingin orang lain tahu tentang dirinya. pewaris harta pak Rahman yang tidak akan habis sampai tujuh ke turunan.


__ADS_2