Sabda Cinta

Sabda Cinta
bab 21


__ADS_3

Mereka sampai di warung makan, Melur turun dari mobil begitu juga dengan Firdaus. Mereka duduk di meja tengah karena tidak banyak orang yang makan di warung ini. Mungkin mereka lebih memilih makan bersama anak dan istrinya.


"Mau makan apa sayang, biar mas pesan?" tanya Firdaus pada istrinya, Melur masih melihat buku menu yang tergeletak di atas meja.


"Ummm apa ya? Nasi goreng aja Mas sama teh satu," kata Melur mendorong buku menu di depan Firdaus.


"Ya sudah, kamu tunggu disini dulu. Mas pesankan makanan kita" kata Firdaus berjalan ke arah pemilik warung, jama segini belum banyak pelanggan yang makan disini.


Namun, saat ia kembali duduk di sampingnya. Tiba-tiba seseorang perempuan datang ke arah mereka membuat Firdaus sedikit kaget.


"Mas Firdaus...!"


Melur dan Firdaus menoleh ke asal suara karena namanya di panggil, ia terkejut melihat wanita yang sudah meninggalkannya kini ada di depannya.


"Naya, kok kamu ada disini?" tanya Firdaus mencoba untuk biasa-biasa saja tapi tidak bagi Melur, hatinya berbicara menatap tajam ke arah perempuan tersebut.

__ADS_1


"Enggak, kebetulan aku mau makan disini juga," kata Naya tersenyum menatap Firdaus yang semakin tampan. Lima tahun tidak bertemu banyak perubahan terlihat dalam diri Firdaus.


"Ehemmm.....!" Melur beredehem untuk mengingatkan kalau dia sudah beristri.


"Ah iya, kenalkan dia Melur, istriku," kata Firdaus menatap ke arah istrinya yang duduk di meja makan, Naya menatap Melur seakan ia merasa pernah melihat Melur tapi dimana bahkan ia lupa pernah melihat wajah Melur di dalam laptop milik suaminya, Arkhan.


"Wah ternyata Mas sudah menikah, salam kenal Mbak namaku Naya," kata Naya mengulur tangan, Melur membalasnya walau sebenarnya ia sangat kesal.


"Ya sudah, kalau begitu kami makan dulu." Kata Firdaus.


"Boleh aku minta nomor mu, Mas?" Pinta Naya membuat Melur naik pitam, ia merasa marah pada sikap perempuan yang ada di depannya.


"Ini mbak nomornya, kalau ada apa telpon saja dia," kata Melur kesal.


Pelayan mengantarkan nasi goreng dan teh untuk mereka berdua, Naya duduk di meja yang tak jauh dengan mereka membuat Melur merasa cemburu.

__ADS_1


Kenapa aku harus cemburu, apa dia mantan pacar Mas Firdaus. Fix mas Firdaus bodoh meninggalkan wanita secantik dia, batin Melur berkata.


Dia tidak memungkiri jika Naya sangat cantik, ia merasa Naya lebih cantik dari padanya. Ia terus menoleh ke arah Naya yang sedang duduk sedangkan Firdaus asik makan tanpa menoleh ke arah Naya. Dia tahu Melur kesal karena ia berbicara dengan Naya.


"Kok nasinya gak di makan?" tanya Firdaus melihat selera makan Melur hilang, ia menatap wajah cantik istrinya.


"Mas suapin, buka mulutnya?" Kata Firdaus menyendok nasi dan menyuruh istrinya untuk membuka mulut, bukannya malu Melur langsung membuka mulut untuk memperlihatkan pada Naya.


Dia seakan takut jika Naya mengambil Firdaus dari kehidupannya, Melur kembali ceria meskipun wajahnya sempat murung. Melihat semua itu membuat Naya sakit hati, seharusnya yang bersama Firdaus adalah dirinya bukan Melur tapi apa boleh buat dia bukan siapa-siapa bagi Firdaus.


Selesai makan, mereka langsung cabut meninggalkan warung tersebut. Melur baru ingat jika ia tadi memberikan nomornya pada Naya, ia menggantikan wallpaper di WhatsApp dengan foto pernikahan mereka.


"Mas, siapa Naya itu?" Kata Melur penasaran, mendengar Melur bertanya membuat Firdaus menoleh ke arahnya.


"Apa kau cemburu?" Goda Firdaus meski ia tahu.

__ADS_1


"Cemburu, tidak! Aku tidak cemburu, aku hanya tanya saja," kata Melur mengelak padahal ia benar-benar cemburu saat ada orang lain dekat dengan suaminya.


"Ya sudah jika kamu tidak cemburu, mas tidak perlu dong menceritakan semua itu pada mu," kata Firdaus membuat emosi Melur memuncak, merasa suaminya mencintai perempuan itu membuat Melur bungkam, malas untuk berbicara dengan suaminya


__ADS_2