
Wartawan akhirnya bubar meninggalkan resort mereka, sedangkan Melur duduk di kursi di temani Nisa dan Meera.
"Gila, bisa juga Video itu Viral. Lagian siapa yang menyebar video tersebut," gumam Meera menatap wartawan yang sudah menghilang.
"Ho'oh, ada yang orang yang jahat jaman sekarang," cerocos Nisa sedangkan Melur hanya diam.
Seumur - umur dia belum pernah di wawancarai sama wartawan apalagi kali ini dia di wawancarai mempunyai hubungan dengan orang lain. Untung saja, Melur sudah menikah kalau tidak bisa di cap pelakor benaran si Melur.
Ya sudah, pagi ini kita balik ke apartemen ya dan lain beres-beres juga ya," kata Firdaus mengajak Melur kembali ke kamar, ia hanya mengangguk. Melihat semua itu membuat Firdaus merasa bersalah karena ia tidak bisa menjaga istrinya dengan baik.
Dua jam perjalanan, mereka sampai di apartemen sedangkan Meera dan Nisa ia mampir di kos-kosan milik Nisa, mereka turun setelah berpisah di apartemen Melur tadi.
Melur masuk ke dalam, ia terus berjalan ke kamar lalu merebahkan tubuhnya di atas ranjang. Ia tidak habis pikir dengan Arkhan yang begitu berani, Melur ingat betul bahwa dia tidak memeluk Arkhan tapi ia tak sengaja ke sandung dan Arkhan lah yang memegangnya tapi kenapa yang beredar di sosial media berbeda.
Tak ingin terlalu memikirkan semua itu, Melur tidur untuk menghilangkan beban sedangkan Firdaus sedang duduk di depan laptop miliknya. Entah apa yang di dikerjakannya sehingga ia menatap serius ke arah laptop.
Drrtt... Drrrrt.....
Suara ponsel milik Firdaus berbunyi, ia melihat ada nomor tak di kenal menghubunginya.
__ADS_1
"Siapa yang menelepon, ah biar saja disitu," gumam Firdaus Kembali meletakkan ponsel di sampingnya.
Namun ponselnya kembali berdering dengan nomor yang sama, Firdaus mencoba mengangkatnya karena ia kesal ponsel terus berdering.
"Hallo, siapa?" Tanya Firdaus langsung.
"Bisa kah kita bertemu?" tanya seseorang di seberang telepon.
"Maaf, aku tidak bisa," kata Firdaus datar.
"Please, aku mohon. Aku tunggu kamu di cafe cenderamata, sekarang. Ada sesuatu yang aku bicarakan dengan kamu Fit,"
"Baiklah, bye," kata Firdaus meletakkan ponselnya begitu saja, ia menghembuskan nafas dengan gusar. Ia menutup laptopnya kembali lalu berjalan ke kamar untuk mengambil jaket dan pergi ke kamar yang ditempati Melur lalu mencium kening istrinya.
Naya berada di sebuah cafe, sepertinya ia sedang menunggu seseorang. Dia terus melirik arloji yang berada di tangannya, ia baru saja keluar dari rumah sakit dan berniat untuk makan siang di luar.
"Katakan apa yang ingin kau bicarakan?" tanya seseorang degan jaket kulit dan kaca mata hitam bertengger di hidungnya yang baru saja tiba di cafe.
"Firdaus, duduk dulu! Tidak baik di lihat orang kalau kita berbicara seperti ini" Pinta Naya terpana melihat Firdaus sudah berada di depannya.
__ADS_1
Ketampanan Firdaus tidak pernah luntur meski mereka sudah 2 tahun tidak bertemu, jantung Naya kembali berdetak saat menatap Firdaus tapi tidak bagi Firdaus. Hatinya sudah tertutup untuk Naya, hanya yang ada di pikirannya adalah Melur dan Melur.
"Katakan, apa yang ingin kau bicara karena aku tidak cukup banyak waktu untuk berbicara dengan kamu," kata Firdaus datar, hatinya sakit mengingat masa lalu yang dia alami sendiri.
"Sebelumnya aku minta maaf karena dulu aku lebih memilih dia dari kamu tapi semua itu aku lakukan karena keinginan Mamaku jadi sekarang aku ingin minta maaf sama kamu Fir," kata Naya dengan mimik sedih, Firdaus hanya diam sesekali menoleh ke arah lain.
"Apa kamu menyuruh ku kesini untuk mendengarkan cerita kamu yang tidak bermanfaat itu, Maaf Nay aku masih banyak pekerjaan yang harus aku selesaikan." Firdaus bangkit lalu dengan cepat Naya menarik tangan Firdaus agar Firdaus tidak pergi, di pojokan cafe seseorang sedang memotret mereka tanpa sepengetahuan Firdaus.
"Tunggu jangan pergi dulu, Fir! Aku belum selesai bicara," kata Naya masing menggenggam tangan Firdaus.
"Bisa kau lepaskan tangan ku," kata Firdaus kesal.
"Maaf, aku tidak sengaja. Duduklah aku ingin membahas tentang video itu sama kamu," kata Naya.
"Apa kamu tidak lihat jika istriku sudah mengatakan pada wartawan jika istriku tidak ada hubungan aku sama suamimu atau kamu tidak melihat beritanya siang ini." Kata Firdaus mampu membungkam perkataan Naya, Firdaus bangkit lalu menatap Naya.
"Jangan pernah lagi kau ulangi cara mu seperti ini agar aku mau bertemu dengan kamu karena aku tidak punya perasaan apa-apa lagi padamu," kata Firdaus kesal lalu berjalan meninggalkan Naya sendiri,ia sadar jika Naya hanya mencari alasan untuk bertemu. Ia melihat jam sudah menuju pukul 01:00 siang, ia sudah terlalu lama meninggalkan Melur sendirian apalagi video yang viral itu masih jadi perbincangan publik.
Bersambung....
__ADS_1