Sabda Cinta

Sabda Cinta
Bab 42


__ADS_3

"Mas, mau kemana?" tanya Melur yang sudah di dalam mobil.


"Mas mau mengajak kamu jalan-jalan mumpung kita lagi ada di sini, ke Bandung kan gak jauh lagi!" Ujar Firdaus.


"Tapi Mas, aku gak mau kemana-mana? Aku ingin kita pulang," ujar Melur, ia rasanya pengin di rumah saja tidur. Rasanya ia begitu lelah pengen rebahan di atas kasur yang empuk.


"Pulang! Baiklah, kita putar balik saja," Yar Firdaus menyetir mobil sesekali menoleh ke arah Melur.


Entah kenapa, perasaannya sedikit mengganggu. Ia tidak ingin kemana-kemana apalagi percakapan tadi pagi di meja makan cukup mengganggu pikirannya.


Ia hanya diam, Firdaus yang melihat itu hanya bisa menghembuskan nafas dengan kasar. Ia melaju mobil dengan kencang sedangkan Melur sudah tertidur.


Tak lama kemudian mereka sampai rumah, firdaus melepaskan self bet di tubuhnya lalu ke luar dari mobil sedangkan Melur masih tidur, ia berjalan ke sebelah kanan lalu membuka pintu mobil mencoba membangunkan istrinya.


"Sayang, bangun!" Ujar Firdaus memegang dahi Melur yang terasa panas.

__ADS_1


"Sayang, kamu sakit?" gumam Firdaus membangunkan Melur tapi dia tidak juga bangun sehingga ia terpaksa membopong Melur menuju kamarnya.


"Firdaus, Melur kenapa?" tanya Umi Salma saat melihat Melur di bopong suaminya.


"Sepertinya Melur demam Umi, Firdaus ke atas dulu?"


Firdaus membawa istrinya ke atas, ia sangat khawatir dengan keadaan Melur yang tidak bangun-bangun padahal selama ini ia kadang menjaga jarak dengan suaminya.


Firdaus meletakkan tubuh Melur dia atas tempat tidur lalu ia turun ke bawah untuk mengambil baskom dan handuk kecil untuk mengompres kening Melur agar panasnya turun.


"Umi, tolong ganti pakaian Melur sebentar!" Pinta Firdaus, Umi Salma hanya mengangguk lalu berjalan ke lemari untuk mengambil baju ganti untuk Melur.


Tak lama kemudian, Firdaus datang dengan seseorang dokter dengan baskom dan handuk kecil di tangannya, dokter tersebut langsung memeriksa keadaan Melur.


"Bagaimana dengan keadaan istri saya, Dok?" tanya Firdaus.

__ADS_1


"istri anda tidak apa-apa, dia hanya butuh istirahat yang cukup dan sepertinya istri ada memikirkan sesuatu, sebentar saya tuliskan resep obat agar panasnya turun dan nanti tolong di tebus," ujar dokter tersebut setelah memeriksa kondisi Melur.


Firdaus keluar dengan resep obat di tangannya sekalian ia mengantarkan dokter sampai ke depan, ia tidak menyangka jika video tersebut mempengaruhi mental Melur. ia kembali masuk mengambil kunci mobil dan membeli obat untuk Melur.


🌷


🌷


"Kurang hajar, Siapa dia yang berani memutuskan kontrak dengan ku?" Arkhan marah karena hari ini ia kembali di kejutkan pembatalan kontrak dan jika semua kontrak di batalkan maka reputasinya akan hancur apalagi film yang akan di mainkan ia menjadi peran utama laki-laki tapi pihak produser memutuskan kontrak dengan alasan video yang viral itu.


"Sepertinya orang itu berperan penting sehingga pihak produser membatalkan kerja sama begitu saja dengan kita," ujar Leo asisten sekaligus manajer Arkhan selama menjadi Artis.


"Kamu cari tahu siapa dia dan cari tahu apa hubungannya dengan Pak Agung," perintah Arkhan karena dia tidak mau karir yang sudah di banggakan selama ini hancur karena hanya sebuah kesalahan kecil yang dia perbuat.


"Baik, kalau begitu saya keluar dulu! kamu mau keluar atau tetap disini," tanya Leo pada Arkhan yang berada di apartemennya.

__ADS_1


"Tidak, saya mau disini? ingat, jangan lupa cari tahu tentang lelaki itu?" ujar Arkhan.


Leo hanya mengangguk lalu turun ke bawah menuju mobilnya, ia pergi dengan mobil miliknya membelah jalanan kota Jakarta di pagi ini.


__ADS_2