
Drrrtt..... Drrttt....
Ponsel Melur berbunyi, mereka yang ingin makan terpaksa terhenti. Melur melihat panggilan masuk dari nomor yang tidak di kenal, Firdaus menoleh ke arah Melur.
Merasa tidak enak dengan Firdaus, Melur kembali mematikannya dan tak lama kemudian, ponselnya pun kembali berdering dengan nomor yang sama.
"Angkat dan speaker kan," kata Firdaus datar.
Karena tak ingin terjadi keributan lagi, Melur pun mengangkat telfon tersebut.
"Hallo Sayang, kenapa tidak membalaskan pesan ku. Apa kau marah," Melur hanya diam, ia hanya mendengar suara Arkhan.
Tak ingin merasakan sakit hati, ia pun pergi ke balkon memberikan ruang untuk Melur berbicara. Hatinya kembali sakit, ia mengambil rokok lalu menghidupkannya. Ia mengepalkan tangan dengan erat.
Api cemburu membuat ia tak sadar jika tangannya kembali berdarah karena terlalu berpegang erat pada besi yang membatasi balkon.
"Dia adalah Arkhan, lelaki yang sudah mengikat janji untuk menikahi aku tapi nyatanya setiap perkataannya tidak ada yang pasti sehingga Abah menginginkan aku menikah dengan mu," kata Melur berdiri di belakang Firdaus.
Hening, tidak ada jawaban. Firdaus terus mengepulkan asap rokok dengan tangan kirinya.
"Apa kau mencintainya?" Tanya Firdaus datar.
Diam adalah jawaban dari Melur jika ia masih cinta lelaki tersebut, Firdaus memahami akan semua itu. Ia pun ingin ke kamar menenggelamkan wajah ke dalam air.
__ADS_1
"Jangan pergi, aku mohon," kata Melur menghalangi jalan Firdaus.
"Aku ingin sendiri," kata Firdaus dengan perasaan kecewa, ia tidak sadar jika tangannya sudah berdarah dari tadi.
Melur menggenggam tangan Firdaus, merasakan tangan kanan Firdaus basah dan ia pun melihat darah segar kembali ke luar.
"Mas, tangan kamu terluka," Melur refleks melihat tangan Firdaus, ia hanya diam.
Bukan tangan ku yang sakit tapi hatiku, hatiku yang sakit Sayang.
"Sudah tidak perlu, Aku bisa sendiri. Apa kau tahu, hatiku sakit di saat aku tahu di hati istriku ada nama lelaki lain," kata Firdaus pergi meninggalkan Melur sendiri. Hatinya benar-benar sakit, ingin sekali dia berteriak menghilangkan rasa sakit di hatinya. Tapi apalah, cintanya tak membuat Melur sadar akan cinta Firdaus.
Firdaus membaringkan tubuhnya dalam keadaan lapar, ia mempunyai penyakit magh dan dari tadi siang sampai sekarang tidak ada sedikitpun makanan yang masuk ke dalamnya.
Pintu terbuka, Melur datang membawa nasi dan lauk di atas nampan, ia berjalan ke arah suaminya setelah merenungi atas kesalahannya.
Mas, makan dulu," kata Melur.
"Aku tidak lapar," Firdaus beralibi.
"Baiklah, kalau mas tidak makan aku juga tidak mau makan," kata Melur cemberut, ia pura-pura marah pada Firdaus.
Refleks Firdaus bangun, ia baru ingat jika ia belum makan malam. Dia duduk sambil menyandarkan punggungnya di belakang tempat tidur.
__ADS_1
"Tapi kamu juga makan ya?" Kata Firdaus.
Melur mengangguk lalu mulai menyuapi Firdaus, begitu juga sebaliknya. Nasi yang di bawakan Melur tadi habis, Firdaus minum air yang di bawakan Melur tadi.
Selesai makan, Melur kembali membawa nampan tadi ke dapur dan mencucinya, ia berjalan ke kamar mencari kotak P3K lalu membuka perban tangan suaminya.
"Jangan menyiksa diri sendiri seperti ini Mas!" Kata Melur, Firdaus menatap sendu wajah Melur dalam balutan gamis. Ia membersihkan luka tadi lalu meneteskan obat biar tidak infeksi. Selesai mengobati suaminya, Melur duduk menatap wajah yang sedikit pucat.
"Tidurlah Mas?" Kata Melur.
"Temani aku disini?" Pinta Firdaus.
Melur mengangguk lalu menaiki ranjang size miliknya, Firdaus merebahkan tubuh. Melur membuka kerudungnya lalu tidur di sebelah Firdaus. Tangan firdaus melingkar di pinggang istrinya, Melur tersentak kaget mencoba menetralisirkan degup jantungnya yang tak karuan.
"Tidurlah, besok kita akan jalan-jalan," kata Firdaus.
"Kemana?" tanya Melur penasaran.
"Kejutan...!" Kata Firdaus mendekat wajahnya di leher Melur membuat Melur merinding.
"Mas.....!"
"Tidurlah, hanya sebatas ini bolehkan," kata Firdaus semakin mengeratkan pelukannya di pinggang istrinya, Melur hanya diam mencoba memejamkan mata untuk terlelap.
__ADS_1
_______________&&&&&&__________________