
Melur sudah bersiap-siap dengan kacamata dan topi besar untuk ke pantai, ia memakai baju tunik berwarna navi dengan jilbab yang senada. Tak lupa lip balm berwarna pink menghiasi bibir ranum milik gadis cantik dengan bulu mata lentik tersebut.
Firdaus memakai baju santai tapi tetap dengan celana panjangnya, tak lupa kaca mata hitam di pakai oleh Firdaus dengan jambang tipis menghiasi wajah Firdaus lagi-lagi membuat istrinya tergoda.
Drrrrt... Drrrtt....
Ponsel Melur berdering, ia mengambil gawai yang ada di dalam tasnya. Lalu melihat siapa yang mengirim pesan padanya ternyata sahabatnya.
@Meera
[ Bestie, aku dan Nisa ada di lobby apartemen. Kalian apa sudah siap ]
Meera mengirim pesan di grup calala.
@Melur
[ Tunggu sebentar, kami akan turun ke bawah ]
Melur membalas pesan sahabatnya.
"Mas, ayo turun. Mereka sudah sampai loe," kata Melur berjalan ke depan, Firdaus mengunci apartemen lalu mengikuti Melur di belakang.
Mereka berdua sampai di lobby apartemen, terlihat Nisa dan Meera duduk di pojokan, Melur langsung menghampiri mereka.
__ADS_1
"Hai bestie, maaf ya lama menunggu?" Kata Melur menghampiri mereka.
"Gak papa bestie, pengantin baru memang begitu kok kalau keluar itu pasti lama," ujar Meera bar-bar membuat Firdaus menyungging senyum. Nisa hanya diam melihat sikap Meera yang bar-bar.
"Bestie, apa ada cowok tampan yang jombloe seperti suamimu itu,"kata Meera berbicara dengan lirih, sementara Firdaus asik dengan gawainya.
"Memangnya kenapa?" Tanya Melur belum paham maksud Meera.
"Duh... susah kalau ngomong sama pengantin baru." Kata Meera kesal karena Melur tidak paham dengan maksudnya, jika ia terus terang maka imagenya sebagai perempuan akan tercemari.
"Apa kita berangkat sekarang?" tanya Nisa yang dari hanya diam.
"Boleh, ayo?" Kata Melur dan Meera.
"Kita tunggu siapa lagi, Mas?" tanya Melur.
"Zaki, tuh dia datang," kata Firdaus melihat Zaki berjalan ke arahnya.
"Maaf ya, gue lama soalnya jalan macet banget," kata Zaki tidak sadar jika ada dua perempuan berdiri tidak jauh darinya.
"Ya udah, yok berangkat?" Kata Melur.
Mereka menganguk berjalan keluar dari lobby, Meera berjalan berdua dengan Nisa sedangkan Zaki berjalan ke depan sendirian.
__ADS_1
"Meera, Nisa kalian ikut mobil Zaki saja?" Kata Melur membuat Meera dan Nisa saling tatap membuat Zaki sadar jika di sampingnya ada perempuan cantik.
Zaki menatap Nisa lekat, pandangan pertama membuat ia terpesona. Merasa di perhatikan, Nisa merasa risih sendiri.
Anisa mempunyai kulit kuning langsat, mata bulan dan hidung bangir dengan pashmina dengan baju gamis yang senada berwarna Lilac sedangkan Meera perempuan tomboy, dengan kulit sedikit gelap dan lengsung pipi membuat ia manis bagaikan gula dalam kopi.
"Ah,aku belum kasih tahu kalian. Zaki akan ikut kita weekend kali ini," kata Melur tersenyum menatap mereka bertiga.
"Sepertinya Zaki menyukai kamu, Nis," kata Melur membisikkan di telinga Nisa membuat Anisa membulatkan matanya sehingga membuat Zaki semakin gemas.
"Kok, bengong! Ayo berangkat," kata Firdaus.
"Tunggu....! Mobil gue gimana?" tanya Meera melihat mobilnya teronggok santai di bawah parkiran mobil.
"Mobil biar aja disini, waktu pulang Loe ambil mobil nanti," kata Melur sedangkan Firdaus hanya diam.
"Oke, baiklah! Ayo kita berangkat," kata Meera.
Anisa hanya mengangguk, ia tidak banyak bicara. Hatinya berdegup kencang jika bertatap mata dengan Zaki, apa ia jatuh cinta. Mana mungkin, ia terlahir dari keluarga dari sana.
"Mobil gue ada disana, kalian ikut gue," kata Zaki berjalan ke arah mobilnya yang berada disisi kanan. Meera dan Nisa hanya mengangguk mengikuti langkah kaki Zaki.
Hari ini mereka akan happy, menghabiskan waktuk bersama-sama. Melur sangat senang, berbagi waktu dengan sahabatnya begitu juga dengan Firdaus. Ia ingin mencari tahu kesukaan Melur melalui sahabat-sahabatnya.
__ADS_1