Sabda Cinta

Sabda Cinta
Di serbu wartawan


__ADS_3

Begitu banyak masalah yang menghampiri keduanya, namun Firdaus tak ingin goyah karena ia tahu video itu hanya akan membuat Melur akan terguncang.


"Sudah, jangan menangis lagi. Mas tidak akan membiarkan kamu sendirian, aku selalu ada di samping mu," kata Firdaus mencoba untuk menenangkan Melur yang masih menangis meskipun nafasnya sudah teratur, sepertinya ia sudah tidur dalam pelukan firdaus.


Merasa tidak ada lagi respon dari Melur, Firdaus membopong tubuh Melur ke atas ranjang lalu menyelimuti tubuh istrinya lalu pergi ke kamar mandi untuk membasuh wajahnya.


Sang Surya masih menampakkan diri meskipun masih malu-malu, Cahaya yang dipantulkan membuat mata Melur silau. Pagi ini ia terbangun terlambat, Firdaus membawakan ia sarapan pagi karena ia tahu jika istrinya tidak akan keluar dari kamar.


Drrrrt.... Drrrrt.....


Ponsel Firdaus berbunyi tanda ada orang-orang yang menghubungi, ia mengambil ponsel yang terletak di atas nakas lalu melihat nama yang tertera atas nama Zaki.


"Ada apa pagi-pagi...,"


"Gawat, di depan ada wartawan. Sebaiknya kamu kesini sekarang juga," kata Zaki menyela ucapan Firdaus.


Firdaus terkejut mendengar hal itu, ia melihat ke kamar mandi. Dia berharap jika Melur tidak syok mendengar jika wartawan berada di depan.


"CK... Siapa yang memberitahu kami disini, apa yang di inginkan wartawan sampai harus kesini," gerutu Firdaus dengan kesal.


Melur yang sudah keluar dari kamar mandi melihat suaminya sedang menggerutu kesal.


"Kenapa, Mas." tanya Melur membuat Firdaus menoleh ke arah suaminya.

__ADS_1


"Gak apa-apa, sayang. Boleh mas katakan sesuatu?" tanya Firdaus terlebih dahulu karena tak ingin istrinya kaget.


"Mau katakan apa, Mas?"


"Zaki barusan menelpon, katanya di luar ada wartawan mungkin menyangkut video yang beredar semalam," kata Firdaus.


Melur hanya diam lalu menatap suaminya.


"Mari kita bertemu dengan mereka, Mas. Aku ingin menjelaskan semuanya biar aku tidak di cap sebagai pelakor, lagian aku punya suami sebaik diri mu tidak mungkin aku merusak rumah tangga orang lain," kata Melur memakai pashmina.


Dia tidak mungkin berdiam diri untuk terus takut pada wartawan, ia harus menghadapinya. Ia tidak peduli apa kata orang yang penting suaminya masih percaya padanya bukan mendengar omongan orang lain.


"Baik, kita bertemu dengan mereka sekarang," kata Firdaus.


Melur hanya mengangguk.


Di tempat lain, Naya sedang menonton tv dan tidak sengaja melihat video dengan durasi tiga menit, ia memicingkan mata melihat suaminya sedang bersama perempuan.


"Mas, apa yang kamu lakukan! Siapa perempuan bersama mu itu Mas," teriak Naya di pagi hari, ia tidak menyangka jika suaminya bisa melakukan itu semua.


Arkhan yang baru saja keluar dari kamar hanya tersenyum menatap ke arah istrinya.


"Kenapa, apa kau cemburu? Tidak usah syok begitu, bukan hal yang tabu kamu melihat aku bersama lawan jenis. Aku adalah seorang aktor, sudah tentu ada perempuan di sekeliling ku," kata Arkhan dengan pongahnya merasa dipuja-puja oleh wanita.

__ADS_1


"Aku tahu perempuan bagaimana yang berada di dekat mu, Mas tapi dia, aku bisa melihat kalau dia mencoba untuk menghindari mu," kata Naya dengan amarah yang menggebu, ia memang tidak mencintai Arkhan tapi hatinya sakit jika di duakan.


"Kamu tidak perlu tahu, lagian aku lakukan semua ini agar aku semakin trending. Kamu tahu kan, sudah puluhan tahun aku bekerja sebagi Aktor dan sedikit bermain dengan media boleh lah," kata Arkhan.


Naya hanya menatap suaminya dengan kesal, ia tidak habis pikir dengan jalan suaminya.


"Apa hubungan anda dengan aktor tampan itu mbak, apa kalian punya hubungan khusus?" Seseorang wartawan langsung menodong pertanyaan kepada Melur, ia yang tidak pernah terekspos media merasa tidak nyaman namun Firdaus mencoba untuk menguatkan istrinya.


"Saya hanya mau katakan, kalau saya tidak punya hubungan apapun dengan aktor tampan itu atau hubungan khusus dengannya," kata Melur.


"Jika bener mbak tidak punya hubungan dengan pak Arkhan, lalu bagaimana dengan Video yang beredar di media sosial. Apa semua itu hanya sebuah kebohongan,"


Lagi-lagi wartawan menghujam Melur dengan sebuah pertanyaan.


"Kejadian yang sebenarnya bukanlah seperti yang tersebar di media sosial, saya dengan dia hanya sebatas teman dan disini saya hanya ingin menyatakan kalau saya tidak punya hubungan dengan dia, mungkin ada oknum yang ingin mencari keuntungan dari video tersebut," kata Melur lagi.


Firdaus yang sedari tadi diam, akhirnya angkat bicara karena tidak ingin psikis istrinya terganggu.


"Karena istrinya saya sudah menyatakan semuanya, jadi saya mohon kalian bubar dan tolong tutup berita itu atau saya akan membawanya ke ranah hukum," kata Firdaus tegas menatap para wartawan tersebut dengan nyalang.


Wartawan akhirnya bubar meninggalkan resort mereka, sedangkan Melur duduk di kursi di temani Nisa dan Meera.


"Gila, bisa juga Video itu Viral. Lagian siapa yang menyebar video tersebut," gumam Meera menatap wartawan yang sudah menghilang.

__ADS_1


__ADS_2