Sabda Cinta

Sabda Cinta
Apa kau ikhlas


__ADS_3

"Biar gue yang cariin dia, sekalian juga gue mau minta maaf sama dia," kata Rafa.


"Oke, baiklah. Aku sama Melur kembali ke kamar dulu, kalian silahkan nikmati suasana pantai di malam hari," kata Firdaus, Melur hanya diam. Nisa dan Zaki hanya mengangguk sedangkan Rafa sudah keluar dari cafe ia berjalan mencari Meera.


Rafa mengedarkan pandangannya, mencari sosok wanita yang ingin ia temui. Namun tiba-tiba langkahnya terhenti karena ponselnya berbunyi.


"Hallo, ada apa?" tanya Rafa berbicara dengan seseorang.


"Baiklah, aku akan datang ke sana sekarang," Firdaus kembali bersuara.


Bip... ponsel kembali di matikan, ia kembali berjalan ke resort karena ada sesuatu yang dia urus. Rafa pun berjalan masuk ke dalam untuk cek on dari sana.


__________________&&&&&&___________________


Dalam sebuah kamar yang sangat luas, seseorang sedang duduk di sofa menatap gambar yang sudah di ambil oleh orang suruhannya. ia menyeringai tipis dengan pandangan tajam, siapa.lagi kalau bukan Arkhan.


"Foto ini akan membuat kamu di cap sebagai pelakor Melur, tentu awak media akan menyerbu ku dengan seribu pertanyaan," kata Arkhan merencanakan sesuatu agar Melur malu membalas ras sakit hatinya.


"Mas, kamu lagi lihat apa sih," tanya Naya yang baru masuk kamar membawa secangkir teh untuk suaminya.


Karena kaget, Arkhan buru-buru menyembunyikan foto tadi di bawah pantatnya tapi sayang Mata Naya lebih jeli dalam melihat apapun.


"Coba aku lihat, apa yang ingin kamu sembunyikan Mas," tanya Naya mencoba mengambil foto tersebut.

__ADS_1


"Bukan apa-apa, Naya. Sudah Mas mau istirahat," kata Arkhan berjalan menuju kasir empuk berukuran size miliknya.


"Tapi kopinya Mas," kata Naya.


"Kamu saja yang minum," kata Arkhan.


Naya menghembuskan nafas dengan kasar, ia tidak jika pernikahannya akan seperti ini bukan membuat tapi semakin memburuk.


Apa aku bercerai saja dengan Arkhan dan kembali dengan Mas Firdaus, pasti ia mau menerima aku kembali.


"Tapi bagaimana jika perceraian ini akan membuat mama dan papa marah, batin Naya berkata.


Sedangkan Arkhan sudah mendengkur tiga puluh menit yang lalu, dengan rasa malas Naya berjalan ke tempat tidur mereka.


Tapi sayang, kesibukan Arkhan membuat Naya merasa jenuh apalagi tidak ada keharmonisan di dalamnya. Selama ini ia mempertahankan rumah tangganya atas perintah mamanya yang gila akan harta.


___________&&&&&&&&&______________


Kini Melur dan Firdaus sudah berada di kamar Resort, Melur melepaskan hijabnya membiarkan rambutnya tergerai panjang dengan wangi shampo bunga mawar membuat Firdaus ingin mencium dirinya.


Firdaus yang baru saja shalat melipat sajadah lalu meletakkan di atas sofa, Melur menatap suaminya dengan tubuh sixpack bagaikan roti sobek membuat Melur malu-malu.


"Kok bengong, kenapa?" Firdaus duduk di samping istrinya.

__ADS_1


"Gak kenapa-napa, kok Mas gak pakai baju," tanya Melur.


"Memangnya kenapa? di dalam kamar hanya kita berdua, Apa kau ingin...," Firdaus menggantungkan ucapannya lalu menatap manik mata istrinya, deru nafas Melur terasa hangat.


Firdaus mulai mendekatkan wajahnya ke arah istrinya, Nafas kedua mulai memburu. Firdaus menyelipkan rambut yang tergerai panjang seakan ingin mengecup leher jenjang istrinya.


Alat pemangsa mulai menunjukkan dirinya di bawah celana Firdaus seakan merasa sesak, malam ini ia sangat ingin menikmati tubuh istrinya begitu juga dengan ingin lebih lagi.


"Mas...," lenguhan kecil mulai terdengar keluar dari bibir Melur, matanya menatap sayu sang suami yang sedang bergejolak di bawah.


"Apa aku boleh meminta hak ku malam ini?" tanya Firdaus.


Melur hanya mengangguk tanpa memberi jawaban.


"Apa kau ikhlas....?"


"Aku ikhlas, Mas."


Sepasang manusia mulai meneguk nikmatnya cinta bahkan ingin lebih, perlahan Firdaus mencium kening istrinya lalu kedua mata dan hidung kini ciuman itu berhenti lama di bibir ranum milik istrinya.


Perlahan baju yang di pakai terbuka, Sialnya seseorang mengetuk pintu kamar mereka sehingga adegan itu harus terhenti.


"CK... ada-ada saja! siapa yang mengetuk pintu malam-malam begini," gerutu firdaus dengan kesal sedangkan Melur berlalu ke kamar mandi untuk memperbaiki rambutnya yang sedikit berantakan.

__ADS_1


__ADS_2