
Drrrtt.... Drrrrt...
Ponsel Firdaus berbunyi, ia mengambil gawai di dalam sakunya lalu melihat panggilan yang tertera disana ternyata dokter Zaki. Firdaus meletakkan kopi lalu mengangkat gawainya.
"Hallo, ada apa Zak?" tanya Firdaus langsung.
"Gak ada sih, gue cuma mau nanyak tadi pagi bener kalian ketemu sama Naya?" tanya Zaki dari ujung sana.
Firdaus menoleh ke arah Melur yang sedang menonton TV, lalu kembali fokus pada pembicaraan mereka.
"Iya, tadi pagi kami berdua bertemu dengan Naya. Memangnya ada apa sih?" tanya Firdaus penasaran.
"Tadi siang waktu di rumah sakit, dia minta nomor loe ke gue," kata Zaki membuat mata Firdaus membulat kaget.
"Gak loe kasih kan, gue harap loe gak akan lakukan itu ke gue," pinta Firdaus berharap Zaki tidak memberikan nomornya pada Naya.
"Okey, gue gak kasih kok. Oh ya, besok hari Minggu kita ke resort Loe ya, udah lama kita gak ke sana," kata Zaki.
Firdaus hanya diam, jika ia mengajak Zaki ke resort itu pasti membuat waktu mereka bersama gagal, jika tidak maka Firdaus merasa tidak enak dengannya.
"Oke, sudah kalau begitu besok kita ketemu disana saja," kata Firdaus setelah itu mematikan ponselnya. Ia berjalan ke arah Melur yang sedang menonton lagi sendiri dengan di temani kue dan teh di depannya.
"Sayang....!" Panggil Firdaus berdiri di belakang pundak Melur, dagunya di letakkan di atas bahu Melur membuat bulu kuduknya merinding.
"Ada apa, Mas?" tanya Melur tidak fokus lagi menonton Tv, nafas Firdaus terasa menghembus leher Melur.
"Kamu punya teman gak?" tanya Firdaus berjalan ke depan duduk di samping istrinya saat melihat Melur tidak nyaman lagi.
"Teman, untuk apa Mas? Apa mas akan poligami," spontan Melur berpikir tentang poligami, ia menatap Firdaus tajam.
"Tidak sayang,dokter Zaki ia ingin pergi ke resort juga besok jadi biar dia ada temannya, mas mau kamu mengajak teman mu sekalian ke resort kita," kata Firdaus tidak ingin membuat Melur curiga terhadapnya.
__ADS_1
"Mm.... Nanti aku tanya sama mereka Mas, kebetulan hanya Nisa yang ada di Jakarta," kata Melur.
Baiklah, kalau begitu Mas ke kamar dulu mau istirahat. Mas capek," kata Firdaus mengecup pucuk kepala istrinya membuat Melur menatap ke arahnya lalu tersenyum dan mengangguk, ia kembali fokus menonton saluran TV.
Firdaus menghembuskan nafas dengan gusar, lalu berjalan ke kamar untuk istirahat.
Dua jam menonton tv di landa kebosanan, jam sudah menuju pukul 10 malam. Ia mengambil ponsel lupa menghubungi sahabatnya, Melur beranjak dari sofa menuju kamarnya.
Ia membuka Whatshap aplikasi yang berwarna hijau itu lalu membuka pesan dengan grup bestie.
@Melur
[ Bestie... Apa kalian sudah tidur ] Melur mengirim pesan ke grup mereka bertiga.
@Nisa
[ Belum, memangnya ada apa Bestie ]
@Meera
@Melur
[ Gak penting banget sih, besok kan libur mas Firdaus suruh ngajak kalian weekend bersama, kalian mau gak ]
Melur mengirim pesan panjang lebar ke pada sahabatnya bertiga.
@Meera
[ Wah, jalan-jalan gratis nih. Gue ikut dong bestie ]
Meera sangat antusias bila di ajak weekend di hari libur.
__ADS_1
@Melur
[ Nisa, loe ikut juga kan ]
Nisa hanya melihat tanpa membalas pesan mereka berdua, ia masih bingung antara ikut atau hanya berada di kos saja, apalagi pekerjaan yang tidak bisa di tinggal.
@Nisa
[ Sepertinya gue gak ikut deh soalnya pekerjaan gue banyak banget ]
@Meera
[ Bestie tersayang, besok itu weekend dan gue tahu loe besok gak kemana-mana, besok loe harus ikut kita dan gak ada penolakan gue jemput jam 7 pagi ]
Meera nyorocos meninggalkan jejak kata di ponselnya lalu mengirimkan ke grup ini. Jika sudah begini, Nisa tidak bisa menolak karena ia tahu jika Meera tidak bisa di tolak keinginannya.
@Nisa
[ Baiklah karena kita bestie gue ikut apa kata kalian berdua ]
Setelah semua sepakat untuk ikut weekend bersama, Melur pun keluar dari aplikasi hijau dan membuka Instragram miliknya, ia melihat story Arkhan yang baru saja di post bersama seseorang perempuan. Ia pun menscrol wajah perempuan tersebut dengan jelas dengan tag Istriku.
"Bukankah ini mbak Naya, apa Arkhan menikah dengan mbak Naya!" Gumam Melur menatap foto Naya yang bergandengan di samping Arkhan.
Ia kembali menscrol ke bawah untuk melihat gambar yang lain, lalu kembali terlihat foto kebersamaan Arkhan dengan Naya.
"Kenapa aku terlalu bodoh selama ini mengharapkan Arkhan," kata Melur keluar dari Instragram, ia sengaja memakai akun fake untuk melihat kegiatannya yang menjadi seorang artis.
Setelah melihat semuanya, Melur berjalan ke kamarnya lalu menoleh ke arah kamar Firdaus yang tidak di kunci. Ia membuka pintu lalu masuk ke kamar yang sangat luas. Ia menyelimuti suaminya sampai sebatas dada lalu mendaratkan ciuman di kening suaminya.
"Good night....," Kata Melur membisikkan di telinga Firdaus, ia memutar badan ingin keluar tapi tiba-tiba tangan di pegang oleh seseorang membuat jantungnya berdegup sangat kencang.
__ADS_1
"Sayang, tidurlah disini?"
Melur membalikkan tubuhnya kembali lalu terlihat Firdaus memejamkan mata ternyata ia mengigau, Melur melepaskan tangan Firdaus lalu berjalan keluar dari kamar Firdaus.