Sabda Cinta

Sabda Cinta
Bab 40


__ADS_3

Melur mencari tempat duduk sedangkan Firdaus memesan makanan untuk mereka santap sebagai makan malam lalu kembali berjalan ke arah istrinya yang sudah duduk meja di pojok.


"Firdaus....!"


Seseorang memanggil Firdaus membuat mereka menoleh ke asal suara, ternyata seseorang lelaki dengan lesung pipi di wajahnya.


"Ustad Khairul, apa kabar?" Firdaus bangun lalu berjabat tangan dengan lelaki berusia 30 tahun tersebut, ia tersenyum bahagia bisa bertemu dengan teman sewaktu mereka ada di Khairo.


"Alhamdulillah, bagaimana keadaan antum? Saya dengar-dengar antum sudah menikah," ujar ustad Khairul tidak melihat Melur.


"Ah, iya ustad! Perkenalkan dia istri saya!" Ujar Firdaus memperkenalkan Melur sebagai istrinya, Ustad Khairul yang melihat Melur tersenyum lalu menangkup tangan di dadanya begitu juga dengan Melur.


"Ya, sudah! Kalau begitu saya pulang dulu kebetulan istrinya saya kepingin makan bakso katanya," kekeh ustad Khairul.


"Iya, Ustad! Hati-hati di jalan," ujar Firdaus kembali duduk lalu pelayan datang untuk mengantarkan makanan.


"Siapa, Mas?" tanya Melur sedikit penasaran.


"Ustad Khairul, beliau guru mas dulu sewaktu di Khairo. Ayo, makan biar kita gak kemalaman sampai di rumah,"

__ADS_1


Mereka menyantap makanan dengan lahab sepertinya memang lapar sekali, selesai makan mereka kembali melanjutkan perjalanannya.


🌷


🌷


🌷


Prang....


Arkhan melempar pas bunga ke tembok sehingga pecah berserakan ke lantai, Naya yang berada di kamar langsung keluar dan kaget melihat pas bunga sudah pecah.


"Ada ap ini, Mas?" Kata Naya.


"Kamu tahu, produser Ali memutuskan kontrak begitu saja dan semua itu akan menghancurkan karir saya," teriak Arkhan frustasi.


"Apa semua itu gara-gara video yang beredar? Atau ada alasan lain yang membuat mereka bisa memutuskan kontrak dengan Mu?"


Ucapan Naya membuat Arkhan mengingat tentang Video yang dia sebarkan melalui akun fake, dan mengingat produser yang memutuskan kontrak dengannya.

__ADS_1


"Kurang hajar, ternyata video tersebut menjadi Boomerang bagi ku sendiri! Apa yang harus aku lakukan sekarang?" gumam Arkhan.


"Entahlah, tapi tidak mungkin! Video tersebut tidak berpengaruh sama sekali. Aku rasa ada orang menginginkan karirku hancur," ujar Arkhan duduk di atas sofa sembari memijit keningnya yang sedikit nyeri.


Karena ulahnya, ia harus menanggung akibatnya sendiri.


"Apa kamu punya saingan sesama publik figur?" Naya kembali bertanya pada Arkhan yang bergelar menjadi suaminya, ia memicingkan mata ke arah Naya dan menatap istri yang sudah bersamanya.


"Ada, dia Evan tapi mana mungkin? ia baru saja merangkak menjadi artis dalam dunia entertainment," kata Arkhan.


Meskipun Evan Sanders baru di dunia ke artisan tapi tak bisa di pungkiri jika ia banyak digandrungi banyak wanita karena wajahnya yang baby face dan buku mata tebal dengan kulit putih bersih membuat remaja banyak yang mengidolakannya.


Menunjang karir di dunia entertainment tidaklah mudah, butuh proses untuk menjadi seorang Artis bukan hanya butuh wajah yang tampan tapi juga butuh skill untuk beradu acting dengan kawat jenis.


"Tidak ada yang tidak mungkin, Mas? untuk mencapai sesuatu semua orang akan melakukan segala cara untuk mendapatkannya,"


Naya terus berbicara membuat Arkhan semakin ketakutan jika semua kontrak di putuskan bisa-bisa ia di tendang dari dunia ke artisan, apalagi dia menjalani bisnis ilegal yang dapat menghilangkan dunia keartisannya.


"Sudah, kamu tidak usah banyak bicara? siapkan makan untuk ku, aku mandi dulu?" ujar Arkhan berlalu ke kamar meninggalkan Naya yang berada di sofa empuk tersebut.

__ADS_1


Naya menghembuskan nafas dengan panjang, lalu berjalan memanaskan makanan tadi agar tidak dingin karena Arkhan tidak suka akan hal itu.


__ADS_2