
Tidak terasa hari ini Mika dan Naisha akan menjadi Mahasiwa baru. Hari pertama mereka berdua melangkah di Universitas ternama di Jakarta yang bernama Trisakti. Tidak hanya tercatat dalam sebuah universitas yang sama, mereka pun juga mengambil jurusan yang sama yaitu Psikologi. Namun, mereka berdua berada di kelas yang berbeda. Mika di kelas 1A, sedangkan Naisha bersama Alhan di kelas 1B.
Mereka berdua memasuki kuliah dan menjadi mahasiswi itu adalah keinginan Naisha yang pertama. Mika sebenarnya tidak mau berada di gedung ini. Karena ia mau bebas. Tetapi sayang Naisha mengajaknya untuk kuliah, terpaksa Mika harus mengikuti sahabatnya.
Dengan perasaan yang gundah gulana, Mika melihat ke sana kemari. Ia bosan karena tidak seperti pada zaman SMA dulu. Ia dengan bebas bermain bola basket bersama dengan cowok-cowok lainnya.
“Ka, lo lihat apa?” tanya Naisha sang empu yang terkejut tidak mengubris ia langsung merubah mimik wajahnya dengan cepat. Dan menghadap ke kanan karena Naisa berada di samping kanannya.
Mika melirik sahabatya sekilas. "Bodo amat....” jawab Mika dengan ketus. Ia berlalu begitu saja dari Naisha.
Gimana cara menghilangkan kegetiran ini
“Mika tungguin gue,” ucap Naisha ngos-ngosan mengejar Mika. Naisha tidak berani menanyakan hal apa pun karena Mika mungkin sedang bad mood hari ini, walaupun banyak pertanyaan menghinggap tentang Alhan yang di sembunyikan Mika. Dengan segera Naisha mengejar sahabat karibnya satu ini dengan terus berlari.
***
Tidak berbeda dengan sebelumnya, Mika sangat senang mempunyai teman baru. Bahkan tidak butuh waktu lama untuknya beradaptasi. Ia sangat mudah bergaul dengan semua teman barunya. Berbeda dengan Naisha meskipun kepribadian pemalu dan pendiam telah hilang, ia tetaplah seorang yang tertutup.
__ADS_1
Mata kuliah Bahasa Inggris untuk Pemahaman Literatur di kelas Mika tidak terlalu membosankan. Bahkan dosen pengampunya sangat enjoy dalam mengajar dan menghidupkan suasana kelas. Meskipun semua dilakukan enjoy, tapi kedisiplinan dalam beretika harus diutamakan agar mahasiswa hormat pada dosen dan mata kuliah yang dijelaskan.
Dua jam pun berlalu dengan sangat lama untuk mendengarkan ceramah dosen di kelas tadi. Bahkan kalau dilakukan berat hati dan malas, seperti Naisha.
"Eh ngelamun aja lo? Kenapa?" Naisha menghampiri Mika yang berdiri di depan kelasnya. Kebetulan mata kuliah Naisha selesai tiga menit sebelumnya.
"Makan yuk!" ajak Mika seraya bergelayut manja di tangan Naisha.
"Lo nih kerjaan makan terus, tapi masih kurus aja! Hehehe...." cibir Naisha diiringi cubitan dari Mika di lengan sahabatnya.
"Aawww... Sakit tau, Ka." jerit Naisha meringis.
"Nai!" Terdengar suara Alhan. Spontan sang pemilik nama pun menoleh. Ya, benar. Kini mendadak muncul Alhan berada di depannya.
"Eh, iya... Ada apa, Al?" ujar Naisha girang.
"Mika mana? Biasanya kalian nempel mulu?" Alhan mengedarkan pandangan ke sekitar.
__ADS_1
"Dia kayaknya udah ke kantin," sahut Naisha.
"Ya udah. Kita susul!"
Di kantin, Mika terlihat sedang rakus memakan nasi uduk kesukaannya. Hingga ia tidak mengetahui kehadiran Naisha dan Alhan di depannya.
"Oy! Makan pelan-pelan kenapa sih?" jerit Naisha menyadarkan Mika.
Mika tidak merespon dan lebih memilih fokus pada makanannya. Melihat hal itu membuat Naisha dan Alhan merasakan lapar juga. Akhirnya, mereka berdua pun memesan makanan yang sama, meskipun bermacam-macam ada di menu itu. Selera makan para mahasiswa sepertinya kian bertambah membuat pengunjung kantin ramai.
"Lo mau nggak pulang bareng gue, Nai?" tanya Alhan saat mereka telah selesai makan.
"Nggak usah deh, Al. Soalnya gue pulang bareng Mika," sahut Naisha seraya mengambil tissue di tasnya.
"Ya udah. Tapi lain kali jangan nolak gue ya, Nai?"
Naisha mengangguk setuju. Seterusnya, mereka hanya mengobrol seputar kehidupan Alhan di Singapura sebelum mereka kembali ke kelas masing-masing untuk mengikuti mata kuliah selanjutnya.
__ADS_1