
Hari-hari kian berlalu, Devan mulai disibukkan untuk membangun Isa Grup kembali. Gio bersama Andra juga sesekali membantu Devan dalam mempersiapkan pembangunan Isa Grup. Raisa juga sepulang sekolah terkadang ikut bersama kakaknya ke perusahaan untuk membantu di sana.
Walau Raisa masih di bangku kelas sebelas, namun nyatanya ia perlahan sudah bisa mengerti bagaimana cara mengelola bisnis. Semenjak Melody Cafe menjadi miliknya. Ia sempat beberapa kali turun tangan langsung untuk mengelola.
Juga, Raisa membantu Devan untuk mulai memeriksa sedetail mungkin mengenai perusahaan papanya dulu. Soal barang bukti dan lainnya, kini Devan sudah tak menghiraukan lagi. Ia akan mencari lebih lanjut saat sudah berhasil membangun Isa Grup lagi.
"Kak, benar seperti ini bukan?" tanya Raisa pada Devan yang tengah asyik dengan layar terang di depannya.
"Sebentar," sahut Devan mulai mengalihkan atensinya.
Devan membaca dengan seksama hasil laporan yang diberikan oleh adiknya. Ia tampak menyunggingkan senyum saat melihat hasil laporan yang ditulis Raisa.
"Good job. I am pround of you!" seru Devan tersenyum kepada Raisa.
Raisa tersenyum senang mendengar pujian kakaknya. "Kalau gitu Raisa ke sana dulu, ya, Kak," ujar Raisa menunjuk pada mejanya.
"Oke."
Saat ini keduanya tengah berada di ruangan milik papa mereka. Raisa dan Devan memang bekerja di ruangan yang sama.
"Syukur deh, kalau Kak Devan puas. Next time bakal buat Kak Devan bangga lagi," batin Raisa.
Karena dirasa tugasnya sudah selesai. Raisa memilih untuk bermain HP saja. Sudah lama ia tak memegang HP-nya itu. Semenjak membantu kakaknya, ia jarang membuka media sosialnya atau pun HP-nya. Ia lebih sering membuka laptop pribadi yang baru dibelikan Devan untuknya belajar. Juga laptop untuknya bekerja di Melody
Cafe.
****Rasya****.
"Hai, apa kabar, Rai?"
"Sibuk ya? Gua mau ngajak lu jalan nih. Pumpung besok malam minggu," tulis Rasya pada laman chat pribadinya dengan Raisa
Raisa.
"Gua baik kok, Sya," balas Raisa.
Tak lama kemudian, HP Raisa kembali berbunyi. Ia pun segera melihat siapa yang mengirimkannya pesan.
"**Kak Gio**?" gumam Raisa saat melihat nama si pengirim pesan.
Raisa kira, yang mengirimkan pesan adalah Rasya. Tetapi malahan Gio. Entah ada apa? Padahal biasanya jika urusan Melody Cafe Gio akan mengirimkannya e-mail. Bukan chat pribadi seperti sekarang ini.
Kak Gio.
"Rai, lagi di mana?" tulis Gio.
Raisa.
"Lagi di Isa Grup, Kak. Ada apa? Apa Melody Cafe bermasalah?" balas Raisa.
Gio dengan cekatan menulis balasan untuk Raisa.
Kak Gio.
"Aku ke sana, ya. Sekalian mau bahas gaji karyawan," kata Gio.
Raisa.
"Oke, aku tunggu, ya😄!"
Kak Gio.
"Mau dibawain apa, Rai?🤭"
Raisa.
"Bawain spaghetty 2 aja, Kak. Jangan pedas-pedas. Sama minumnya mineral water aja😂."
__ADS_1
Kak Gio.
"Hahahaha, itu aja, yang lain mau ga?☺"
Raisa.
"Yang lain emang apaan?"
Kak Gio.
"Cintaku padamu Isael hahaha😍," balas Gio.
Raisa tertawa kecil saat membaca balasan pesan dari Gio. Devan yang saat itu tengah sibuk pun, mengalihkan pandangannya kepada adiknya.
"Lagi ketawa sama siapa?" tanya Devan penasaran.
"Enggak sama siapa-siapa," jawab Raisa mengelak.
"Halah, jujur, aja. Kamu punya pacar, ya?" selidik Devan memicingkan matanya.
"Eh, enggak kok, Kak," jawab Raisa gugup sendiri.
"Terus itu apa?" tanya Devan lagi.
"Emm ini Kak Gio mau ke sini udah itu aja," jawab Raisa jujur.
"Oh," Devan hanya ber-oh ria.
Devan kembali lagi pada kesibukannya. Begitu pula dengan Raisa, gadis itu kembali pada HP-nya.
Raisa.
"Udah ah! Buruan ke sini, udah lapar ini. Tadi belum makan!" balas Raisa.
Kak Gio.
"Ada-ada saja," batin Raisa.
Raisa memilih untuk mengisi waktu luangnya dengan membuka akun media sosial miliknya. Terakhir kali ia membuka ialah ketika selesai dari berkunjung ke pameran bersama Rasya. Saat itu Raisa menerima permintaan mengikuti dari Rasya dan Raisa pun mengikutinya balik.
Saat tengah asyik, Raisa kembali mendapatkan notif pesan chat dari Rasya.
Rasya.
"Gimana, mau ga?"
Raisa.
"Gua tanya Kak Devan, Oma, sama ibu dulu."
Rasya.
"Oke. Malam minggu nanti gua ke rumah lu."
Raisa.
"Kan belum izin."
Rasya.
"Pasti diizinin."
Tak lama kemudian, pintu ruangan Devan diketuk dan tanpa dipersilakan orang itu langsung masuk.
"Sibuk, ya?" tanya Gio begitu memasuki ruangan.
"Eh, Gi. Enggak kok," sahut Devan menoleh sekilas kepada sahabatnya.
__ADS_1
"Ini, gua bawain makanan. Kata Raisa dia belum makan," ujar Gio meletakkan plastik makanan di atas meja.
"Tadi dia gua ajakin makan katanya ga mau," kata Devan beranjak dari duduknya.
"Makan dulu, Rai!" ajak Devan menghampiri Raisa di mejanya.
"Oke."
Mereka bertiga pun asyik menyantap makan siang mereka. Bukan siang sebenarnya, karena hari sudah menunjukkan pukul lima sore.
"Gimana rencana lu?" tanya Gio setelah sahabatnya itu menyelesaikan makan sorenya.
"Rencananya besok gua mau buka Isa Grup," jawab Devan seraya meminum mineral water yang dibawakan Gio.
"Oke deh. Lebih cepat lebih baik," kata Gio.
"Terus itu koala galak dapat bagian apa?" tanya Gio menoleh pada Raisa yang belum menyelesaikan makan sorenya.
"Dia jadi pemantau dari jauh," jawab Devan sekenanya.
"Hahaha," tawa Gio pun pecah.
"Udah sore nih. Balik, yuk, Rai!" ajak Devan.
"Bentar, Raisa beres-beres dulu," sahut Raisa langsung menghabiskan makanannya.
Kemudian, Raisa menuju mejanya dan mulai membersihkan beberapa peralatannya. Mulai dari seragam sekolahnya yang tadi sudah ia ganti, laptop, dan beberapa buku.
"Udah, yuk, Kak!" ajak Raisa.
"Eh, tunggu. Kak Gio jadi bahas gaji karyawan?" tanya Raisa pada Gio.
"Jadi, tapi besok saja tidak apa-apa. Sekarang pulanglah," jawab Gio.
"Oke. Nanti kirim lewat e-mail saja," ucap Raisa.
"Siap."
"Gua duluan," ucap Devan.
"Gua juga," ucap Gio mulai mengikuti Devan keluar dari perusahaan.
Isa Grup memang sudah mulai beroperasi. Beberapa karyawan juga sudah mulai bekerja. Jam kerja di Isa Grup dimulai dari pukul 07.00-17.00 WIB. Sedangkan untuk jam lembur sampai pukul 19.00 WIB.
...****************...
Hari ini, sembilan November, tepat dimana hari ulang tahun pernikahan Meda Isa Al-Zabet dan Medina Putri Isabel yang ke tiga puluh tahun.
Tepat hari ini juga, Isa Grup akan dibangun kembali oleh Devan, Raisa, dan juga kedua sahabat Devan. Gio dan juga Andra.
"Udah siap, Bro?" tanya Gio pada Devan yang sedang mempersiapkan untuk meresmikan pembangunan Isa Grup lagi.
"Udah," jawab Devan.
"Kita mulai sekarang, Kak?" tanya Raisa.
Raisa hari ini mengambil izin untuk tidak masuk sekolah. Ia ingin membantu kakaknya dalam mempersiapkan pembangunan Isa Grup kembali. Oma Melani dan Bu Dewi juga menemani Devan dan Raisa.
"Baik, mohon perhatian semua," sapa Devan di atas podium.
Beberapa tamu undangan dan kolega bisnisnya pun beralih ke arah podium. Di mana seorang pemuda tampan dengan setelan jasnya sudah berdiri di sana.
"Hari ini, tepat dimana hari ulang tahun pernikahan kedua orang tua saya. Meda Isa Al-Zabet dan Medina Putri Isabel," kata Devan.
"Hari ini, saya bersama adik saya yang hilang beberapa waktu lalu. Mulai membangun dan meresmikan Isa Grup untuk beroperasi lagi," imbuh Devan.
Gemuruh tepuk tangan memenuhi ruangan.
__ADS_1
"Terima kasih untuk rekan bisnis dan para tamu undangan yang sudah hadir. Semoga Isa Grup bisa lebih sukses dari sebelumnya," harap Devan.