
"Bagaimana perasaan mu saat ini nona Hanggi?" Tanya suster perempuan yang bertugas pada pagi hari ini, suster menyibak tirai di kamar Hanggi, agar Hanggi bisa berkomunikasi dengan orang di ruangan itu.
"Seperti biasa, hanya saja sedikit pusing." Jawab Hanggi, yang langsung di catat oleh sang suster.
"Tekanan darah mu sedikit turun, GDPP kamu sudah lumayan baik, mungkin hari ini bisa pulang." Ucap sang suster.
"Dokter Arga kapan visit sus?"
"Nanti sekitar jam satu siang, sekarang saya mau cek pasien yang lain ya, nanti obatnya jangan lupa di suntikan, terus puasa lagi, kita cek GDS sesudah makan dua jam ya..."
"Baik suster."
Setelah suster pergi, Hanggi mendapatkan pesan WhatsApp, dari nomer yang tidak di kenalnya.
No name : "Pagi Hanggi, bagaimana kabar kamu? Sehatkan, maaf ganggu Nggi, aku mau pesan catering lagi untuk besok dan satu bulan kedepan."
Hanggi membalas pesan itu.
Me : "Maaf atas nama siapa ya?" Hanggi mengerutkan dahinya, pasalnya nomer itu belum di save nya.
"Siapa ya??? Aku pakai lupa ngesave nomernya lagi." Gerutu Hanggi.
Tak lama pesan itu kembali di balas.
No Name : "Belum di save nomernya ya??? Aku Aryan."
Hanggi sedikit kaget tapi, dia membalas pesan itu sambil menggerutu.
"Kenapa orang ini selalu saja menghubungi ku, dia kakaknya Uta, aku harus bersikap sopan."
Me : "Iya, maaf ya mas, soalnya Hanggi lagi gak fokus ke catering, nanti aku sampaikan ke teman ku untuk siapkan menu buat mas Aryan."
__ADS_1
No name : "Okey... Oh ya Nggi, kamu udah lama kenal sama mama?" Pancing Aryan.
Me : "Kalau kenal, kenal banget mas, dulu kan Tante Risda sering ngajarin aku bikin maccaron."
No Name: "Berarti kalo kalian saling kenal bisa dong kapan² main ke rumah untuk ngobrol ngobrol, sekalian bikinin mama makanan."
Me. : "Bisa sih, tapi gak Minggu Minggu ini ya... Soalnya banyak yang harus Hanggi urus, oh ya, mas Aryan tau dari mana aku kenal sama Tante Risda? Tante Risda cerita?"
No Name: "Bukan cerita lagi Nggi, mama langsung heboh kaya ketemu temen lama, syukur deh kalo mama seneng ketemu kamu."
Me: "Memangnya kenapa mas?"
No Name : "Mama beberapa tahun ini tinggal di Bandung sama adik ku dan istrinya, tapi sekarang beliau tinggal sama aku, karena mama gak nyaman, jadi kalo ada kamu, berarti mama punya teman, aku jadi gak bimbang kalau harus pergi jauh ninggalin mama."
Me : "Jadi ceritanya secara gak langsung mas Aryan nyuruh aku untuk memantau Tante Risda?"
Aryan yang membaca pesan tersebut jadi malu sendiri.
No Name : "Enggak Nggi, aku kan pesan catering, jadi mama lebih enak aja gitu kalau kenal sama yang masak, mama juga punya teman ngobrol meski gak tiap jam." Tutur Aryan pada pesannya.
Me: "Oh gitu, memang istrinya mas Aryan kemana? Sampai mertuanya gak di temani."
Aryan kembali melotot membaca pesan Hanggi.
"Ya Allah Nggi, kalau aku udah berkeluarga juga gak bakal pesan catering, lagi pula emang muka aku kaya udah berkeluarga gitu ya..." Aryan menggaruk kepalanya.
No Name: "Hehe... Istri aku lagi OTW, mangkanya kamu anterin catering tiap hari ya, biar mama ku gak kesepian, masalah harga tenang aja."
Hanggi membaca pesan itu terbelak, "apa maksudnya OTW? Masa iya sebulan lamanya."
Me : "Okey deh boss! Semoga istrinya mas Aryan gak nyampe nyampe biar pesan catering terus ya!!! Tapi aku jahat banget ngedoain orang kaya gitu... Hehe bercanda ya..."
__ADS_1
No name : "Nggi, aku mau nanya nih, tapi jangan serius."
Me : "Kok jangan serius?"
No name : "Iya, soalnya sedikit menyimpang dari catering."
Me : "Oke... Mas Aryan lagi bored ya???"
No name :"Aku mau nanya nih, kalau misalnya, cuma misalnya nih, seandainya, kalo... Kalau saya belum berumah tangga gimana? Terus kalo saya cuma mau modus sama kamu pesen catering gimana?"
Me: "Bodo amat... Yang penting mas Aryan bayar sesuai dengan tagihan yang ada, lagi pula mas Aryan udah nikah kan ya... Jadi ya bodo amat." Pesan Hanggi terkirim tanpa tau kebenarannya.
Di seberang sana Aryan justru malah tertawa.
"Hahahah... Bener kata Uta nih anak emang gak peka, gak ada ge eR nya sama sekali."
Aryan membalas pesan itu kembali.
No name: "Saya belum nikah Nggi, lagi emang muka saya kaya bapak bapak ya??? Oh ya Nggi, kamu gak keberatan kan kalo saya modusin kamu."
Hanggi gemetar memegang ponselnya, namun pesan itu tetap dia balas.
Me : "Wah beneran ini sih?? Mas Aryan lupa minum obat ya??? Kalau lagi bosen mending zikir yang banyak deh, jangan ngoceh gak jelas sama anak orang."
Dan pesan pun berhenti Aryan tidak lagi membalas pesan itu karena dia harus menemui atasanya.
"Pak Aryan sudah di tunggu oleh Pak Darius."
"Baik saya segera ke atas." Ucap Aryan sambil membawa beberapa dokumen yang sudah di periksanya tadi.
Hanggi pun menamai kontak Aryan (😺 Aryan) Hanggi memilih gambar kucing untuk menandai kontaknya, karena menurutnya Aryan mirip seperti kucing garong yang suka berulah gak jelas.
__ADS_1