
Dirga harus kembali menelan pil pahit karena penolakan dari Papanya Acha. Untuk yang kedua kalinya dirinya harus mau merelakan Acha untuk menikah dengan Marvel sesuai keinginan dari Papanya Acha.
"Aku tidak akan menyalahkan mu atau Pak Mirwan karena kita tidak bisa menikah. Mungkin seharusnya aku bersyukur karena Marvel yang dipilihkan oleh Pak Mirwan untuk mu, karena Marvel sudah teruji akan kesetiaan dan ketulusannya pada mu dan Devan." Dirga berusaha membesarkan hati Acha yang sejak tadi terlihat murung di dalam kamar hotel.
"Aku takut jika aku tidak bisa melayani Marvel sepenuh hati ku, karena yang ada di sini hanya ada kamu, Dirga." Acha mendongak sambil memegang dadanya.
Dirga segera memeluk Acha dengan begitu erat lalu dia mengecup kening Acha cukup lama. "Kamu harus berusaha karena Marvel suami mu, maaf kan aku yang sudah menyentuh mu dulu sampai menghadirkan Devan. Aku ikhlas kalau kamu harus melayani Marvel." Ucap Dirga setelah melepaskan pelukannya. Dia harus kuat bahkan harus lebih kuat dari yang sebelumnya.
Itu pertemuan Acha dan Dirga yang terkahir sebelum akhirnya Acha akan menikah dengan Marvel.
🍁
🍁
🍁
__ADS_1
Hari itu kini datang juga. Acha sudah di rias dengan begitu cantik di hari pernikahannya.
Atas permintaan kedua orang tuanya dan Irish, Dirga menguatkan hatinya untuk menghadiri pernikahan Acha dengan Marvel.
Dirga sengaja duduk di kursi pada barisan yang paling belakang. Rasanya dia tidak cukup kuat untuk melepaskan separuh jiwanya menikah dangan pria lain.
Marvel sudah terlihat duduk bersama Pak Mirwan bergabung dengan para petugas pernikahan yang lain.
Senyum sumringah terlihat pada wajah tua dan muda itu. Senyum yang sanggup mengoyak hatinya.
"Dirga!. Kemari lah!. Aku meminta pada mu dengan hormat untuk ke sini dan duduk bersama ku di sini!." Ajak Marvel melambaikan tangannya pada Dirga.
Semua pasang mata tertuju pada sosok Dirga yang tampan namun terlihat sangat kacau.
Papa dan Mamanya meminta Dirga untuk memenuhi ajakan dari Marvel. Irish pun berlari kearahnya dan menuntun langkahnya ke depan menuju meja yang akan digunakan untuk melakukan Ijal kabul.
__ADS_1
"Duduk lah!." Marvel membantu Dirga memposisikan duduknya berhadapan dengan sang penghulu dan Papa Mirwan.
"Maaf aku tidak bisa menjadi saksi pernikahan kau dan Acha." Marvel hendak bangkit dan pergi dari sana karena dadanya yang begitu sesak.
Marvel berhasil menahan tubuh Dirga untuk tetap duduk di posisi nya yang sekarang.
"Aku tidak meminta kau menjadi saksi, tapi kau lah mempelai pria yang akan menikahi putri ku."
Deg
Lelucon macam apa ini?. Apa yang membuat hati Papanya Acha luluh dan mau menikahkan dirinya dan Acha.
"Kalau kau tidak mau, aku akan meminta Marvel untuk menjadi mempelai prianya?."
"Tidak!, jangan!. Aku mau bersedia menjadi mempelai pria untuk putri Pak Mirwan!." Dengan cepat Dirga menyanggupinya. Meski ini semua seperti mimpi.
__ADS_1
Papa Mirwan menyerah pada egonya, dia tidak ingin melihat Acha lebih menderita lagi dengan menikahi Marvel, setelah Papa Mirwan mendengar percakapan terakhir antara Acha dan Dirga yang berhasil direkam oleh Anna sewaktu di dalam kamar hotel.