Sebuah Pilihan

Sebuah Pilihan
Bab 49 Sebuah Pilihan (Tamat)


__ADS_3

Setelah merundingkannya secara bersama-sama. Hari ini, Papa Mirwan menarik semua modal dari perusahan Papa Dirga. Sebagai gantinya adalah hasil dari penjualan perusahan Dirga beberapa bulan lalu, yang ternyata belum di pakai oleh Papanya. Dan pemilik perusahaan tetap Papa Dirga.


Dirga sendiri lebih memilih bekerja pada perusahaan Acha dan Marvel. Karena Marvel akan lebih sibuk di London bersama Papa Mirwan. Sama masih mengurus perusahan yang ada di sana.


Dan untuk Papa Raisa sendiri, sudah lama tidak bekerja sama lagi dangan Papa Dirga. Setelah perpisahan Raisa dan Dirga.


Kenapa Dirga lebih jalan seperti ini, karena untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan terjadi di kemudian hari. Karena segala sesuatu yang berhubungan dengan uang, itu sangat sensitive sekali.


Dan sore ini, setelah resmi perusahan mereka tidak ada kerja sama apa pun. Mereka berkumpul untuk makan malam di rumah Acha dan Dirga.


Mama Dirga dan Mama Raisa ikut membantu Acha untuk menghidangkan makanan untuk mereka. Karena sudah waktunya Devan untuk minum susu dari sumbernya langsung. Namun sebelum meninggalkan dapur, Acha meminta Dirga untuk mengajak Mamanya dan Mama Raisa. Karena ada Mbak yang mengerjakannya.


Makan malam pun telah usai, Papa dan Mama Raisa sebelum berpamitan pulang. Mereka menyempatkan meminta maaf pada Acha, Dirga dan Papa Mirwan atas kesalahan mereka di waktu dulu. Dan sekarang mereka hanya ingin hidup dengan tenang tanpa adanya rasa bersalah lagi.

__ADS_1


Mereka berpelukan untuk saling maaf memaafkan, sebelum Papa Mama Dirga dan Papa Mama Raisa pulang.


Papa Mirwan, Marvel dan Anna rencana besok pagi akan kembali ke London dan mulai mempersiapkan pernikahan Marvel dan Anna yang hanya tinggal satu bulan lagi.


Malam ini Devan tidur bersama Papa Mirwan dan Marvel, sedangkan Irish tidur bersama? Anna. Membiarkan Dirga dan Acha memiliki waktu luang bersama karena sampai sekarang mereka belum ada pergi berbulan madu kemana pun.


Malam ini benar-benar menjadi milik Acha dan Dirga. Bahkan Anna yang dibantu Marvel mendekor kamar Acha dengan cukup baik. Hanya diberi lilin dan beberapa buket bunga mawar di beberapa tempat di kamar Acha.


"Anna dan Marvel berhasil untuk menyenangkan kita." Ucap Dirga menatap Acha yang baru keluar dari kamar mandi. Langkah dengan kimono menutupi seluruh tubuhnya.


"Aku tidak ingin menyia-nyiakan malam ini, sayang." Dirga melangkah mendekati Acha lalu mengecup pucuk kepalanya.


Acha hanya mengangguk sambil tersenyum dengan memegangi wajahnya yang terasa panas karena menahan malu.

__ADS_1


Perlahan tangan Dirga meraih tali kimono yang di pakai Acha lalu menariknya hingga lepas dan mulai memperlihatkan tubuh polos Acha. Bukan kali pertama Dirga melihat raga polos istrinya. Tapi entah kenapa dia selalu memuja tubuh indah itu.


"Sekarang kita bisa melakukannya tanpa takut Irish terbangun atau pun Devan yang menangis karena ingin menyusu pada mu. Malam panjang ini, aku yang akan menyusu pada mu." Ucap Dirga sambil tersenyum jahil. Kedua tangannya sudah mengusap lembut bulatan di atas buah dadanya.


Acha menggigit bibir bawahnya guna menahan rasa geli yang dirasanya. Usapan demi usapan lembut Dirga lancarkan pada tubuh polos Acha.


"Ah...." Penyatuan pertama pun di lakukan di atas meja rias. Hingga mereka mendapatkan pelepasannya.


"I love you..."


"I love you too, suami...."


Mereka kembali mendaki nirwana secara bersama-sama. Melupakan semua yang telah tejadi yang mewarnai perjalanan cinta mereka.

__ADS_1


Tamat.


Terima kasih yang sudah mengikuti Acha dan Dirga...Sehat selalu 🙏🙏❤️👍😘


__ADS_2