
Tidak terasa satu bulan sudah mereka di sana. Dan hari ini mereka akan kembali ke Jakarta. Marvel dan Acha akan menjalani pernikahan yang sudah mereka janjikan pada Papa Mirwan.
Sampai di bandara, kepulangan Acha dan Marvel di sambut oleh Papa Mirwan. Namun sepertinya Papa Mirwan harus kecewa melihat pemandangan yang ada dihadapannya.
Dirga menggandeng tangan Acha dengan Devan yang berada dalam gendongannya. Sedangkan Marvel menggandeng Anna dengan begitu posesif.
Papa Mirwan terdiam ditempatnya, seketika dia merasakan dadanya yang begitu nyeri hingga dia harus membungkukkan tubuhnya.
"Papa!." Acha berlari dan menghampiri sang Papa tapi Papa Mirwan menolak untuk didekati.
Air mata Acha tumpah melihat kondisi Papa Mirwan seperti itu. Tapi dia tidak bisa berbuat apa-apa.
Marvel melepas tangan Anna dan mendekati Papa Mirwan. Namun lagi-lagi Papa Mirwan menolak untuk didekati.
Acha dan Marvel hanya sanggup saling menatap sambil terdiam.
"Sampai Papa mati pun, Papa tidak akan pernah merestui kamu dan Dirga atau pria mana pun. Karena hanya Marvel yang terbaik untuk mu." Ucap Papa Mirwan sambil memegang dadanya lalu dia jatuh tidak sadarkan diri.
.
__ADS_1
.
.
Acha dan Dirga saling memeluk Devan yang berada dalam gendongan Dirga. Menunggui Papa Mirwan yang belum sadarkan diri.
"Berjuang lah lebih keras lagi untuk aku dan Devan!. Aku hanya ingin kamu!." Acha terisak dalam pelukan Dirga dan Dirga mengecup pucuk kepala Acha.
"Aku tidak bisa kalau taruhannya nyawa Papa mu, Cha." Dirga membuang nafasnya kasar dengan hati yang begitu terasa sesak.
"Tetap lah berjuang untuk kami!." Pinta Acha lagi dengan begitu pilu.
"Papa...Mama..." Ucap Dirga begitu lirih. Pandangan Acha kini beralih pada kedua orang tua Dirga yang berjalan kearah mereka.
"Kami sangat merindukan mu." Mama Dirga langsung memeluk Dirga setelah Acha melerai pelukannya.
Suara tangis Devan pecah karena mulai terganggu dengan tidurnya, hingga fokus Mama Dirga kini beralih pada Devan.
"Dia?." Mama Dirga memperhatikan dengan seksama wajah anak laki-laki yang ada dalam gendongan Dirga.
__ADS_1
Dirga mengangguk mengiyakan, seolah paham dengan tatapan sang Mama.
"Devan, putra ku bersama Acha."
"Marvel?."
Mama Dirga menatap Acha yang tertunduk di samping Dirga.
Mama Dirga mencoba mengerti dengan situasi mereka. Hingga dia tidak banyak bertanya apa pun lagi.
Dirga menyerahkan Devan pada sang Mama, lalu Dirga memeluk sang Papa.
"Papa akan membantu mu untuk mendapatkan Acha dan Devan." Bisik Papa Dirga di telinga Dirga dan Dirga hanya mengangguk.
Setelah beberapa jam berlalu, Papa Mirwan sudah sadar dan bisa berkomunikasi lagi. Tapi dia belum mau menerima siapa pun yang datang mengunjunginya, termasuk Acha dan Marvel. Jadi mereka harus bersabar lagi untuk menunggu Papa Mirwan di luar ruangan.
Acha harus sampai menyewa kamar hotel untuk menidurkan Devan yang sedikit rewel karena posisi tidur yang kurang nyaman.
"Sekarang kau yang harus bertanggung jawab pada Acha dan Devan. Kau lakukan sebisanya, mungkin aku hanya bisa sedikit saja membantu kalian. Karena aku juga akan memperjuangkan Anna, kita akan sama-sama berjuang untuk bahagia." Ucap Marvel ketika mereka hanya berdua. Sebab Anna menemani Acha menidurkan Devan.
__ADS_1
"Iya, aku akan berjuang untuk Devan dan Acha. Namun jika pada akhirnya perjuangan ku harus berakhir sia-sia, aku titipkan Acha dan Devan pada kau. Karena kau memang pria yang sangat baik." Balas Dirga menepuk pundak Marvel.