Sebuah Pilihan

Sebuah Pilihan
Bab 41 Sebuah Pilihan


__ADS_3

Hingga malam menjelang , Marvel hanya diam tanpa kata di dalam kamar, sehingga Anna juga tidak tahu harus berbuat atau berkata apa pada Marvel. Anna lebih memilih mulai membantu menyiapkan pekerjaan untuk Marvel esok hari.


Setelah menyelesaikan pekerjaannya pun, Anna melihat kearah Marvel yang masih asyik dengan lamunan dan aksi diamnya. Hingga fokus Anna kini beralih pada ponselnya yang berdering dan ternyata itu dari Acha. Acha mengajak dirinya dan Marvel untuk makan malam bersama. Mau tidak mau Anna harus berbicara pada Marvel dan menyadarkan lamunan Marvel.


Karena Marvel yang tidak merespon panggilan dari Anna, akhirnya Anna berinisiatif untuk menyentuh lengan Marvel dan itu berhasil.


"Ah... iya Anna, ada apa?." Marvel mengusap wajahnya kasar, dia pasti terlihat sangat kacau dan berantakan sekali.


"Maaf Pak Marvel, Ibu Acha mengajak kita untuk makan malam bersama di dalam kamarnya." Jelas Anna memberitahu Marvel.


"Ok, Anna. Kamu bilang pada Acha, setengah jam lagi kita akan ke kamar mereka." Marvel bangkit dan menuju kamar mandi.

__ADS_1


Anna menarik nafasnya dalam, dia segera mengirimkan pesan pada Acha sesuai apa yang diucapkan oleh Marel.


Setengah jam telah berlalu, Anna dan Marvel sudah berada di kamar Acha. Mereka duduk berempat saling berhadapan, namun sebelum itu Marvel dan Dirga saling berpelukan sebagai tanda damai diantara mereka.


"Devan sudah tidur?." Tanya Marvel basa-basi karena dia begitu grogi berada diantara Dirga dan Acha. Terlebih Acha dan Dirga mempertunjukkan kasih sayang mereka dengan begitu tulus. Hingga tanpa sadar, Marvel memegang tangan Anna yang ada di atas meja makan.


Perlakuan Marvel yang seperti itu mencuri perhatian Acha dan Dirga yang langsung mengulum senyum. Anna menjadi salah tingkah sendiri dan mencoba menarik tangannya, tapi Marvel malah menahannya bahkan memeganginya dengan begitu erat.


Wajah Anna seketika memerah karena malu, tapi dia sadar diri sebab Marvel melakukan ini karena rasa kecewanya tidak bisa memiliki Acha. Hingga dia langsung bisa menormalkan lagi perasaannya.


"Kamu dan Anna, pasangan serasi. Meski pun aku tidak terlalu tahu tentang Anna, tapi aku merasa yakin jika Anna wanita baik." Jawab Acha yang mewakili Dirga juga.

__ADS_1


"Acha benar, kalian pasangan yang serasi." Dirga sangat setuju dengan Acha. Tapi di sini dia harus menegaskan pada Marvel untuk berbuat gantle. "Tapi kalau boleh minta, kau jangan jadikan Anna sebagai pelampiasan karena aku."


Dengan cepat Marvel menggeleng sambil mengecup punggung tangan Anna. "Kami sudah hampir lima bulan ini selalu bersama karena pekerjaan. Tapi lama-lama aku merasa nyaman dan ketergantungan dengan keberadaan Anna di sisi ku."


Marvel sedikit berbohong sebab Dirga mengkhawatirkan jika dirinya akan mempermainkan Anna. Memang tidak lah salah dengan kekhawatiran Dirga, karena itu yang sebenarnya terjadi.


Namun Marvel memang membutuhkan sosok wanita yang bisa mengobati luka hatinya dan harus bisa membawa Marvel keluar dari perasaannya pada Acha yang sudah sangat mendalam.


"Bagus kalau kau berniat serius. Kami akan mendukung kalian." Sahut Dirga.


"Kami juga ingin berterima kasih pada kebaikan dan ketulusan yang kau berikan pada kami. Semoga saja kebahagiaan juga menyertai kalian berdua." Lanjut Dirga dengan tulus. Dia meraih tangan Acha lalu mengecupnya.

__ADS_1


__ADS_2