Sebuah Pilihan

Sebuah Pilihan
Bab 42 Sebuah Pilihan


__ADS_3

Usai makan malam, Marvel dan Anna kembali ke kamar mereka. Meninggalkan Acha dan Dirga yang sedang menikmati waktu berdua mereka. Membicarakan banyak hal, apa saja yang terjadi pada mereka tanpa kehadiran satu sama lain.


Keduanya berdiri di samping tempat tidur Devan. Menatap lekat malaikat mereka yang sedang tidur terlelap.


Acha melingkarkan pelukannya pada pinggang Dirga dengan kepala yang bersandar di dada bidang Dirga.


"Kamu pasti banyak mengalami kesulitan karena aku?." Dirga mengecup pucuk kepala Acha dengan sayang.


"Tidak, aku tidak mengalami kesulitan apa pun karena adanya Marvel." Ucap Acha jujur. Namun pernyataan jujur dari Acha cukup menimbulkan rasa cemburu di dalam hati Dirga. Perasaannya sedikit tidak tenang karena Marvel lah pria yang direstui oleh Papa Acha. Dan pria itu yang selama ini ada untuk Acha dan buah hati mereka.


Acha menyadari perubahan sikap Dirga dan dia langsung menatap Dirga setelah melepaskan pelukannya pada Dirga.


"Apa ada yang salah dengan ucapan ku?." Tanya Acha.


"Tidak, hanya saja kenapa kamu tidak tidak bisa mencintai Marvel dan menerima pernikahan kalian?." Tanya Marvel menatap wajah cantik Acha.


Acha menarik tangan Dirga untuk duduk di tepian tempat tidur.

__ADS_1


Acha menceritakan semuanya, sebenarnya dia yang mau belajar menerima pernikahan mereka. Tapi Marvel sendiri yang menolaknya dengan alasan Dirga tidak akan pernah terganti oleh pria mana pun.


"Aku sangat cemburu pada Marvel?." Aku Dirga dengan jujur sambil meraih tangan Acha lalu mengecupnya cukup lama.


"Kamu adalah pemilik hidup ku, Marvel sangat cemburu dan iri pada mu. Saat kamu pergi dengan suka rela dari hidup ku karena Papa." Acha mengelus lembut wajah Dirga.


"Setelah ini kita harus berbicara pada Papa tentang kita. Karena mungkin Marvel tidak akan membantu kita lagi." Lanjut Acha mengikis jarak diantara mereka, kemudian dia mengecup lembut bibir Dirga untuk beberapa saat.


Dirga membalas ciuman Acha dengan tidak kalah lembut.


"Aku juga, aku sangat mencintai mu." Balas Dirga saat ciuman mereka terlepas.


Jika di kamar Acha dan Dirga begitu hangat dan sangat intim. Jauh berbeda dengan di kamar Marvel dan Anna.


Anna menjadi pendengar yang baik untuk setiap isi hati Marvel mengenai asmaranya yang tidak pernah berjalan mulus.


Marvel merasakan sedikit lega dengan beban hatinya karena ada Anna disampingnya. Wanita yang tidak pernah masuk dalam perhitungannya, karena selama ini hanya ada Acha, Acha dan Acha.

__ADS_1


Keesokan paginya...


Marvel dan Anna menuju lokasi pekerjaan mereka usai sarapan bersama Acha dan Dirga.


Mereka langsung bekerja sesuai dengan apa yang sudah mereka rencanakan dari hotel. Anna menjadi sekretaris yang sangat handal untuk Marvel dan pekerjaan mereka.


Hubungan mereka sangat baik dan cukup dekat setelah malam panjang yang mereka habiskan untuk sekedar bercerita.


"Kita makan siang dulu di sini." Ajak Marvel pada Anna sambil memasuki sebuah restoran sederhana.


Anna hanya mengangguk mengiyakan lalu berjalan di belakang Marvel.


Mereka mencari tempat duduk di paling pojok supaya mereka bisa leluasa untuk mengobrol.


Setelah Anna dan Marvel memesan makanan, keduanya saling pandang untuk beberapa saat. Hingga Marvel buka suara.


"Apa kamu mau kalau kita menjalin hubungan yang serius?." Tanya Marvel to the points.

__ADS_1


__ADS_2