
Irish berangsur membaik setelah dijenguk oleh Dirga. Namun dengan perjanjian Irish tidak boleh menceritakannya pada siapa pun yang dekat dengan Irish mau pun Dirga.
Sampai dua hari berikutnya, Irish sudah diperbolehkan untuk pulang. Meski kedua orang tua Dirga, kedua orang tua Raisa dan Raisa sendiri merasa heran dengan kesembuhan Irish yang begitu tiba-tiba tapi pastinya mereka sangat senang sekali dengan kesembuhan Irish.
Mereka hanya mampu menyimpan keheranan mereka di dalam hati saja.
Siang ini, Acha dan Marvel sudah mengambil keputusan besar tentang hidup mereka. Papa Mirwan sudah menunggu mereka di ruang tengah untuk mendengarkan hasil keputusan mereka.
Meski berat untuk semuanya, tapi Acha dan Marvel harus mengambil langkah ini.
"Apa keputusan, kalian?. Kapan kalian akan kembali menikah?." Tanya Papa Mirwan to the points sebab dia tidak ingin mendengar penolakan.
"Satu bulan lagi, Pa." Jawab Marvel, sedangkan Acha sendiri tidak buka suara, dia lebih memilih duduk di sebelah Marvel.
"Satu bulan terlalu lama, dalam dua hari juga kalian bisa menikah. Kenapa harus menunggu satu bulan?. Kalian tidak sedang mengakali aku kan?." Tanya Papa Mirwan sinis, dia tidak ingin lagi kecolongan dengan akal-akalan mereka.
__ADS_1
"Satu bulan, Pa. Karena aku harus ke luar kota untuk pekerjaan. Aku juga tidak mungkin membawa Acha dan Devan, karena kondisi tempatnya tidak memungkinkan." Jelas Marvel pada Papa Mirwan.
Marvel juga menyerahkan kontrak kerja sama dan apa saja yang harus dikerjakannya selama disana.
Papa Mirwan mengangguk paham dengan pekerjaan Marvel yang satu ini.
"Ok, satu bulan. Tapi kalian sudah harus mempersiapkannya dari sekarang." Akhirnya Papa Mirwan menyetujui.
Senyum lebar terlihat jelas dari wajah Acha dan Marvel karena mereka berhasil meyakinkan Papa Mirwan. Tapi mereka pun jangan sampai lengah yang nantinya Papa Mirwan akan memajukan pernikahan mereka.
Papa Mirwan dan Marvel segera ke kantor setelah pembicaraan mereka berakhir. Karena memang ada pekerjaan yang harus diselesaikannya bersama Papa Dirga.
Namun pada saat meeting bersama Papa Mirwan, Irish ditinggal bersama Ruslan.
"Aku mau bertemu Papa lagi!." Rengek Irish pada Ruslan.
__ADS_1
"Iya, nanti kita bertemu Papa lagi. Tapi tidak sekarang."
"Kapan?. Tapi aku sudah rindu pada Papa. Aku sudah mengikuti Papa, untuk tidak memberitahukan siapa pun."
"Iya, Irish. Nanti ya Om bilang dulu sama Papa. Irish harus tetap merahasiakan keberadaan Papa Dirga." Jawab Ruslan sambil menatap kearah pintu dimana sudah ada Marvel yang berdiri dengan membawa dokumen.
"Berikan alamat Dirga pada ku!." Ucap Marvel dengan tatapan yang sangat tajam.
"Aku tidak tahu dimana Pak Dirga!." Balas Ruslan tak kalah tegas.
"Jangan sampai aku mengulangi untuk yang kedua kalinya!." Ucap Marvel lagi sambil menutup pintu.
Marvel dan Ruslan saling tatap untuk beberapa saat hingga akhirnya Ruslan menyerahkan satu lembar kertas bertuliskan alamat Dirga.
Marvel langsung pergi dari ruangan tersebut setelah menerima kertas dari Ruslan, sebab Papa Mirwan sudah menunggunya untuk pulang.
__ADS_1
Sampai di rumah, Papa Mirwan dan Marvel langsung makan malam setelah mandi. Mereka juga sempat membahas pernikahan yang akan mereka langsungkan dalam waktu satu bulan lagi.
"Kali ini, Papa akan mengundang banyak orang untuk pernikahan kalian." Ucap Papa Mirwan di sela-sela makannya.