Sebuah Pilihan

Sebuah Pilihan
Bab 36 Sebuah Pilihan


__ADS_3

"Papa meminta anak dari kita?." Ucap Marvel sambil menatap wajah tanpa Devan.


Acha terdiam di pinggir tempat tidur, dia meletakkan beberapa keperluan Devan di samping kirinya.


"Lalu apa yang kamu bilang?." Tanya Acha setelah berhasil menelan ludahnya dengan susah payah.


Marvel menggeleng sambil berbalik badan, berjalan kearah Acha lalu menarik kursi dan duduk di depan Acha.


"Kita harus secepatnya memberitahu tentang perpisahan kita?." Marvel menatap lekat wanita yang sampai kapan pun tidak ada pernah bisa dimilikinya.


"Ya, secepatnya kita akan bicara pada Papa mengenai kita." Balas Acha sedikit ragu, karena dia masih memiliki kekhawatiran yang sangat besar pada Papanya.


Marvel dan Acha sepakat untuk berpisah ketika Acha memberitahukan kehamilannya pada Marvel.


Dengan sangat berat hati Marvel harus menalak Acha pada saat usia pernikahannya baru berjalan satu bulan.


Sebenarnya Acha memberinya pilihan lain sebelum Marvel lebih memilih untuk berpisah, tetap mempertahankan pernikahan mereka tanpa menyentuh Acha sampai anak Dirga lahir. Setelahnya Acha akan melayani Marvel sesuai kewajibannya.

__ADS_1


Marvel melihat dalam mata Acha, Dirga sudah menjadi bagian hidup terpenting Acha, apalagi ada anak diantara mereka sebagai pengikat keduanya, meski Dirga malah meninggalkan Acha tanpa tahu kehadiran dari buah cintanya bersama Acha.


Perceraian pun terjadi tanpa sepengetahuan Papa Mirwan. Dan Marvel yang sudah mengurusnya. Namun mereka tetap tidur di satu kamar yang sama jika Papa Mirwan datang bertamu ke rumah mereka. Tapi jika hanya mereka yang tinggal di rumah, Marvel akan menempati kamar yang lainnya.


Marvel segera bangkit dan berjalan menghampiri Devan yang menangis pelan, dia menepuk bayi mungil itu.


"Tidur lah, Cha. Biar Devan aku yang jaga. Aku masih belum mengantuk."


"Iya." Balas Acha sambil naik keatas tempat tidur dengan tatapan yang tertuju pada punggung Marvel.


Meski pun mereka tidak akan pernah bisa bersama, tapi entah kenapa Acha masih menikmati rasa cintanya untuk pria yang sudah memberinya anak.


Pagi-pagi sekali Papa Mirwan sudah bangun dan membuat sarapannya sendiri. Hanya menyeduh teh pahit dan roti yang diberi selai coklat.


Papa Mirwan menunggu anak, cucu dan menantunya bangun di meja makan sambil memeriksa beberapa berkas yang akan dibawanya meeting lagi.


Yang ditunggu pun akhirnya pun keluar, Marvel yang keluar paling dulu sambil menggendong Devan.

__ADS_1


"Selamat pagi, Pa." Sapa Marvel dan Acha bersamaan pada Papa Mirwan.


"Selamat pagi, Marvel. Cha, cucu ku." Papa Mirwan mengulurkan tangannya meminta Devan untuk diletakkan pada tangannya.


Marvel pun menyerahkannya lalu dia duduk di sebelah Papa Mirwan.


Papa Mirwan bisa menerima kehadiran anak Dirga yang berada di dalam rahim Acha. Dengan alasan karena Dirga sudah pergi dari hidup Acha dan membiarkan Acha menjalani rumah tangganya bersama Marvel.


Ditatapnya lekat wajah Devan, perpaduan Acha dan Dirga begitu kentara. Bayi lucu itu sangat menggemaskan.


"Jangan lama-lama kalian memberi Devan adik lagi. Supaya rumah kalian semakin ramai dan mumpung Papa masih bisa menikmatinya.


Acha dan Marvel saling pandang lalu fokus lagi pada Papa Mirwan dan Devan.


Sebelum Marvel berbicara hal penting, terlebih dulu mengambil Devan kembali lalu menyerahkannya pada Acha.


"Pa, maaf kan kami berdua. Aku dan Acha sudah bercerai." Ucap Marvel tegas.

__ADS_1


__ADS_2