Sebuah Pilihan

Sebuah Pilihan
Bab 40 Sebuah Pilihan


__ADS_3

Acha tidak ingin banyak bertanya apa pun lagi pada Marvel, karena Marvel sendiri tidak memberikan jawaban yang jelas, yang dapat memuaskan keingintahuannya.


Setelah beberapa jam kemudian, mereka melewati perjalanan udara. Sekarang mereka sudah sampai di kota yang dituju. Marvel sudah membawa Anna, Acha dan Devan ke hotel mewah yang ada di sana.


Lagi-lagi, Acha dibuat terkejut dengan pembagian kamar hotel. Dimana dirinya dan Devan akan tidur dalam satu kamar, sementara Marvel akan satu kamar dengan Anna, dengan alasan untuk mempermudah pekerjaan mereka. Bukannya Acha merasa cemburu, hanya saja dia merasa heran. Sebenarnya apa yang sedang direncanakan oleh Marvel untuk mereka.


Anna pun sangat keberatan untuk satu kamar dengan Marvel, tapi dia tidak bisa berbuat apa-apa jika atas nama pekerjaan.


"Sekarang masuk lah, Cha!. Kasihan Devan dari tadi digendong terus." Marvel membantu Acha membuka pintu kamar hotel.


Acha masuk dengan Anna yang dibelakangnya untuk memasukkan koper milik Acha dan Devan, setelahnya Anna keluar dan menutup pintu kamar.


Acha terdiam ditempatnya, kala dia melihat sosok pria yang sudah lama menghilang dari hidupnya. Acha berusaha menelan saliva nya dengan susah payah saat pria itu berjalan kearahnya dan Devan.


Acha tidak ingin berkedip, karena dia takut pada saat matanya berkedip, dia akan kehilangan pria itu lagi.

__ADS_1


"Kenapa tidak jujur pada ku?." Kalimat pertama yang dikeluarkan oleh pria yang ada didepannya.


"Dirga?."


Ya, pria yang ada didepannya saat ini adalah Dirga. Ayah dari anaknya. Pria yang sudah mengambil semua hidupnya, masa depannya. Dia begitu sangat mencintai Dirga, dari dulu, sekarang dan selamanya.


Acha belum sempat buka suara, Dirga sudah memeluk dirinya yang tengah menggendong Devan.


"Marvel?." Ucap Acha di dalam pelukan Dirga.


Dirga mengangguk sambil memegang wajah Acha."Ya, Marvel yang sudah menceritakan semuanya pada ku. Dia yang sudah menjaga kalian berdua selama aku tidak ada."


"Devan?. Kamu memberikan nama Devan pada putra Kita?." Tanya Dirga menurunkan tangannya lalu beralih pada Devan, dia mengelus lembut pipi putranya.


Acha mengangguk sambil menyerahkan Devan pada Dirga. Berulang kali Dirga menciumi seluruh wajah Devan, tapi anak kecil itu tidak sedikit pun merasa terganggu dengan apa yang dilakukan oleh Papa nya.

__ADS_1


Acha menghapus air matanya sambil menyandarkan kepalanya pada lengan Dirga.


"Dia tampan seperti mu!." Ucap Acha mengecup kening Devan.


Acha mengusap wajah Dirga yang sudah ditumbuhi bulu halus di area sekitar rahang.


"Bagaimana Marvel menemukan mu?." Tanya Acha menatap Dirga dari samping.


"Dari Ruslan, dia sudah mengancam Ruslan." Jawab Dirga sambil terkekeh. "Pantas saja dia membawa ku ke sini padahal tadinya dia tidak ingin mengajak kami ke sini."


"Iya, Marvel yang sudah mengatur semuanya untuk kita. Dia juga memaksa dan terkesan mengancam." Adu Dirga lada Acha.


"Kita sudah banyak berhutang budi padanya."


"Kamu benar."

__ADS_1


Dirga membawa Acha dan Devan dalam pelukannya. Mereka mencurahkan rasa rindu yang sudah lama tertahan.


Sementara itu di kamar hotel yang lain, yang dihuni oleh Marvel dan Anna. Kedua manusia itu begitu canggung berada dalam satu kamar hotel. Tapi Marvel merasa bersyukur, setidaknya dia tidak sendiri di saat sedang bersedih seperti ini.


__ADS_2