
Bagaikan mimpi yang menjadi nyata, akhirnya Dirga bisa menikahi Acha dengan restu dari Papa Mirwan dan kedua orang tuanya serta Irish dan Marvel.
Dirga begitu berterima kasih untuk kebesaran hati Papa Mirwan untuk memaafkan segala kesalahan keluarganya di masa lalu. Dan memberikan restunya pada mereka untuk melangsungkan pernikahan yang sangat mustahil dilaksanakan.
Tapi sekarang, mereka sudah terikat dalam tali suci pernikahan.
Tidak ada orang yang tidak bahagia atas pernikahan Acha dan Dirga, termasuk Raisa dan kedua orang tuanya yang juga hadir di sana. Meski pun Raisa harus menangis, itu air mata kebahagiaan karena Acha dan Dirga akhirnya bisa bersatu.
Walau pun penyesalan selalu datang di akhir, namun kita Raisa sedikit merasa lega karena rasa bersalah sudah memisahkan Acha dan Dirga yang saling mencintai.
Kata maaf belum sempat terucap dari bibirnya, tapi hati selalu berusaha mendoakan yang terbaik untuk kebahagian Acha dan Dirga.
Acha memeluk Marvel, pria yang sudah sangat baik dan mencintainya dengan begitu tulus. Tapi hati Acha sudah terpaut jauh pada Dirga, sehingga sulit bagi Acha untuk berpaling.
"Terima kasih yang tak terhingga atas segala kebaikan mu selama ini pada ku, pada Devan dan pada Papa. Kamu selalu menjadi anak laki-laki Papa yang selalu bisa diandalkan dalam keadaan apa pun. Aku sangat beruntung bisa mengenal mu, Marvel. Tetap lah berada dekat dengan kami, karena kami begitu menyayangi mu." Ucap Acha masih dalam posisi erat memeluk Marvel.
__ADS_1
Papa Mirwan ikut memeluk Acha dan Marvel dengan air mata yang sudah menetes. "Benar apa yang dikatakan oleh Acha, Papa sangat bangga pada mu. Tetap lah menjadi anak Papa selamnya, temani lah dan lindungi selalu Acha sebagai saudara perempuan mu."
Marvel ikut menitikkan air mata kala dia begitu haru dengan apa yang dikatakan oleh Acha dan Papa Mirwan. Marvel yang dulunya bukan siapa-siapa tanpa bantuan dan uluran tangan Papa Mirwan. Kini dia bisa menjelma menjadi salah satu seorang pengusaha yang sangat sukses dan sangat diperhitungkan.
Marvel sudah tidak bisa berbicara panjang lebar karena rasa bahagianya sehingga hanya ucapan terima kasih dan ribuan terima kasih pada kebaikan Acha dan Papa Mirwan.
Momen bahagia ini masih berlanjut sampai malam hari setelah para tamu undangan sudah pulang semua. Irish yang langsung suka setelah melihat Devan, dia meminta izin pada Riasan untuk menginap bersama Papa, adik dan Mama barunya. Raisa pun senang saat Acha menyambut hangat Irish di keluarga baru mereka.
"Terima kasih Acha, terima kasih."
"Cha..."
"Apa?."
"Aku minta maaf atas kesalahan ku dulu, dan kedua orang tua ku. Kami sangat menyesal sudah menyakiti orang baik seperti mu."
__ADS_1
"Iya, Raisa. Aku sudah memaafkan mu dan kedua orang tua mu. Aku juga minta maaf pada mu."
Raisa menggeleng lalu memeluk Acha dengan begitu erat. "Tolong maaf kan aku!."
"Iya, aku sudah memaafkan mu."
Pelukan mereka harta terlepas kala tangisan Devan yang begitu nyaring yang ada dalam gendongan Dirga.
"Aku harus menyusui Devan." Pamit Acha pada Raisa dan Raisa hanya mengangguk paham. Pastinya Devan sangat haus atau kelaparan.
Acha dan Dirga membawa Devan ke kamar, tapi Acha meminta Dirga untuk berbalik badan karena dia malu jika harus menyusui Devan di depan Dirga.
"Kenapa harus malu, sayang?. Bukannya aku juga pernah menyusu pada mu?."
Blush
__ADS_1