
Hanggi menyerahkan uang sejumlah yang ibunya minta, dia juga pagi ini menghubungi rekannya bahwa hari ini kemungkinan besar dia akan terlambat sekitar satu jam.
"Iya chef aku mau ambil debit card ku dulu yang ketinggalan di Maroon cafe."
"Kenapa gak di blokir aja sih Nggi, terus kamu urusin deh ke bank, dari pada harus pergi lagi ke Jakarta."
"Aku males ngurusnya, lagi juga gak terlalu jauh kok bukan pas di Jakartanya, hampir sih."
"Yaudah, kamu masuk jam 12 aja, biar gak terlalu capek dan gak di hitung lembur."
"Siap Chef makasih ya..."
"Sama sama, hati² ya Nggi." Kemudian sambungan telepon terputus.
Jam Enam tepat Hanggi berangkat menuju cafe itu, Hanggi menemui seorang karyawan wanita yang memang baru turun dari angkutan umum.
"Assalamualaikum mbak pegawai disini?" Sapa Hanggi yang terburu-buru karena takut terlambat lebih dari yang dia kira.
"Iya, oh ini ibu Hanggi ya, ayo Bu silahkan masuk, sebentar lagi pak Aryan datang." Jelasnya.
"Kenapa harus menunggu pria bernama Aryan datang, memangnya dia membawa debit card ku?" Ucapnya dalam hati.
Tak lama menunggu, seorang pria dengan jaket yang menyerupai jas berwarna navy itu datang dan langsung menanyakan sesuatu pada perempuan yang mengantar Hanggi tadi.
__ADS_1
Pria itu tersenyum dengan manis menyapa Hanggi yang terlihat menawan.
"Selamat pagi, sudah lama menunggu?" Ucap pria yang tidak di ketahui Hanggi siapa.
"Saya Aryan, yang semalam menelpon mbak Hanggi, oh ya saya dapat nomer kamu dari layanan bank, ini kartunya, lain kali perhatikan langkah dan teliti sebelum pergi." Aryan tersenyum menatap Hanggi yang berada di hadapannya.
"Terimakasih mas Aryan sudah mengembalikan kartu ini, saya pamit undur diri, saya harus pergi kerja." Ucapnya ramah, dan mengapitkan tangan.
"Assalamualaikum."
"Waalaikum salam." jawab Aryan sambil tersenyum.
Aryan yang datang hanya untuk mengembalikan kartu debit milik Hanggi kemudian segera pergi lagi dari cafe itu.
"Iya..." Jawabnya datar kemudian pergi.
"Lihat tuh pak Aryan benar benar deh profesionalitas nya, seandainya aja dia gak dingin, udah gue rayu." Kata seorang pegawai yang tadi bertatapan dengan Aryan.
"Wiwi, Wiwi, ngarep aja di gedein."
Lalu mereka semua tertawa di ruangan besar berisi meja dan kursi itu.
Aryan Devaka, merupakan seorang manager salah satu bank swasta di Jakarta, selain itu dia juga sibuk mengurus sebuah cafe yang merupakan usaha keluarga, Aryan memiliki seorang adik laki-laki dan kakak perempuan, ibunya merupakan seorang janda kaya, ayah Aryan merupakan seorang staf kantoran, yang berselingkuh di depan mata anak anaknya, Aryan seorang yang bertanggungjawab dan sampai sekarang dia lah yang mengurus semua keperluan adiknya dan adik iparnya.
__ADS_1
Adik Aryan bernama Juddan Syahputra, dia baru saja lulus kuliah tahun kemarin, sama dengan istrinya.
Juddan atau yang lebih akrab di panggil Uta adalah seorang anak yang keras kepala dan sangat nakal, buktinya saat sekolah SMA hampir tamat, dia tersandung kasus menghamili anak orang, dan itu yang membuat Aryan sampai detik ini harus menanggung biaya keluarga adiknya, meski semua itu bukan murni uang hasil jerih payahnya.
"Kok gue jadi penasaran ya sama Hanggi, kayanya ada yang beda dari dia deh??" Gusar Aryan dari dalam mobil yang berhenti tepat di sebuah lapangan parkir hotel.
"Jadi kerjanya di hotel? Tapi sebagai apa? Resepsionis? Waiters? Housekeeping? Dia gak pakai seragam? Tapi emang waktu gue minta data sama IT bank emang kerja di sini." Aryan nampak kikuk, akhirnya dia turun, menuju resepsionis.
"Ada yang bisa saya bantu pak?"
"Saya mau menanyakan apakah ada staf di hotel ini yang bernama Hanggi Agatha Rusdi?"
"Mohon maaf bapak siapa ya???"
"Saya dari pihak penagihan credits card, dalam data saya ada nama Hotel ini."
"Memang benar, Hanggi bekerja di sini, tapi kenapa tidak langsung ke rumah saja?" Tanya resepsionis itu.
"Saya sudah coba tapi tidak ada orang, dia bekerja di bagian apa ya mbak?" Tanya Aryan penasaran lagi.
"Hanggi bekerja di bagian Kitchen."
"Oh yasudah baiklah." Dengan seenaknya Aryan pergi meninggalkan resepsionis yang terdiam menyaksikan tingkah absurd Aryan.
__ADS_1
"Dasar orang aneh, kalau cuma mau tau Hanggi kerja di bagian apa, kenapa harus berbelit-belit, sampai ngaku² orang bank, mana ada orang bank covernya kaya gitu? Ah... Hanggi akhirnya ada juga yang nyangkut." Resepsionis itu terlihat bahagia dan sepertinya Hanggi akan menjadi bahan gibahan sekarang.