Sebuah Pilihan

Sebuah Pilihan
Bab 48 Sebuah Pilihan


__ADS_3

Acha dan Dirga tidak benar-benar bisa merasakan berbulan madu. Karena keseharian mereka selalu dikelilingi oleh Devan dan Irish. Mereka hanya bercinta di waktu-waktu tertentu saat mereka aman dari Irish dan Devan. Namun meski pun begitu tidak mengurangi rasa enak dan nikmat dari bercinta itu sendiri.


Sedangkan Papa Mirwan, satu Minggu setelah pernikahan Acha dan Dirga harus kembali ke London bersama Marvel dan Anna. Karena Marvel yang begitu sedang berusaha mencintai Anna. Perlahan hal itu membuahkan hasil, getaran cinta itu menyapa hati Marvel ketika dia bisa merasakan ketulusan dan cinta Anna yang sudah begitu besar terhadap dirinya. Bahkan mereka akan segera menggelar pernikahan sederhana.


Mendengar kabar bahagia atuh, jelas bisa dirasakan oleh Dirga dan Acha. Karena akhirnya Marvel bisa menemukan cinta yang baru pada sosok Anna yang baik, cantik dan lemah lembut.


"Mama sama Papa mau ke sini, sayang. Mau menjenguk cucu mereka." Dirga membantu Acha menyiapkan sarapan untuk mereka. Irish sudah duduk manis dikursinya dengan sarapan satu gelas susu strowberry dan roti panggang selai coklat.


"Iya, sayang. Aku senang kalau Mama sama Papa bisa sering-sering ke sini." Acha mengecup bibir Dirga sebelum dia menaruh Devan di pangkuan Papanya.


Acha membantu mengepang rambut panjnag Irish yang sudah dimintanya sedari tadi. Acha begitu senang dan menikmati setiap moment menjadi ibu bagi kedua anaknya. Moment-moment yang tidak akan terulang lagi.

__ADS_1


"Terima kasih, Mama Acha." Irish mengecup kedua pipi Acha silih berganti dengan begitu penuh perasaan. Irish tidak pernah merasakan kurang kasih sayang dari Acha, justru dia mendapatkan banyak limpahan kasih sayang dari Acha.


"Sama-sama, sayang. Sekarang habiskan sarapan mu. Kita akan menunggu nenek dan kakek di depan ya." Acha begitu antusias menyambut kedatangan Mama Papa Dirga, begitu juga yang dirasakan Acha. Limpahan kasih sayang dia dapatkan utuh dari Mama dan Papa Dirga. Dia begitu bersyukur atas kenikmatan yang sudah didapatkanya.


Mobil milik Papa Acha sudah terparkir di depan rumah Acha. Rumah masa depan dirinya bersama Dirga beserta anak-anaknya nanti.


"Ma... Pa..." Acha dan Dirga sudah berdiri di teras pada saat menyapa kedua mertuanya. Lalu Acha menyalami mereka berdua.


"Ada di dalam rumah.Sekarang Irish sudah sangat pintar menjaga Devan, Ma". Puji Dirga pada anak pertamanya itu.


Mama dan Papa Dirga tersenyum mendengar hal itu. Mereka pun turut senang dengan kepintaran yang dimiliki oleh Irish.

__ADS_1


Irish segera menghambur ke dalam pelukan sang nenek dan kakek nya karena dia juga sangat merindukan mereka.


"Kakak Irish sudah pintar ya membantu Mama."


"Iya Nenek. Irish sudah bisa menjaga adik Devan." Akunya pada Mama Dirga. Lalu mendapatkan tepuk tangan dari semua orang.


Papa dan Mama Dirga saling berebut untuk menggendong Devan, sampai akhirnya Dirga memberikan Devan dalam pangkuan sang Mama.


"Hore...Mama yang mendapatkan Devan!." Seru Mama Dirga begitu senang lalu menciumi kedua pipi Devan yang agak sedikit gembul.


Acha dan Dirga begitu bahagia, menyakaikan kebahagain Mama dan Papa Dirga saat bermain dengan kedua cucunya.

__ADS_1


"Terima kasih, sayang. Kamu sudah bertahan di sini bersama ku." Dirga memeluk Acha dengan begitu erat. Acha hanya mengangguk mengiyakan. Lalu keduanya berciuman untuk sesaat sebelum Irish menarik-natik tangan Acha karena dia minta digendong. Dan Dirga lah yang menggendongnya.


__ADS_2