SEDARAH PUSARA LEMBAH HITAM

SEDARAH PUSARA LEMBAH HITAM
Episode 10. Tantangan dari Putri Suzuka


__ADS_3

POV. SUZUKA


Hari yang begitu terasa sangat panas, cuaca terlihat sangat terik seolah mengambarkan suasana hatiku yang sangat marah. Tiba dimana aku bersama ibu untuk merencanakan sebuah tantangan kepada Yuka, gadis miskin dari rakyat jelata.


"Ibu, hari ini terasa begitu panas begitu juga suasana hatiku yang masih dirundung murka. Aku masih geram dengan tingkah Kenzie yang masih saja bergaul dengan gadis miskin yang bernama Yuka. Kekesalanku memuncak saat Kenzi sangat sulit di arahkan, terlebih mereka aman karena direstui oleh ayah. Apakah ibu tidak berniat untuk menyambangi kedatangannya? Aku ingin segera pergi untuk menantangnya bertarung." Ucapku kepada ibuku dengan wajah yang begitu marah.


"Wahai putriku, sebaiknya kamu berhati-hati. Jika kamu ingin melakukan pertarungan dengan gadis miskin itu, ibu benar-benar tidak berani melangkahi ayahmu. Ayahmu akan begitu marah kepada ibu, namun andai kamu benar benar ingin bertarung bersikaplah hati- hati." Ucap ibu dengan satu tangan menopang dagunya.


"Ibu, sudahlah. Jangan bersedih seperti ini . Akan ku atur semua rencananya, sebaiknya aku harus segera berguru agar aku mahir dalam bertarung." Ucapku dengan gejolak amarah yang sangat emosional, tiba-tiba Ibu berjalan ke arah luar. Sepertinya Ibu memanggil salah seorang pengawal dari Kerajaan Suji.


"Pengawal, kemarilah. Tolong beritahu kepada juru beladiri di Kerajaan Suji, agar segera melatih Putri Suzuka untuk memainkan pedang sakti." Terdengar suara Ibuku berteriak kepada salah seorang pengawal, sepertinya ibuku mendukungku atas pertempuran ini. Akhirnya aku segera berpamitan agar segera dapat bertemu dengan gadis miskin itu.


"Wahai ibuku, aku pamit. Aku ingin segera melakukan tantangan kepada wanita miskin yang bernama Yuka." Ucapku kepada ibu dengan membungkukan badan.


"Hati-hati anakku, jangan sampai apa yang kamu lakukan diketahui oleh ayah. Sungguh akan marah besar ayahmu kali ini, jangan ceroboh putriku." Seru ibu seraya mengingatkanku agar berhati-hati saat aku menyambangi ke rumah gadis miskin itu.


Dengan beberapa pengawal, aku menaiki kereta kuda dengan bermaksud untuk menemui Yuka. Tepat di depan rumah gadis miskin itu. Terlihat pemandangan yang begitu kumuh dan menjijikan. Sebenarnya aku malas untuk menyamangi kediaman ini, akan tetapi aku lebih menjaga martabat Kerajaan Suji. Aku tidak ingin wanita ini besar kepala dapat menarik hati adiku. Tak kan kubiarkan dia bisa masuk ke dalam kerajaan!


Aku turuni kereta kuda dengan menggunakan pakaian kerajaan, salah seorang pengawal memanggil Yuka saat ini. Dari kejauhan gadis itu berjalan menghampiriku, akhirnya gadis miskin itu sekarang tepat berada di hadapanku dengan wajah yang sangat ketakutan.

__ADS_1


"Salam, Putri Suzuka." Ucapnya sembari membungkuk seraya ia memberi penghormatan kepadaku.


"Oh, ini yang gadis miskin bernama Yuka, akhirnya kita kembali bertemu. Sudah berapa kali aku peringatkan kepadamu, jangan pernah berhubungan dengan Kenzi adikku. Sepertinya kamu ingin melawan, baiklah jika memang kamu terlalu percaya diri bisa mendapatkan hati seorang pangeran mahkota. Aku memberikan tantangan kepadamu, di saat Bulan purnama kedua aku ingin bertarung di Lembah hitam." Ucapku dengan tegas dengan menunjuk ke arah wajahnya.


Seperti semua orang tahu, Lembah hitam adalah tempat yang paling mengerikan. Semua pembangkang kerajaan akan di eksekusi di Lembah itu. Aku yakin gadis ini akan sangat ketakutan.


"Mohon maaf, Putri Suzuka. Tidak ada sedikitpun terbersit untuk mempengaruhi Kenzi, akan tetapi Kenzie selalu datang ke rumahku. Apakah mungkin seorang gadis dari rakyat jelata sepertiku, mengusir seorang pangeran yang menyambangi rumah rakyatnya." Tanya gadis itu dengan bercucuran air mata, tubuhnya terlihat bergetar bibirnya pun sangat pucat, sepertinya dia sangat ketakutan saat ini.


"Hei, gadis miskin. Kamu tidak usah berpura-pura lugu Yuka, yang harus kamu ketahui dari semenjak Kenzie bergaul denganmu tidak ada kedamaian di dalam Kerajaan Suji. Kami semua selalu berseteru, Kenzie dan ayahku selalu membelamu. Ini membuatku muak, maka dari itu hanya ada satu keinginanku saat ini. Aku ingin bertarung denganmu, Yuka." Ucapku dengan mendorong tubuh lusuh gadis ini. Saat ini juga tubuhnya tersungkur.


"Aduh.. Putri Suzuka. Ampunilah aku, putri." Ucap gadis miskin Yuka, seraya memohon ampun. Tidak usah seolah tersakiti, Yuka. Pertarungan ini akan menguntungkan bagimu, jika kamu memenangkannya aku tidak akan mengganggumu dengan Kenzi. Akan tetapi hal itu akan terjadi jika kamu memang pandai untuk bertarung dan memenangkan pertarungan ini. Sebaliknya jika kamu kalah dalam pertarungan ini, kamu akan mati di tanganku." Ucapku seraya mengancamnya, mataku mendelik ke arahnya lalu satu tangan kepalkan.


Tawaku lepas saat ini


"Kamu berani gadis miskin?" Sambung ucapku menantangnya.


Dengan penuh kebencian, aku pergi meninggalkan Yuka yang masih tersungkur di tanah.


"Pengawal, mari kita kembali ke kerajaan." Seru kepada para pengawalku.

__ADS_1


"Baik, Putri Suzuka. Para pengawal, ayo kita kembali ke dalam Kerajaan Suji." Ucap salah seorang pengawal dari kerajaan seraya memerintahkan kepada semua pengawal lainnya agar segera menunggangi kereta kuda kerajaan.


Keteprak keteplak kutublak kutublak keteplak keteplak keplk keteplak keteplak keteplak keteplak.


Bunyi hentakan kaki kuda yang saat ini berlalu meninggalkan kediaman gadis miskin yang amat sangat menyebalkan itu.


POV. YUKA


Sebenarnya apa yang salah dari hidupku, aku selalu mengalami kesedihan yang tidak kunjung henti. Sepanjang hidupku, aku hanya memiliki seoarang nenek. Semua orang tidak ingin bergaul denganku karena aku seorang gadis miskin, baru saja aku merasakan kebahagiaan dengan adanya seorang teman yang bernama Kenzi. Hal ini mendapat kecaman dari Putri Suzuka. Walaupun kami sangatlah jauh berbeda kasta namun Kenzi sangat tulus kepadaku. Kenzie adalah putra mahkota dari Kerajaan Suji, sedangkan aku gadis miskin dari rakyat jelata yang beruntung memiliki teman seperti Kenzi. Aku terhanyut dalam tangisku, tubuhku terjatuh di bawah tanah seolah aku sulit untuk bangkit kembali. Begitu takut rasanya saat aku mendengar Putri Suzuka menantangku bertarung di lembah hitam. Lembah itu adalah tempat kematian para rakyat jelata, aku tidak ingin memiliki nasib yang buruk. Masih banyak cita-cita yang harus aku raih, aku belum bisa membahagiakan nenek. Bagaimana jadinya jika nenek yang sedang sakit kutinggalkan mati di dalam pertempuran bersama Putri Suzuka, dari kejauhan terlihat kuda putih. Sepertinya Kenzie datang ke rumahku, kuda itu pun berhenti tepat di hadapanku. Pemuda itu turun dengan gagah lalu segera meraih tanganku.


"Apa yang terjadi Yuka? Mengapa kamu jatuh ke tanah? Apakah ada orang yang menyakitimu? Bicara kepadaku, Yuka. Siapa yang berani berbuat kasar?" Tanya Kenzi yang begitu sangat marah, tubuhku diangkat olehnya seraya aku dipangku untuk dibawanya masuk ke dalam rumah.


Sekarang aku telah berbaring di atas dipan yang tersedia di depan rumahku, air mataku terus berderai. Aku pun tidak bisa berkata apa-apa lalu tiba-tiba Jae Jun menghampiri kami saat ini.


"Pangeran Kenzi, mohon maaf sebelumnya. Aku memotong pembicaraan kalian, baru saja terjadi perencanaan jahat dari Putri Suzuka. Sepertinya dia akan mengajak Yuka untuk bertarung." Ucap dari salah seorang ajudan pribadi Pangeran Kenzi. Terlihat pngeran ini sangat marah, wajahnya merah dan matanya membelalak. Kenzi pun mengepalkan tangannya, seraya kesabaranya telah habis.


"Sekarang aku tahu siapa yang berbuat jahat kepadamu, Yuka. Tidak akan aku biarkan seorang pun menyakiti gadis yang aku sayangi." Ucapnya dengan penuh amarah, sontak aku pun terkejut mendengar perkataan Pangeran Kenzi saat ini.


"Apakah benar dia menyukaiku, ucapan kata sayangnya begitu tulus. Sepertinya ini yang membuat Putri Suzuka murka kepadaku." Gumam batinku saat aku mendengarkan percakapan Jae Jun bersama Pangeran Kenzi.

__ADS_1


__ADS_2