SEDARAH PUSARA LEMBAH HITAM

SEDARAH PUSARA LEMBAH HITAM
Episode 23. Perjalanan ke gerbang jumali


__ADS_3

POV. YUKA


Hari ini aku menjalani tugas untuk pergi ke gerbang Jumali. Gerbang ini adalah gerbang utama untuk aku memasuki kekuatan murni melampaui batas. Aku diperintahkan oleh Sang Dewi untuk segera pergi ke sana, suasana hatiku begitu berkecambuk saat ini. Ada rasa khawatir yang begitu tinggi saat aku mendekati pertarungan nanti di Lembah Hitam. Aku pergi ditemani dengan Guru Kerajaan Suji yang saat ini diutus oleh Pangeran Kenzi untuk melatihku agar aku menjadi seorang ksatria.


Pedang ini selalu mendampingiku bersama tongkat pemberian Sang Dewi. Ini membuat kelengkapan kesempurnaan atas kekuatanku, aku harus bisa membuktikan kepada ayah dan ibuku bahwa aku mampu menjadi kesatria tanpa aku memiliki tahta seorang putri seorang Kaisar Keytaro.


"Yuka.. Apakah kamu sudah siap untuk segera pergi ke gerbang Jumali?" Tanya pelatih Kerajaan Suji kepadaku saat ini.


"Wahai guru, aku siap untuk pergi ke gerbang pintu utama untuk menyempurnakan kekuatanku saat ini." Ucapku sangat yakin hari ini.


"Kamu sudah yakin bahwa kamu akan melawan kakak kandungmu sendiri?" Tanya dari guru Kerajaan Suji saat ini.


"Guru, aku sangat yakin dengan apa yang aku lakukan. Aku ingin membuktikan kepada ayah dan ibuku bahwa tanpa mereka akui keberadaanku aku bisa menjadi seorang ksatria. Aku ingin berjuang membela kebenaran, banyak hati yang terluka yang diperbuat oleh orang tuaku. Walaupun aku menyayangi orang tuaku akan tetapi kakak kandungku sendiri amat sangatlah jahat kepadaku. Oleh sebab itu tidak ada alasan untukku menolak dalam pertempuran nanti di Lembah Hitam." Sahutku kepada Sang guru dengan penuh keyakinan. Akhirnya kami pun pergi berjalan menuju Gerbang Jumali, sepanjang perjalanan kami lewati dengan berjalan kaki untuk sampai di depan gerbang kekuatan. Bukan hal yang mudah bagi kami untuk dapat masuk kesana karena kami harus melewati jalan setapak dan juga hutan belantara yang sangat menyeramkan. Taruhanku nyawa saat ini, aku tidak ingin hidup dalam penyesalan jika aku melewatkanya. Andai saja nanti aku mati dalam pertempuran itu, setidaknya aku sudah berusaha untuk menjadi kesatria yang sesungguhnya. Di ujung hutan ini mulai terlihat ada pintu gerbang berwarna emas, sepertinya itu adalah Gerbang Jumali. Gerbang itu begitu megah bahkan sepertinya banyak orang yang tidak menyadari bahwa ada gerbang sebagus ini di balik hutan belantara.

__ADS_1


Saat ini aku pun mencari kunci masuk ke dalam gerbang, aku harus melewati beberapa rintangan agar aku mendapatkan berlian kesaktian untuk melengkapi kekuatanku saat ini.


"Wahai guru, bagaimana caranya aku dapat masuk ke dalam gerbang itu? Sedangkan kita tidak memiliki kunci agar bisa menembus gerbang yang sangat besar ini." Tanyaku kepada guru saat ini.


"Wahai Yuka, setahuku dari apa yang aku pelajari saat aku berlatih untuk menjadi guru Kerajaan Suji. Dalam buku suci dijelaskan, hanya ada seseorang yang tulus yang dapat membukakan gerbang ini. Sudah puluhan tahun gerbang ini tidak bisa terbuka karena belum ada penerus kesatria yang bisa melampaui gerbang ini. Jika kamu terpilih oleh pedang sakti dan juga kamu mendapat petunjuk dari Dewi Bumi, ada kemungkinan kamu adalah seorang kesatria berikutnya. Hanya Kamu sendiri yang dapat membuka pintu gerbang ini. Gunakan instingmu dari segala situasi yang ada, segeralah kamu bermeditasi di atas batu yang terletak tepat di samping gerbang ini. Nanti kamu akan mendapatkan petunjuk jika memang kamu adalah ksatria yang terpilih." Ucap dari guruku seraya menjelaskan tentang bagaimana cara membuka pintu gerbang ini.


Aku pun mulai bingung karena aku tidak memilih dasar pertempuran sama sekali, bahkan keberadaanku di dunia ini tidak diharapkan oleh kedua orang tuaku. Aku terlahir dari hubungan gelap yang terlarang antara Permaisuri Yiza dan juga Kaisar Keytaro.


Ku tapaki langkah dengan bergetar, aku beranikan diri agar aku mampu duduk bermeditasi di atas batu. Aku pun saat ini berdiri tepat di depan batu yang dimaksud oleh guru Kerajaan Suji. Batu ini berwarna hitam, bentuknya setengah bulat bahkan terlihat mirip sekali dengan bangku. Langkahku mulai ragu saat ini akan tetapi aku mengingat perkataan dari Dewi Bumi, bahwa Dewi akan selalu memberi perlindungan kepadaku disaat aku mengalami kesulitan. Akhirnya aku duduk di batu besar ini lalu aku mencoba bermeditasi. Aku tarik nafas dengan perlahan, aku coba tenangkan diriku. Jantungku mulai stabil saat ini, aku nikmati jiwaku bersatu dengan alam. Mataku mulai terpejam, aku terus mengumpulkan energi agar kekuatanku semakin sempurna. Tiba-tiba di dalam mata batinku aku melihat ada sebuah kunci yang terletak tepat di bawah pohon Ajmali. Inilah yang disebut dengan pintu gerbang Ajmali dalam mata batinku. Aku telusuri dimana letak persis keberadaan tumbuhan itu, ternyata tumbuhan itu tepat ada di belakangku saat ini. Aku pun segera membuka mata lalu aku segera berbicara kepada Guru Kerajaan Suji.


"Wahai guru, bolehkah aku bercerita kepadamu?" Tanyaku kepada Guru Kerajaan Suji saat ini.


"Silahkan, Yuka. Apa yang kamu lihat dalam mata batinmu?" Tanya guruku saat ini.

__ADS_1


"Aku melihat ada kunci yang terletak di bawah tumbuhan Ajmali. Aku pun heran dan aku baru mendengar nama dari tumbuhan ini, akan tetapi di dalam mata batinku tumbuhan ini berada tepat persis di balik batu yang aku duduki. Bisakah aku sekarang aku coba melihat kebenaran dari mata batinku?" Tanyaku kepada Guru Kerajaan Suji.


"Oh, tentu bisa Yuka. Hanya orang-orang yang terpilih yang dapat melihat sesuatu di mata batinny. Kamu adalah gadis yang sangat tulus, jiwamu sangat bersih. Pertempuranmu tidak diiringi dengan ambisi, ternyata benar dugaan Pangeran Kenzi. Bahwa kamu adalah ksatria berikutnya. Mari kita lihat, Yuka." Ucap dari Guru Kerajaan Suji.


Kami pun berjalan menghampiri tumbuhan Jumali, tumbuhan itu mirip seperti pohon bambu. Warnanya hijau dengan daun-daun tidak terlalu rendah tetapi ada yang aneh dari tumbuhan ini. Pada setiap daunnya, terdapat lubang dan duri seperti kaktus. Mungkinkah aku dapat meraih kunci itu di bawah tumbuhan yang begitu tajam? Aku pun mulai ragu. Aku tidak ingin tubuhku terluka, kulangkahkan kakiku mundur satu langkah seraya aku berubah pikiran untuk mengambil kunci itu. Akan tetapi Guru Kerajaan Suji memberikan aku semangat yang begitu tinggi.


"Yuka.. Kamu yakinlah dengan mata batinmu. Tumbuhan ini tidak akan melukai seseorang yang tulus. Jika kamu tidak memiliki ambisi dalam pertempuran, maka kamu akan mendapatkan kunci itu. Gunakan perasaanmu, berkonsentrasilah yang tinggi. Rasakan di mana kunci itu berada." Ucap guruku memperingatiku saat ini.


Aku pun mengangguk seraya aku memahami apa yang dikatakan oleh guru, akhirnya ku ulurkan tanganku lalu ku coba raih kunci yang terletak tepat di bawah tumbuhan Jumali.


"Syukurlah.. Akhirnya aku bisa mendapatkannya, guru." Ucapku dengan menggenggam kunci itu sangat erat lalu guru pun tersenyum kepadaku.


"Yuka..selamat kamu adalah seorang ksatria murni. Hatimu begitu bersih, sehingga kunci ini dengan mudah engkau dapatkan. Berpuluh-puluh tahun orang bersayembara untuk mendapatkan kunci ini, akan tetapi dengan mudahnya kamu mendapatkan kunci. Keberuntungan ada di pihakmu saat ini. Marilah segera masuk ke dalam Gerbang Jumali." Ucap dari guru saat ini.

__ADS_1


__ADS_2