
Hari pertama aku melatih Yuka di atas bukit hijau yang sangat indah, diawali dengan teknik pernapasan saat ini. Yuka sedang berlatih mengolah pernafasannya, agar ia bisa bertarung dengan maksimal.
"Yuka, konsentrasi kamu. Kamu harus tetap bertahan dengan menahan nafas seperti itu. Hal yang kamu lakukan sekarang adalah teknik mengelola pernapasan inti. Jika kamu telah menguasai teknik ini, kamu akan kuat dalam bertempur." Ucapku kepada Yuka saat ini lalu tidak lama kemudian Ia pun menjawab dengan nafas yang tertahan.
"Pangeran, apakah harus melakukan tahan nafas seperti ini? Aku tidak kuat untuk menahan nafasku. Baru kali ini aku menjalani teknik bela diri yang sungguh berat." Ucap Yuka dengan wajah yang mulai memerah.
"Yuka, sebelum kamu masuk ke teknik pertempuran. Ada baiknya kamu berlatih bernafas, ini adalah tehnik dasar pertempuran kesatria. Jika kamu memiliki nafas yang pendek, kamu bisa kalah saat kamu lengah." Ucapku menjelaskan kepada Yuka.
"Baiklah, jika seperti itu tapi harus sampai kapan aku menahan nafasku? Rasanya aku sudah tidak kuat lagi."
Huaah.
Yuka pun akhirnya mengeluarkan nafasnya lalu dia menghirup dengan sesukanya. Aku pun tertawa terbahak-bahak melihat tingkahnya yang amat sangat lucu.
"Yuka, dasar kamu ini. Bagaimana kamu ingin menjadi ksatria, jika menahan nafas pun kamu tidak kuat. Ini baru berlalu baru 1 menit, kamu tidak bisa mengendalikannya. Ya sudah, istirahatlah sekarang. Nanti kita mulai lagi untuk latihan pernafasan." Ucapku sambil tersenyum di hadapan Yuka saat ini.
"Asik.. Akhirnya aku bisa beristirahat." Teriak gembira dari seorang Yuka.
"Pangeran Kenzi, bukit ini sangat indah sekali. Aku benar-benar menikmati suasana latihan hari ini, di sini banyak sekali burung-burung yang berkicau. Pohon-pohon yang begitu rindang dan juga angin yang begitu sejuk. Sepertinya aku akan betah berlatih di lokasi seperti ini." Ucap Yuka sembari dia memperhatikan pemandangan yang ada di Bukit hijau.
Glek glek glek.
Bunyi air yang Yuka teguk saat ini, sepertinya dia sedang kehausan. Mungkin dia tidak terbiasa dengan menahan nafas begitu lama.
__ADS_1
"Tempat ini memang lah indah untuk dipandangi akan tetapi aku pun sering berlatih disini secara diam-diam. Saat aku berlatih di dalam kerajaan, aku sangat terganggu dengan kakakku karena apapun yang aku lakukan Suzuka pasti iri hati. Tidak bisa aku mengalahkannya dengan begitu saja, banyak hal yang dia perbuat agar aku kalah saat bertarung di Kerajaan Suji. Jadi, tidak salah jika aku membawamu ke tempat ini. Tempat ini adalah Bukit yang paling nyaman. Kamu bisa berkonsentrasi dengan tinggi disini, kamu juga bisa menikmati suasana yang sangat indah." Ucapku kepada Yuka saat ini, aku pun menatapnya dengan tajam akan tetapi sepertinya dia malu untuk memperhatikan wajahku dengan jelas.
"Pangeran Kenzi, jangan memperhatikan aku seperti itu. Aku malu.." Ucap Yuka dengan wajah yang memerah.
"Yuka, panggil saja aku Kenzi. Saat ini kita tidak berada di dalam kerajaan. Jadi, alangkah baiknya jika kamu hanya memanggil ku dengan sebutan Kenzi. Ini lebih nyaman didengar dari pada kamu memanggilku dengan sebutan pangeran." Sahutku kepada Yuka saat ini.
"Baiklah Kenzi, mulai hari ini aku akan memanggilmu dengan sebutan Kenzi tetapi jika ada Jae Jun aku pasti memanggilmu dengan sebutan Pangeran Kenzi karena ini bentuk penghormatan untuk Kerajaan Suji. Mana mungkin aku berani memanggilmu dengan sebutan nama." Ujar Yuka dengan memainkan botol yang dia genggam saat ini.
"Yuka, sepertinya istirahat kali ini cukup. Mari kita berlatih kembali." Seruku kepada Yuka mengajaknya untuk segera berlatih kembali.
Yuka pun mengangguk, seraya ia mengerti atas apa yang aku perintahkan saat ini.
"Baiklah Kenzi, kita mulai latihan hari ini." Sahut Yuka kepadaku.
"Kenzie, lihatlah.. Apakah cara duduk aku sudah benar? sepertinya ini memang sudah benar." Tanya Yuka sembari dia menjawab pertanyaannya sendiri.
"Yuka, kamu ini ada-ada saja. Kamu bertanya tetapi kamu menjawab dengan sendirinya." Ucapku sambil tersenyum menoleh ke arahnya, akhirnya latihan pun segera dimulai. Yuka pun menarik nafas dengan dalam lalu dia segera menahan nafasnya.
"Bersikaplah dengan tenang, Yuka. Tidak akan mati jika kamu menahan nafas selama 3 menit. Ini baik untuk daya tahan tubuhmu." Ucapku memperingatkan kepada Yuka, Yuka pun mengangguk lalu ia memejamkan mata seraya Iya ingin bertahan nafas lebih lama lagi. Waktu telah terlewati 1 menit, Yuka pun masih bertahan Lalu 2 menit pun telah berlalu. Tiba di mana waktu akan menuju ke 3 menit, akhirnya Yuka bisa melewatinya.
"Silahkan buang nafasnya, Yuka. Kamu berhasil melewati 3 menit." Seru ku kepada Yuka saat ini.
Ha hah hah hu haaaa...
__ADS_1
Yuka pun mengeluarkan nafas dengan kasar.
"Pengap sekali dadaku ini menahan nafas selama 3 menit, tetapi aku bahagia untuk latihan hari ini. Aku bisa melewatinya. Terima kasih Kenzi, kamu telah mencoba mengajariku untuk mengolah pernafasan." Seru Yuka kepadaku saat ini.
"Sepertinya latihan hari ini cukup sampai di sini, mari kita pulang ke gubuk. Kita membersihkan diri dan makan malam." Ucapku kepada Yuka, sembari aku berjalan menuju gubuk yang memang kami tempati saat ini.
Tidak lama kemudian, terlihatlah Jae Jun menghampiri kami.
"Jae Jun, itukah kamu?" Seru yuka sambil melambaikan tangannya ke arah Jae Jun.
"Iya, Yuka. Ini aku mengantarkan perbekalan kalian, ini bahan-bahan makanan yang bisa kalian makan." Ucap Jae Jun yang sekarang berada tepat persis di hadapanku.
"Pangeran, maafkan aku. Aku datang terlambat hari ini, sepertinya aku harus lebih berhati-hati jika ingin menghampirimu ke Bukit hijau. Seisi istana sekarang sedang gencar mencarimu, aku tidak ingin kamu tertangkap oleh para pengawal kerajaan." Seru Jae Jun memperingatkanku saat ini, seraya ia berhati-hati untuk keluar dari Kerajaan Suji.
"Baiklah jika seperti itu, Jae Jun. Akan tetapi sebaiknya kamu jangan setiap hari datang ke sini, aku takut kamu akan dibuntuti oleh kakakku." Ucapku memperingatkan kepada Jae Jun.
"Pangeran, kalian bisa kelaparan jika aku tidak setiap hari datang ke sini." Ucap Jae Jun dengan mengkhawatirkanku saat ini.
"Tidak, Jae Jun. Lihatlah persediaan makanan yang kamu bawa, ini cukup untuk bekal satu minggu. Aku bisa menghemat makanan disini, Yuka pun makan tidak terlalu banyak. Tujuanku di sini adalah untuk melatih Yuka, bukan untuk makan-makan." Seruku kepada Jae Jun saat ini.
Akhirnya Jae jun pun pergi meninggalkan kami karena Jae Jun, tidak ingin kepergiannya dicurigai oleh seisi kerajaan.
"Baiklah, Pangeran. Aku pamit undur diri, jaga diri kalian baik-baik ya?" Ucapnya sambil membungkukkan badannya, seraya memberikan penghormatan kepadaku.
__ADS_1
"Baiklah, terima kasih banyak." Sahutku kepada pengawal setiaku saat ini. Aku pun bersama Yuka kembali masuk ke dalam gubuk karena aku tidak ingin ada orang lain yang melihat kami ada di sini.