SEDARAH PUSARA LEMBAH HITAM

SEDARAH PUSARA LEMBAH HITAM
Episode 41. Tatapan mata Kenzi.


__ADS_3

Setelah kami melakukan pelatihan dengan sangat serius, akhirnya kami mendapatkan tiga gelar kesatria. Aku sebagai kesatria murni dan Kenzi sebagai kesatria berhati emas lalu Kaisar Suji sebagai kesatria keadilan.


Saat ini sudah dua misi yang kami lewati, yang pertama adalah misi untuk melawan monster berkepala naga lalu misi kedua adalah penyelamatan kepada Kaisar Suji atas tipu daya Siluman Black Eye. Aku berjalan keluar gubuk seraya aku ingin memberi minum kepada kuda-kuda yang saat ini ikut bersama kami. Sepertinya kuda-kuda ini kehausan dan kelaparan. Aku harus segera membawakannya rumput dan juga satu ember air agar mereka tidak kelaparan dan kehausan. Aku merasakan dari sudut bola mataku, Kenzi memperhatikanku begitu dalam. Saat ini, aku berpura-pura tidak memperdulikannya. Sebenarnya dalam hatiku, aku sangatlah gugup dan tersipu malu. Tiba-tiba, Kenzi menghampiriku saat ini.


"Yuka, apakah kamu mau menjadi calon istriku nanti?" Ucap seorang pangeran gagah berani.


"Maksud kamu, Kenzi?" Tanyaku seolah pura-pura tidak tahu, dia-pun menatapku dengan tajam seolah matanya menyiratkan penuh banyak makna. Begitu dalamnya tatapan Kenzi, saat berhadapan denganku. Membuat aku terhanyut dalam kebahagiaan.


"Kenzi, kamu sedang memperhatikan apa sebenarnya? Apa yang kamu lihat? Sedari tadi, kamu tidak berhenti untuk menatapku. Aku malu dibuatnya." Ucapku kepada Kenzi seraya aku mempertanyakan. Mengapa dia menatapku seperti itu? Yuka, aku sangat tertarik kepadamu. Apakah kamu tidak menyadarinya? Sampai sejauh ini aku masih tetap bersamamu. Itu menandakan keseriusanku, bahwa aku ingin menyelamatkanmu. Terlepas dari itu, semua. Aku-pun memiliki rasa tertarik kepadamu. Entah mengapa, hati ini sulit dibohongi, aku memang sangat mencintaimu." Ucap Kenzi yang membuat jantungku berdegup kencang.


Aku-pun tersenyum, seraya aku tersipu malu. Wajahku mulai memerah, terutama pipi kanan dan kiriku. Terlihat seperti buah apel, yang sedang terbuai akan ucapan seorang pangeran tampan.

__ADS_1


"Sebenarnya, aku juga menyukaimu Kenzi." Ujarku menanggapi Kenzi.


"Mungkinkah, ayahmu akan menerima ku? Seperti yang kamu ketahui, ibu dan ayah kandungku adalah seseorang yang jahat. Mereka tidak henti-hentinya, menzalimi Kerajaan Suji akan tetapi aku tidak mengerti apa yang harus aku lakukan?" Ucapku seraya menjelaskan tentang perasaanku kepada Kenzi saat ini.


"Yuka, kamu tidak usah khawatir. Ayahku pasti bisa menilai, dengan semua masalah yang terjadi. Ini tidak ada hubungannya denganmu. Kamu adalah korban dari kejahatan orang tuamu. Satu hal yang ingin aku tanyakan adalah maukah kamu menjadi istriku nanti?" Ucap Kenzi seraya meyakinkanku saat ini. Aku pun mengangguk, seraya aku mengiyakan apa yang dia pinta. Terbersit dalam pikiranku, tentang pertarungan di Lembah Hitam. Apakah pertarungan itu akan menyelamatkan kami? Sehingga apa yang kami cita-citakan, akan tercapai.


"Pangeran Kenzi, tahukah kamu? Amatlah sulit dalam pertempuran nanti. Aku tidak ingin terlalu banyak bermimpi, tujuanku sekarang hanyalah fokus untuk berlatihan. Aku ingin mengalahkan, kakak kandungku sendiri. Ini bukan karena aku membencinya, akan tetapi karena dia memiliki nasib yang lebih beruntung dibandingkan aku saat ini. Ini tentang masalah harga diri dan juga keadilan yang harus ditegakkan." Ujarku kepada Pangeran Kenzi saat ini.


"Pangeran, Kenzi. Sampai detik ini aku belum bisa menguasai teknik pukulan terbang dengan sempurna. Kelemahanku ada di tangan sebelah kiri. Entah mengapa, pukulan sebelah kiriku sepertinya tidak terlalu kuat seperti pukulan sebelah kanan. Aku pun mencoba berlatih dengan giat akan tetapi pukulan terbang ini tidak membuat aku terlihat menjadi sempurna." Ucapku kepada Pangeran Kenzi.


"Yuka, dalam mempergunakan pukulan terbang kamu harus memiliki dasar dari kekuatan itu. Tumpuannya adalah di tenaga dalam. Ini bukan tentang, bagaimana cara kamu memukul dengan keras? Akan tetapi, bagaimana cara agar kamu dapat memusatkan energi tenaga dalammu pada kepalan tangan." Ujarnya seraya memaparkan tentang teknik pukulan terbang. Aku pun mengangguk, aku mendengarkan setiap kata yang dia jelaskan.

__ADS_1


"Oke, baiklah. Jika seperti itu, teknik tenaga dalamku harus aku perbaiki. Mungkin ada yang masih belum sempurna, sehingga pukulan sebelah kiriku kurang maksimal." Ucapku kepada Pangeran Kenzi saat ini.


Dengan aku mengepalkan tanganku, seraya aku ingin memiliki kekuatan tenaga dalam yang sempurna.


"Baiklah, jika seperti itu. Dalam menguasai teknik tenaga dalam, kamu harus memiliki pernafasan yang bagus. Kamu fokuskan, pandangan matamu kepada satu titik fokus. Pusatkan tenaga itu, pada suatu kepalan yang ingin kamu pukul'kan. Ingat, janganlah kamu ceroboh dalam memukul target. Jika kamu belum merasa siap, aturlah nafasmu dengan baik. Buat dirimu menjadi tenang lalu kamu fokus kepada target yang akan dipukul. Pergerakan kakimu dalam langkah itu mempengaruhi pukulanmu, langkahmu harus sempurna untuk maju menyerang kepada target yang dituju. Ini adalah perpaduan keseimbangan dalam menyerang." Pemaparannya begitu sangat membuatku paham, akan tentang teknik pukulan terbang.


"Baiklah jika seperti itu, Kenzi. Aku akan segera berlatih pernafasan, sepertinya kekuranganku adalah di titik fokus. Aku selalu tidak fokus, jika aku sudah mulai bertarung." Sahutku kepada Pangeran Kenzi.


"Oke, baiklah. Jika kamu telah mengerti, mari kita berlatihan." Ujarnya mengajakku saat ini, seraya dia ingin segera melihat kemampuanku yang lebih maksimal.


Kami-pun berdua melatih pernafasan, sampai kami mencapai titik kesempurnaan dalam teknik pukulan terbang.

__ADS_1


__ADS_2