SEDARAH PUSARA LEMBAH HITAM

SEDARAH PUSARA LEMBAH HITAM
Bab 29. Perseteruan Kaisar Keytaro dan Kaisar Suji.


__ADS_3

POV. KAISAR KEYTARO


Keberadaanku sudah menjadi ancaman bagi Yiza dan putriku, begitu juga dengan keadaan batinku saat ini. Aku pun merasa terancam dengan lahirnya putra mahkota yang bernama Kenzi. Jika rahasiaku bersama Yiza terbongkar, maka celakalah aku ini. Bukan hanya aku yang celaka akan tetapi Yiza dan juga putri-putriku akan terancam, akan tetapi baru sekarang aku terpikirkan di mana anak bungsuku berada? Sepertinya Kenzi tidak main-main untuk menantangku dengan halus. Dia mencoba membuat trik agar Alaku terjebak oleh kesepakatan dua kerajaan.


Batinku bergejolak, hanya gelisah yang kurasakan yang tersisa hari ini. Keadaanku semakin terpuruk disaat rakyatku mulai kelaparan dan juga kehausan. Sumber air di wilayah kerajaanku sangatlah kering. Jika aku membuat kesalahan sedikit saja, kerajaan ini akan dimerdekakan oleh Kerajaan Suji. Aku termenung di singgasana, aku memikirkan bagaimana caranya untuk meruntuhkan Kerajaan Suji.


Sepertinya sudah tidak ada lagi kesempatan untuk ku menguasai kerajaan itu. Sosok Kenzi begitu berpengaruh di dalamnya, aku harus segera merencanakan sesuatu bersama Yiza. Saat ini kuperintahkan satu pengawalku untuk menyusup masuk ke dalam kerajaan Suji.


"Sehun.. Kemarilah!" Ucapku kepada pengawal pribadiku.


"Salam hormat, Kaisar keitaro. Apakah ada yang bisa aku bantu saat ini?" Ucap dari seorang pengawal pribadiku. "Aku perintahkan kepadamu sekarang untuk menyusup masuk ke dalam Kerajaan Suji. Temui Yiza dan bawa dia ke sini." Ucapku kepada pengawal pribadiku saat ini.


Sontak pengawalku terlihat panik, nampak dari gelagatnya yang begitu sangat takut saat mendengar perintahku.


"Mohon maaf, Kaisar Keytaro. Ini sungguh beresiko untukku. Adakah cara lain agar aku dapat menemui Permaisuri Yiza?" Tanya dari pengawal pribadiku seraya dia sangat keberatan jika ia menyusup ke dalam Kerajaan Suji.


Aku maklumi apa yang dirasakan oleh pengawalku saat ini. Kenzi adalah sosok pangeran yang patut diperhitungkan, aku pun jika salah langkah bisa terjerumus dalam triknya.


"Sehun, tidak ada lagi alasan untukmu. Segeralah pergi ke Kerajaan Suji. Kau temui Yiza dan bahwa dia kemari." Ucap dari ku saat ini dengan suara yang lantang dan tegas.

__ADS_1


Pengawal pribadiku pun tidak berani menolak, dia segera bergegas pergi bersama anggota yang lain. Setelah pengawal aku pergi, batin ini terasa sangat gelisah. Ada perasaan yang tidak menentu seperti firasat akan takdir burukku. Ku coba memainkan harpa yang ada di dalam kerajaan ini. Ini adalah caraku untuk menenangkan diri dari rasa gelisah. Aku mainkan alat musik ini seraya aku menahan pergolakan batin yang sedang berkecambuk gelisah. Begitu was-was hati ini saat menunggu kedatangan Yiza datang ke sini. Tiga jam telah berlalu Akan tetapi pengawalku belum juga Sehun tiba. Aku berjalan ke sana ke sini, menandakan kerisauan di hatiku yang memang sangat tak menentu.


"Keytaro.. Dimana kamu?" Ucap seseorang terdengar nyaring, sepertinya itu adalah suara dari Kaisar Suji. Celaka bagiku saat ini, jika memang pengawalku tertangkap oleh pengawal Kaisar Suji. Aku pun segera bangkit dari singgasanaku lalu aku segera menghampiri keributan yang terjadi di depan kerajaan.


"Bisakah kamu sopan untuk masuk ke dalam kerajaan orang lain?" Ucapku kepada Kaisar Suji saat ini.


"Tidak perlu kamu basa-basi. Untuk apa kamu memerintahkan pengawalmu untuk menyusup ke dalam kerajaanku?" Sahut Kaisar Suji yang begitu diselimuti oleh amarah.


"Tunggu dulu Kaisar Suji. Ada apa ini sebenarnya?" Ucapku berlagak tidak tahu apa-apa.


"Wahai Kaisar keytaro. Jangan pernah kamu mengelabui kami sekarang. Ayahku telah memiliki putra mahkota yang begitu cerdas. Kebohonga mu telah terbaca olehku, maka dari itu mengakulah. Jika memang kamu yang memerintahkan pengawal pribadimu untuk menyusup ke dalam Kerajaan Suji. Sebenarnya apa yang kamu inginkan? Sampai-sampai kamu memerintahkan pengawalmu untuk datang menyusup ke dalam kerajaanku." Ucap dari seorang Pangeran Kenzi dengan lugas, seperti dia menertawakanku saat ini.


"Hai Keytaro. Jaga mulutmu, berlakulah kamu sopan terhadap pangeran dari Kerajaan Suji. Seharusnya aku yang marah kepadamu. Apakah kamu berpikir aku tidak mengetahui tentang perselingkuhanmu dengan Yiza. Jangan gila kau Keytaro." Sontak ucapan itu begitu mengejutkanku. Mataku pun membelalak, saat mendengar perkataannya saat ini.


"Luar biasa sekali kamu, bertahun-tahun kau curangi aku lalu kau manfaatkan. Sekarang aku sudah tahu tentang hubungan gelapmu bersama istriku." Ucapnya yang begitu marah kepadaku.


"Oh.. jadi kamu sudah tahu tentang perselingkuhan bersama istrimu? Bagus, jika seperti itu. Tidak perlu aku repot-repot untuk menjelaskan tentang hal ini. Aku berhasil membodohimu Suji." Ucapku dengan sangat arogan saat ini. Dengan terpaksa aku harus mengakui tentang rahasia di masa lalu. Harga Diriku sedang di pertaruhkan, di mata mereka berdua aku sudah sangat hina.


" Sungguh licik sekali, wahai Kaisar Keyaro. Tidak adakah wanita lain yang bisa kamu jadikan kekasih? Hingga istri dari ayahku kau rebut juga. Sebenarnya aku tidak peduli jika permaisuri Yiza bukanlah Ibuku. Akan tetapi rasa sakit hatiku ini dikarenakan kamu menghianati ayahku. Bertahun-tahun sudah, kamu menyembunyikan kebusukan yang telah kamu lakukan. Bagaimana cara berpikirmu sehingga kamu masih memiliki muka untuk meminta bantuan kepada Kerajaan Suji." Ucap Pangeran Kenzi seraya dia menghinaku saat ini.

__ADS_1


"Tutup mulutmu, Kenzi. Apakah kamu mengetahui bahwa kamu juga bukan anak seorang anak Permaisuri? Kamu adalah anak seorang Selir yang meminjamkan rahimnya agar ayahmu memiliki anak laki-laki." Ucapku seraya menyakiti hati Kenzi.


"Hai.. Kaisar Keytaro. Aku bersyukur dilahirkan dari seorang ibu yang sangat baik. Semua orang berkata bahwa Selir Keiko adalah wanita baik-baik. Mau bagaimanapun, aku tetap darah daging dari ayahku. Sedangkan Suzuka itu adalah putrimu. Tidak ada sama sekali keterikatan darah dari ayahku, bahkan tidak ada kaita keturunan dari Kerajaan Suji. Sebaiknya kamu boyong anak-anakmu untuk tinggal bersamamu saat ini." Ucap dari Kenzi begitu menyakitkanku. Bagaimana tidak apa yang dia ucapkan memanglah benar, akan tetapi ini sungguh menyakitkan bagiku.


"Sudahlah.. Putraku. Lebih baik kita bertarung dengan laki-laki jahat ini." Ucap Kaisar Suji yang mulai tersulut emosi.


"Jadi kamu ingin bertempur denganku? Wahai Kaisar Suji. Apa imbalan jika aku memenangkan pertarungan nanti?" Tanyaku seraya bernegosiasi dengannya, karena aku membutuhkan kekuasaan saat ini. Keadaan kerajaanku sedang diambang kehancuran. Ini adalah cara satu-satunya agar rakyatku makmur.


"Tenang saja Keytaro. Aku tidak memiliki perangai licik sepertimu. Jika kamu memenangkan pertarungan nanti, kamu bisa menguasai kerajaanku. Akan tetapi jika kamu kalah, akan ku merdekakan kerajaanmu untuk bergabung dengan kerajaanku lalu kamu angkat kaki dari sini." Ucap Kaisar Suji yang begitu percaya diri.


"Suji.. Sebegitu percaya diri kah kamu untuk memenangkan pertandingan nanti? Baiklah jika seperti itu. Kita bertarung di Lembah Hitam." Ucapku menantang Kaisar Suji.


Prok prok prok prok prok prok prok prok prok prok.


Bunyi tepukan tangan dari putra mahkota Kerajaan Suji.


Memang seperti pinang dibelah dua, sifatmu persis dengan anakmu Suzuka. Baiklah jika seperti itu, kami tunggu pertarungan yang akan menentukan takdirmu wahai Kaisar Keytaro." Ucap bengis dari putra mahkota Keerajaan Suji.


Mereka pun pergi meninggalkan kerajaanku tanpa mengembalikan pengawal pribadiku saat ini.

__ADS_1


__ADS_2