
Hari ini adalah kali pertama aku menginjakan kaki di Kerjaan Suji. Betapa terkesimanya aku, saat melihat pemandangan kerajaan yang begitu indah. Di sepanjang umurku aku belum pernah menginjakkan kaki di dalam kerajaan semegah ini, semoga ini adalah awal dari kebahagiaan ku. Sempat aku berpikir, bahwa di tempat inilah seharusnya aku hidup bersama kakak dan ibuku. Akan tetapi, aku harus bisa tegar dan menerima takdir yang diberikan semesta kepadaku.
"Yuka.. Sedang apa kamu? Mengapa kamu melamun?" Tanya Pangeran Kenzi kepadaku.
"Emh, tidak pangeran. Aku hanya terkesima melihat pemandangan yang indah di dalam Kerajaan Suji." Ucapku kepada Pangeran Kenzi.
"Yuka, tempat ini tidak seindah yang kamu bayangkan. Tidak ada kehangatan di dalam kerajaan ini, terlebih aku memiliki permaisuri dan juga putri yang sangat jahat." Ucap Kenzi seolah menyinggung ibu dan kakakku.
Aku pun terdiam, lalu aku merunduk..
"Yuka, gadis cantik. Mengapa kamu merenung? Tidak usah kamu bersedih. Kamu berhak untuk bahagia." Ucap Kaisar Suji kepadaku. Aku-pun menatap Kaisar Suji dengan mata yang berbinar-binar. Aku tersenyum kepadanya, dengan menatap kedua bola matanya. Tidak lama kemudian, aku melihat ada seorang wanita yang datang menghampiriku. Sepertinya dia bukan orang asing, dia adalah kakak kandungku yang menantangku untuk bertempur di Lembah Hitam.
Kelteplak.. tak-tok...keteplak...tak-tok..keteplak.
Bunyi suara langkah dari Putri Suzuka.
"Hai gadis miskin.. Berani-beraninya kamu masuk ke dalam Kerajaan Suji." Ucap dari Putri Suzuka dengan menunjuk ke arahku, tiba-tiba Kenzi menepis tangannya lalu dia berkata kepada Suzuka saat ini.
"Suzuka, apa-apaan kamu! Tidak seharusnya kamu memperlakukan tamu kerajaan seperti itu.." Ucap Pangeran Kenzi dengan gagah, seraya dia membelaku saat ini. Tidak lama, disusul dengan Kaisar Suji yang menegur Putri Suzuka.
__ADS_1
"Apa maksud dari perkataanmu, Suzuka? Siapapun yang datang ke kerajaan ini atas undanganku, tidak ada yang bisa mengganggunya. Kamu tidak berhak untuk melarangnya datang kesini. Sebaiknya kamu masuk ke dalam kamarmu atau aku usir kamu dari kerajaan." Ucap Kaisar Suji dengan membentak Putri Suzuka.
"Ayah, tega-teganya kamu mengusirku seperti itu?" Ucap Putri Suzuka dengan isak tangis di hadapanku saat ini. Dari kejauhan terlihat permaisuri menghampiri, dia adalah ibu kandungku.
"Wahai suamiku, apa yang kamu perbuat? Mengapa kamu tega mengusir anakmu sendiri?" Ucap dari Permaisuri Yiza.
"Ah, sudahlah.. Aku malas berdebat denganmu, aku tidak ingin mengucapkan kata-kata yang tidak seharusnya aku ucapkan saat ini." Seru dari Kaisar Suji kepada Permaisuri Yiza.
"Apa maksud dari perkataanmu?" Tanya dari Permaisuri Yiza kepada Kaisar Suji.
"Sudahlah, kamu jangan banyak berbicara. Lekas bawa pergi putrimu, sebelum aku mengucapkan kata-kata yang lebih menyakitkan." Ucap sinis dari Kaisar Suji kepada permaisuri dan juga Putri Suzuka.
"Wahai, kesatria murni. Apa yang sedang kamu pikirkan?" Tanya Pangeran Kenzi kepadaku lalu dia duduk persis di sebelahku saat ini.
"Aku memikirkan keadaan nenekku, aku ingin bertemu dengannya." Ucapku dengan lantang kepada Pangeran Kenzi.
Jae jun-pun memperhatikanku saat ini, dia tersenyum kepadaku.
"Tenanglah, Yuka. Nenekmu ada di tempat yang aman, sebentar lagi aku akan mengantarkanmu untuk pergi bertemu dengan nenekmu." Ucap dari pengawal pribadi Pangeran Kenzi saat ini.
__ADS_1
Kaisar Suci pun berkata sesuatu kepadaku..
"Yuka, kamu pasti ingin bertemu dengan nenekmu.. Kamu pasti sudah merindukan nenekmu'kan? Nanti akan aku perintahkan Jae Jun bersama Kenji, untuk mengantarkanmu ke desa sebelah." Ucap dari Kaisar Suji dengan tersenyum kepadaku.
"Yuka, kapanpun kamu ingin datang ke dalam Kerajaan Suji, aku sangat mempersilahkan dan akan selalu membukakan pintu lebar-lebar untukmu. Jadi tidak usah kamu merasa khawatir dengan perlakuan Permaisuri Yiza dan juga Putri Suzuka karena yang berkuasa di dalam kerajaan ini ialah aku." Ucap dari seorang kaisar yang bijaksana. Aku-pun mengangguk lalu aku mengucapkan terima kasih kepadanya.
"Terima kasih banyak, Kaisar Suji. Engkau telah menerimaku dengan baik, perlakuanmu sungguh sangat menyenangkan dan engkau adalah sosok pemimpin yang adil dan bijaksana, seperti yang kamu ketahui aku sangat merindukan nenekku. Bisakah aku sekarang pergi untuk menemui nenekku?" Ucapku kepada Kaisar Suji.
Kaisar Suji-pun mengangguk.. Seraya dia mempersilahkan aku untuk pergi dari istana kerajaan.
"Kenzi, antarkanlah Yuka untuk bertemu dengan neneknya. Kamu akan didampingi oleh Jae Jun saat ini." Ucap dari Kaisar Suji kepada putra mahkota.
"Baik, ayah. Aku akan mengantarkan Yuka bertemu dengan neneknya." Sahut Kenzi kepada ayahnya.
"Jae Jun, persiapkan kereta kencana kerajaan. Kita antarkan Yuka ke desa sebelah." Ucap dari Pangeran Kenzi, seraya memerintahkan kepada pengawal pribadinya.
"Siap, laksanakan pangeran." Sahut dari Jae Jun saat ini. Akhirnya kami-pun segera bergegas untuk menaiki kuda dan kami segera berangkat untuk menuju ke desa sebelah. Rasanya tidak sabar untuk segera bertemu dengan nenekku. Hati ini terasa begitu sangat merindukannya, setelah sekian lama aku berlatih. Entah bagaimana keadaan nenekku, di sepanjang perjalanan aku dihantui dengan perasaan harap-harap cemas. Aku benar-benar mengkhawatirkan keadaan nenekku.
Keteplak keteplak keteplak.
__ADS_1
Bunyi derap langkah kaki kuda saat ini untuk menuju desa sebelah.