
Pagi pun menyambut hariku dengan begitu penuh dengan rasa semangat. Hari ini aku harus segera bergegas pergi untuk membawa Yuka berlatih, tujuan utamaku adalah membuat Yuka menguasai jurus-jurus agar bisa mengalahkan Kakak Suzuka. Terlihat gadis itu sudah bersiap untuk mengemasi barangnya lalu tiba-tiba nenek menghampiriku saat ini.
"Pangeran Kenzi, apakah kamu ingin pergi berlatih pagi-pagi buta?" Tanya nenek kepadaku.
"Iya nenek, kami harus pergi disaat matahari belum terbit. Aku tidak ingin kepergianku bersama Yuka membahayakan keluarga nenek. Saat ini adalah waktu yang tepat untuk aku pergi berlatih bersama Yuka." Sahutku kepada nenek Jisoo.
"Baiklah, Pangeran Kenzi. Sebelum kamu pergi, aku ingin menepati janjiku. Ini ada secarik kertas untuk kau baca, bacalah nanti jika kalian telah sampai tempat tujuan. Tolong jaga rahasia ini rapat-rapat,aku berharap semoga Dewa melindungi kalian semua." Ucap nenek dengan wajah yang begitu sedih, bibir nya bergetar saat ia berbicara. Sepertinya ia berat untuk melepaskan Yuka saat ini.
"Nenek, mengapa kamu murung. Aku hanya ingin pergi berlatih, tolong restui kepergian kami. Jangan khawatir, percayalah Yuka akan baik-baik saja. Yuka bisa menjaga diri baik-baik." Ucap Yuka kepada neneknya seraya ia ingin menerangkan hati nenek.
"Gadis yang sangat baik hati. Yuka, jagalah diri baik-baik. Suatu saat nanti, kamu akan tahu siapa kamu sebenarnya." Ucap nenek membuat kami terkejut dengan spontan aku pun saling menoleh dengan Yuka. Yuka pun memancarkan paras yang sangat kebingungan.
"Nenek, apa maksud ucapan nenek? aku tidak mengerti." Tanya yuka kepada nenek Jisoo.
"Sudahlah , Yuka. Sebaiknya kamu bergegas pergi, ini bekal untuk makanan kalian. Hati-hati di jalan!" Seru nenek kepada kami berdua, setelah kami selesai berdiskusi akhirnya Jae Jun datang menghampiriku.
"Pangeran Kenzi, lekaslah masuk ke kereta kuda. Aku membawa kendaraan ini diam-diam untuk membawamu ke desa sebelah, bergegas Yuka." Ujar Jae Jun yang benar-benar memperingatkan kami agar segera cepat pergi dari sini, akhirnya aku bersama Yuka segera masuk ke dalam kereta kuda lalu sepanjang perjalanan aku pun berpikir, apakah Bukit hijau adalah lokasi yang tepat untuk kami berlatih? lamuanku semakin dalam saat ini.
"Pangeran, kemana tujuan kita saat ini?" Tanya Jae Jun kepadaku. Akupun terkejut dan tersadar dari lamunan panjangku.
"Jae Jun, bawalah kami ke Bukit hijau. Disana adalah tempat yang tepat untuk berlatih yang baik." Ucapku kepada pengawal pribadiku saat ini.
__ADS_1
Tidak berselang lama kemudian, suara gadis cantik ini pun terdengar. Dia menanyakan sesuatu kepada kami.
"Pangeran Kenzi, mohon maaf aku ingin bertanya? Saat kita berlatih ke Bukit hijau nanti, kita akan bermalam dimana pangeran?" Tanya Yuka membuat kami tersenyum saat ini.
"Yuka, apakah kamu lupa? Aku adalah seorang putra mahkota dari Kerajaan Suji, aku membawamu ke Bukit hijau pasti memiliki alasan yang sudah aku pertimbangkan. Disana ada sebuah gubuk yang bisa kami tempati untuk bermalam, jadi kamu tidak usah khawatir." Ucapku kepada gadis cantik yang tepat ada di sebelahku.
"Baiklah, Pangeran Kenzi. Maafkan atas ketidak tahuanku, aku hanya khawatir di sana akan turun hujan lebat . Aku pun bingung harus bermalam dimana?" Ucapanya membuatku tertawa terbahak-bahak.
Haha haha hahaha.
Tawaku yang begitu terbahak-bahak.
"Yuka, percayakan semua kepada Pangeran Kenzi, tidak mungkin dia membiarkanmu kesulitan." Sahut Jae jun untuk menenangkan Yuka saat ini.
Kami bertiga merapikan dan membersihkan gubuk ini agar gubuk ini nyaman untuk kita singgahi beberapa hari ke depan.
"Pangeran Kenzi, apakah kamu yakin akan tinggal di gubuk ini?" Tanya Jae Jun kepadaku.
"Gubuk ini adalah tempatku saat berlatih, ini adalah tempat favoritku. Mana mungkin aku tidak senang berada di gubuk ini? walaupun ini tidak semegah istana, akan tetapi bangunan ini sangatlah layak ditempati. Disini aku bisa bertahan hidup bersama Yuka saat berlatih, sering-seringlah datang ke sini untuk membawa bahan makana. Jangan sampai Kakak Suzuka tahu Jae Jun." Ucapku seraya memperingatkan Jae jun.
"Apa yang harus aku lakukan setelah ini? Baiklah, pangeran aku akan sering mengunjungimu. Alasan aku pergi pagi-pagi buta membawa kereta ini karena aku ingin melindungi pangeran. Tidak mungkin aku pergi pada siang hari, pasti akan menimbulkan kecurigaan pengawal lain." Ujar Jae Jun menjelaskan kepadaku.
__ADS_1
"Oke baiklah, jika seperti itu alasanmu. Yuka, kamu bisa menempati kamar yang ada di sana. Kamar Itu khusus aku sediakan untukmu, tidak usah khawatir aku akan selalu menjaga kamu. Tenanglah, tidak akan ada binatang buas disini." Ujarku kepada Yuka lalu tanganku meraih tas yang berisi senjata untuk bertempur. Aku mengeluarkannya satu persatu, semua ini aku rapikan untuk besok aku berlatih.
"Pangeran.. untuk apa pedang sebanyak itu dan apa gunanya?" Tanya Yuka membuatku terkekeh bersama Jae Jun.
"Yuka, ingat tujuan utamamu. Kamu datang ke sini untuk berlatih, sudah seharusnya kamu memiliki senjata saat latihan." Seru ucapku kepada Yuka yang begitu lugu.
"Maafkan aku, pangeran. Aku benar-benar tidak mengerti tentang pertempuran." Sahutnya dengan wajah yang begitu kecewa.
"Yuka, tenang saja. Aku akan melatihmu seruku menenangkannya saat ini, tiba-tiba Jae Jun menghampiri kami lalu ucapannya membuatku terkejut.
"Pangeran, apakah kamu telah mendengar informasi terbaru di istana Kerajaan Suji?" Ucap Jae Jun kepada kami berdua, sontak aku pun terkejut lalu aku bertanya saat ini.
"Jae Jun, Informasi apa yang kamu dapatkan?" Tanyaku dengan wajah yang begitu cemas.
"Kemarin aku mendengar desas-desus di dalam Kerajaan bahwa guru pelatih diancam oleh Putri Suzuka." Ucap Jae Jun kepadaku, seraya ia mengkhawatirkan keadaan Guru Kerajaan.
"Sudah kuduga, pasti kakakku memaksa Guru Kerajaan untuk melatihnya. Akan tetapi guru kerajaan pasti berpikir ulang tentang arena pertempuran yang dipilih oleh Kakak Suzuka.
"Sepertinya Kakak Suzuka sudah sedikit gila, dia memilih tempat pertempuran di Lembah hitam." Seruku kepada Jae Jun dengan mengangkat satu bilah pedang di tanganku.
"Pangeran aku heran kepada Putri Suzuka, mengapa dia memiliki sifat yang amat sangat licik dan jahat. Walaupun kalian dua bersaudara tetapi kalian amat sangat berbeda." Ucap Jae Jun membuatku tersenyum saat ini.
__ADS_1
"Sudahlah, Jae Jun. Ini mungkin sudah menjadi Takdirku memiliki seorang kakak seperti Suzuka, sebaiknya kamu Segera bergegas pergi ke istana Kerajaan Suji. Aku khawatir Jika kamu akan mendapatkan masalah jika ketahuan membawa kereta kerajaan saat ini." ucapku memperingatkan Jae Jun untuk segera pergi dan akhirnya Jae Jun pun berpamitan untuk meninggalkan kami saat ini.