
POV. SUZUKA
Kemarahan benar benar menguasai akal Fikiran. Aku terus mencari cara agar bisa mengalahkan Yuka. Pelatihanku terhambat dikarenakan Guru Kerajaan Suji yang mendadak menghilag, sempat ada rasa khawatir atas pertempuran nanti. Aku harus mencari cara agar dapat memenangkan pertempuran itu.
Aku berjalan menyusuri seisi Kerajaan Suji, akhirnya akupun menghampiri ibu saat ini.
"Ibu.. Bolehkah aku berbicara sebentar denganmu?" Tanyaku kepada ibuku dengan wajah yang begitu cemas.
"Ada apa putriku? Sepertinya kamu sangat cemas, apa yang sedang kamu pikirkan?" Tanya ibu kepadaku saat ini.
"Wahai ibuku, akhir-akhir ini aku tidak melihat guru ada di Kerajaan Suji. Bagaimana aku bisa berlatih, jika guru kerajaan pun tidak ada di tempat?" Tanyaku kepada ibu dengan begitu sangat emosional.
"Kamu tidak usah khawatir Suzuka, biar nanti Ibu yang mengurusnya. Berlatihlah secara mandiri, kamu sudah dibekali banyak jurus. Akan tetapi kamu malas untuk asah kemampuanmu. Sebaiknya kamu berlatih, jangan sampai kekalahan menghampirimu saat nanti." Sahut ibu dengan penyampaian yang begitu tegas, akhirnya aku pun hanya bisa mengangguk lalu aku pergi untuk pergi berlatih.
Aku berjalan menyusuri ruangan pelatihan, akan tetapi entah mengapa aku begitu malas untuk berlatihan hari ini. Pikiranku mulai kacau saat ibu memperingatkanku tentang kekalahan. Apa boleh buat hanya dengan berlatih yang bisa aku lakukan saat ini. Kuambil pedang yang saat ini tergeletak di atas meja lalu aku segera berlatih dengan mandiri, beberapa teknik aku lupakan karena aku malas berlatihan akan tetapi aku mencoba memulai dari teknik dasar yang aku sudah kuasai.
Sreng x slah.
Bunyi pedang yang saat ini aku ayunkan ke kanan dan ke kiri. Sesaat aku berlatihan dengan serius, tiba-tiba Kenzi datang menghampiriku.
"Kak Suzuka... Apakah kamu yakin akan menang dalam pertarungan nanti?" Ucap Kenzi yang begitu memuakan saat ini.
"Apa maksudmu berbicara seperti itu? Berhentilah kamu berbicara. Kamu hanya datang untuk menakut-nakuti saat ini." Ucapku dengan setengah teriak kepadanya, aku sangat marah jika Kenzi berbicara seperti itu.
__ADS_1
"Kakak, sudahlah . . Menyerah lebih baik dari pada kamu celaka. Apa bisa kamu berlatih tanpa adanya seorang guru? Kamu pikirkan baik-baik musibah apa yang kamu akan kamu terima, jika kamu kalah dalam pertempuran itu." Ucap Kenzi dengan sangat sinis, matanya mendelik dengan tajam. Terlihat dari sudut mataku yang saat ini mulai sinis menatapnya.
"Aku malas berbicara denganmu Kenzi, pergilah sana!" Usirku kepada Kenzi saat ini. Kenji pun segera pergi lalu aku melanjutkan pelatihan.
Saat aku mencoba menghujamkan sebilah pedang ke target yang telah disediakan, tiba-tiba ada asap gelap yang membuat mataku kabur.
"Apa-apaan ini? Mana mungkin ada asap di dalam ruangan." Ucapku dengan memegangi mataku yang terasa sangat pedih.
"Aduh asap ini membuat dadaku sesak." Ucapku merasa terganggu dengan asap ini.
Uhuk uhuk uhuk.
Dengan bergetar tenggorokanku terasa gatal, batuk yang tidak bisa tertahankan saat ini membuatku semakin lemah. Tiba-tiba saat ku tersadar, aku berada di tempat lain. Tempat ini sangat asing bagiku.
"Kamu siapa lalu dimana aku sekarang?" Tanyaku kepada sosok yang saat ini berbicara kepadaku.
"Kamu sekarang sedang berada di dalam kekuatan iblis, jiwamu penuh amarah. Sehingga aku tertarik untuk menjadikanmu salah satu dari bagianku." Ucap sosok saat ini kepadaku.
"Aku malas berbicara dengan orang asing. Jawab pertanyaanku, siapa kamu?" Ucapku dengan sangat marah, bagaimana tidak aku berbicara dengan seseorang yang tidak terlihat wujudnya. Ini sangat menakutkan.
"Suzuka, kamu dilahirkan dengan sebuah kutukan. Banyak yang kamu tidak ketahui tentang asal-usul kelahiranmu akan tetapi aku tidak ingin berbicara tentang hal itu saat ini kepadamu. Aku hanya ingin mengajukan penawaran kepadamu, maukah?" Tanya sosok itu.
Tiba-tiba terlihatlah sosok yang tinggi besar, rambutnya panjang hingga menyentuh ke tanah. Ada dua tanduk di kepalanya, bola matanya sangat besar bahkan kelopak matanya pun hitam. Tubuhku terasa kecil sekali baginya, sosok apakah ini sebenarnya? Aku pun bertanya-tanya dalam hati. Akan tetapi aku harus tetap berani menghadapi makhluk ini.
__ADS_1
"Hai kamu, Siapakah kamu sebenarnya?" Tanyaku untuk yang kedua kalinya kepada sosok makhluk ini.
"Suzuka.. Dari penampilanku seharusnya kamu mengetahui siapa aku. Aku adalah iblis penguasa amarah, aku tahu kamu akan bertarung di Lembah hitam. Akan tetapi tidak ada guru yang melatihmu. Aura gelap yang ada di dalam jiwamu membuatku begitu tertarik agar kamu menjadi pengikutku. Jika kamu menjadi pengikutku, aku akan berikan kamu kekuatan iblis yang begitu dahsyat." Ucap sosok itu seraya dia ingin sekali aku bergabung dengannya.
Haahaha haha.
Suara tawa dari makhluk itu menggelegar. Aku pun sangat takut saat ini. Akan tetapi aku harus tetap berusaha memberanikan diri, agar aku mencapai tujuanku yaitu kemenangan saat pertarungan di Lembah Hitam.
"Boleh saja aku bergabung denganmu, tetapi kekuatan seperti apa yang mungkin kamu berikan kepadaku?" Tanyaku saat ini kepada iblis yang ada tepat di hadapanku. Kakinya begitu besar bahkan sepertinya jika tubuhku diinjak oleh telapak kakinya mungkin aku sudah mati saat ini. Makhluk itu sedikit membungkuk, seraya ia sedang berjongkok untuk berbicara denganku lalu dia pun mengeluarkan telapak tangannya agar aku naik. Aku langkahkan kakiku dengan sangat ketakutan saat ini. Kakiku bergetar tetapi aku harus tetap tegar melewatinya.
Sekarang aku sudah berada di atas telapak tangan sosok iblis yang berbicara denganku saat ini.
"Iblis... Apa yang kamu inginkan? Kekuatan apa yang akan kamu berikan kepadaku?" Tanyaku berulang kali kepada sosok yang ada di hadapanku. Aku berdiri tepat tepat berhadapan dengan wajahnya, terlihat begitu menyeramkan. Matanya begitu besar serta bulu-bulu panjang yang ada di pipinya seperti akar di hutan belantara.
Haha hahaha.
Tawa kedua kalinya dengan sangat menyeramkan. Suzuka, jangan banyak bertanya kepadaku. Aku akan berikan kekuatan itu, hal ini sabgat mudah bagiku. Terlebih arena pertempuran yang akan kamu jalani adalah tempatku." Ucap iblis itu dengan sangat menyeramkan.
"Arahkan pedangmu saat ini. Kamu cukup genggam dan arahkan ke mataku." Ucap iblis dengan sangat bergema saat ini. Aku menuruti pintanya dengan berani. Kugenggam sebilah samurai yang saat ini. Tepat berhadapan dengan bola matanya, tiba-tiba muncullah sinar seperti api yang mengarah ke paledangku. Cahaya ini seperti laser berwarna merah, pedangku saat ini berubah menjadi seperti bara api. Benar-benar menakjubkan, setelah kekuatan itu berpindah ke pedangku lalu aku kembali turun tiba-tiba ada asap tebal yang benar-benar menghalangi pandanganku.
Gubrak..!
Tubuhku terjatuh seolah terpental. Saat ku sadar aku telah kembali ke dalam kerajaan saat ini. Aku bisa bernafas lega, mungkin aku anggap hal tadi hanyalah sebuah mimpi akan tetapi pedang yang genggam berubah menjadi berwarna hitam legam seperti habis terbakar. Sontak aku pun terkejut, ternyata yang baru saja aku alami bukan hanyalah sebuah mimpi akan tetapi kenyataan. Aku simpan baik-baik pedang samurai agar nanti bisa aku pergunakan saat aku bertempur dengan gadis miskin yang bernama Yuka.
__ADS_1