
Hari ini adalah hari kebahagiaan kami semua. Kami ber-empat, telah berhasil melintasi lorong keadilan. Terlihat sepertinya Pangeran Kenzi adalah orang yang pertama yang berhasil melintasi lorong ini, lalu di susul dengan aku yang kedua, sedangkan yang ke-tiga Kaisar Suji dan yang ke-empat adalah pelatih dari Kerajaan Suji.
Kami sangat berbahagia, suka cita menyelimuti kami saat ini. Aku melihat ada sesuatu yang berbeda dari tampilan Pangeran Kenzi. Sekarang dia mengenakan mahkota, seraya dia mendapatkan satu penghargaan atas apa yang telah dia perbuat di dalam lorong keadilan. Akan tetapi aku juga tidak kalah, aku juga mendapatkan kalung liontin penghargaan dari lorong keadilan. Liontin ini melambangkan kemurnian dan juga ketabahan hati dalam menghadapi rintangan yang ada di dalam lorong keadilan, sedangkan terlihat guru kerajaan mendapatkan lencana bintang penghargaan sebagai pelatih 3 orang kesatria murni dalam membela keadilan. Bintang itu pun disematkan di atas bajunya, dia pun terlihat gagah dengan mengenakan lencana itu. Saat ini Kaisar Suji-pun mendapat 1 lencana bintang lagi. Dia sematkan semua lencana yang dia dapatkan. 1 lencana pada saat di angkat menjadi kesatria dan 1 lencana bintang saat melewati lorong ini. Total bintang yang dimiliki oleh Kaisar Suji adalah 2.
Sepertinya bukan hanya aku yang merasa bahagia, kami semua berhasil melewati misi yang begitu panjang di dalam lorong itu.
"Pangeran Kenzi, bagus sekali mahkotamu. Apakah kamu mendapatkan mahkota itu dari hasil kesabaranmu di dalam lorong keadilan?" Tanyaku kepada Pangeran Kenzi saat ini.
__ADS_1
"Emmmh, bukan Yuka. Ini adalah penghargaan yang di berikan untukku karena aku telah tulus memberikan darahku kepada kalajengking yang akan menghisap darahku. Saat di lorong aku berkata kepadanya, bahwa aku ingin melewati lorong itu. Akan tetapi dia mau minta sesuatu dariku dan aku memberikannya. Dalam permintaanku hanya satu hal yang aku tekankan dalam aku memberikan keinginanya. Aku mempersilahkan darahku di hisap oleh-nya. Akan tetapi dia tidak boleh membunuhku karena aku butuh hidup untuk membela kedamaian rakyat-rakyatku. Anehnya kalajengking Itu-pun tidak menghisap darahku, dia mempersilahkanku untuk melintasi lorong itu dengan mudah. Maka dari itu aku cepat sekali melewati lorong itu." Ucapnya dengan wajah yang berseri-seri, sesekali aku-pun melirik mahkotanya. Mahkota itu begitu sangat indah, kilauannya begitu menghanyutkan hati. Tidak lama kemudian, aku-pun memberikan selamat kepadanya.
"Woaaah, selamat Pangeran Kenzi atas keberhasilan melewati lorong keadilan. Selamat juga untuk Kaisar Suji dan juga guru kita semua. Kami berhasil melewati lorong ini dengan baik. Marilah kita kembali ke tempat kita masing-masing karena ini adalah misi terakhir. Kita hanya tinggal menghadapi pertempuran nanti di Lembah Hitam, semangat..." Ucapku kepada semua orang yang ada di sini.
Mereka pun ber-suka cita lalu kami semua mencari jalan keluar, untuk mencari kereta kuda kami yang ada di tepi sungai. Terlihat di ujung sana ada sungai yang sangat jernih, aku yakin sungai ini berbatasan dengan tempat-tempat yang kita lalui. Akhirnya aku mengusulkan kepada semua orang untuk kita menyusuri sungai ini, agar kita menemukan jalan untuk kembali ke tempat dimana kita menyimpan kereta kuda.
"Yuhu, benar sekali apa yang kamu pikirkan. Itu sepemikiran sama denganku. Tidak mungkin sungai memiliki dua arah, Ada-pun dia memiliki dua arah, sungai itu pasti memiliki hulu yang sama. Jadi, sebaiknya kita susuri sungai ini. Agar kita tidak tersesat, sungai ini sungai yang kecil maka dari itu kita tidak usah khawatir jika airnya akan membahayakan." Ucap dari Kaisar Suji.
__ADS_1
"Iya, betul sekali Ayah. Bisakah kita minum sebentar, aku kehausan sekali." Ucap Kenzi dengan sedikit memelas.
Aku-pun baru teringat, bahwa memang Pangeran Kenzi sangat haus dari bangun tidur tadi. Persediaan Air yang memang benar tinggal satu botol, membuatnya masih kehausan. Akhirnya kami semua meneguk air dari sungai yang sangat jernih. Kami meminum air sepuasnya, hingga kami merasakan kenikmatan dan kepuasan atas dahaga yang kami tahan. Setelah kita selesai minum, akhirnya kami kembali menyusuri jalan setapak dengan menyusuri sungai ini.
Hingga tibalah kami tepat di hutan dan menenemukan kembali kuda kuda yang kami tinggal.
"Ayo, semua kita pulang." Teriak Kenzi pada kuda-kudanya.
__ADS_1
Kami-pun pulang dengan hati yang sangat bahagia.