SEDARAH PUSARA LEMBAH HITAM

SEDARAH PUSARA LEMBAH HITAM
Episode 24. Rahasia gerbang jumali


__ADS_3

Kali ini aku sudah masuk ke dalam gerbang Jumali. Betapa terkejutnya aku saat melihat pemandangan yang begitu indah. Gemericik air begitu syahdu terdengar, pepohonan dan bunga-bunga yang sangat indah tumbuh subur di dalam gerbang Jumali.


"Wahai, guru. Begitu indah pemandangan di balik gerbang Jumali, bersyukurlah kita bisa masuk ke dalam gerbang ini." Ucapku kepada guruku saat ini.


"Kamu beruntung, Yuka. Kamu memang benar-benar kesatria yang terpilih. Aku pun merasakan hal yang demikian, terima kasih kamu telah mempercayakan ku sebagai guru pelatihmu." Ucap guruku dengan tersenyum.


Akhirnya kami melangkah melewati sungai yang begitu deras, sungguh indah pemandangan ini. Di ujung pelupuk mata terlihat ada lapangan untuk bertarung.


"Wahai guru.. Inikah lapangan untuk pelatihanku?" Tanyaku kepada guruku saat ini.


"Sepertinya memang benar ini adalah lapangan Jumali. Aku pun baru pertama kali masuk ke dalam gerbang ini. Mari kita ke sana, Yuka." Seru guruku dengan bersemangat berlari ke arah lapangan ini.


Terlihat begitu megah di dalam gerbang Jumali. Ada pakaian kesatria yang berjejer disini, akhirnya aku menemukan sepucuk surat yang memang telah tersedia di atas batu. Surat ini tergeletak persis di sebelah batas dari lapangan Jumali.


"Wahai guru.. Apakah ini surat untukku?" Tanyaku kepada guru saat ini.


Guru pun menghampiri ku lalu meraih surat itu.


"Benar.. Yuka. Disini tertera namamu, sebaiknya kamu buka!" Pinta guruku saat ini.


Aku pun segera menuruti, apa yang diperintahkan oleh guruku. Ku ambil surat ini dengan hati-hati lalu aku membaca isi surat dari gerbang Jumali.


"Selamat datang di gerbang Jumali. Kamu adalah ksatria wanita pertama yang terpilih, gadis cantik bernasib malang yang akan mendapatkan kemenangan. Sebelum kamu berlatih kamu harus mengenakan pakaian kesatria yang menandakan kamu adalah wanita yang terpilih. Berlatihlah dengan giat, jaga hatimu agar selalu dalam ketulusan. Ingatlah ..Yuka. Jika kamu ingin memenangkan pertarungan di Lembah Hitam, kamu harus selalu memiliki hati yang bersih. Buanglah rasa sombong dan juga iri dengki." Isi surat dari gerbang Jumali.

__ADS_1


"Wahai, guru. Surat ini telah kubaca, aku diperintahkan untuk mengenakan pakaian ksatria tetapi aku bingung mengenakan yang mana? Banyak sekali pakaian di sini. Aku takut salah memilih pakaian yang akan kukenakan." Tanyaku kepada guru, sejenak guruku terdiam lalu dia berkata demikian.


"Yuka, dalam sepengetahuanku di buku panduan suci untuk kesatria. Disana tertera keterangan bahwa seseorang yang terpilih menjadi kesatria akan mengenakan pakaian yang memancarkan sinar. Segeralah kamu lihat satu persatu pakaian yang tertanggal di sana. Jika ada sinar yang menyilaukan matamu, pilihlah baju itu karena itu memang kepunyaanmu." Ucap guruku dengan lantang, akhirnya aku berjalan ke beberapa patung yang mengelilingi lapangan Jumali ini. Ada banyak pilihan pakaian yang tertanggal untuk dikenakan para kesatria, akan tetapi aku harus meneliti dengan cermat memilih pakaian yang harus aku kenakan. Aku berjalan dengan perlahan, aku sentuh pakaian ini satu persatu akan tetapi belum juga ada yang memancarkan sinar. Akan tetapi di patung ke-8, ada sebuah pakaian kesatria berwarna hitam. Sepertinya pakaian itu untuk wanita, cahayanya begitu menyilaukan dan aku harus segera bergegas ke sana. Aku hampiri patung Nomor 8 lalu aku sentuh pakaian ini. Tidak lama kemudian, aku pun terkejut dengan silau yang begitu terang. Ada asap tebal yang menutupi penglihatanku saat ini.


"Aah.. Sinar apa ini? Aku tidak bisa melihat." Seruku berteriak.


"Tringbtring tring tring tring tring.


Bunyi yang dikeluarkan dari pakaian yang tertanggal, sontak aku pun terkejut melihat pakaian yang aku sentuh telah aku kenakan saat ini.


"Wahai..Guru. Lihatlah ini pakaian ini menempel ke dalam tubuhku, aku takjub dengan keanehan yang ada di dalam Gerbang Jumali." Ucapku kepada guruku saat ini.


"Selamat, Yuka. Kamu memang benar-benar kssatria yang terpilih. Kamu pantas mengenakan pakaian kesatria itu, sekarang waktunya kamu berlatih. Marilah kita berlatih, Yuka." Ucap dari guruku dengan penuh semangat.


"Sreng sreng x slash srengseng x slahh."


Bunyi yang dihasilkan samurai sakti yang aku pergunakan untuk berlatih.


"Yuka, tetaplah fokus. Lihat seranganku." Ucap dari guruku saat ini.


Guruku mengarahkan samurainya ke arahku lalu aku menghindar.


Haphap hap hap hiya hiya." Teriakanku saat aku melompat menghindari serangan dari guruku, dengan terkejut tubuhku bisa melayang dan juga terbang. Benar-benar seperti kesatria yang aku bayangkan saat ini. Guru Lihatlah ini, aku bisa terbang dan aku bisa mengayunkan samurai ini dengan baik." Ucapku kepada guru dengan terkejut, hatiku pun begitu bahagia karena aku telah menguasai teknik kekuatan murni.

__ADS_1


"Benar sekali, Yuka. Tehnik dari kekuatan murni telah kamu kuasai saat ini. Terbanglah mundur lalu kamu arahkan samurai kepadaku, Yuka. Aku akan menghindar saat ini." Sahut guruku. Aku pun segera terbang mundur lalu aku berlari cepat seolah aku melayang. Aku arahkan serangan samuraiku ke arah guruku.


"Huyaaa hiya iya sreng sreng sreng." Tereriakan saat aku menyerang guruku.


"Ahhh, berak berak berak." Gubrak bunyi yang dihasilkan dari pentelan tubuh guruku saat ini.


Guruku terjatuh ke tanah, nyaris saja aku menusuknya saat ini. Aku pun segera berlari menghampiri guruku, seraya aku ingin menolongnya untuk berdiri.


"Guru.. Maafkan aku. Apakah kamu terluka" Ucapku kepada guruku saat ini.


"Tidak!! Yuka. Aku berhasil menghindari seranganmu, akan tetapi seranganmu benar-benar luar biasa. Bersyukurlah aku tidak dikenai oleh samurai saktimu. Kamu memang hebat, Yuka. Semangatmu untuk berlatih sangat tinggi, perjuangkanlah nama baik ksatria yang telah kamu emban saat ini." Ujar guruku seraya menasehatiku saat ini. Aku pun mengangguk lalu aku memberikan hormat.


"Terima Kasih, guru. Guru telah bersedia menjadi pelatihku, aku pun sekarang telah bisa menguasai teknik-teknik pertempuran." Ucapku seraya aku berterima kasih kepada Guruku saat ini.


"Yuka, sama-sama . Aku bangga memiliki murid sepertimu, baru pertama kali aku melatih seorang ksatria putri yang begitu baik hati. Kamu pantas menjadi kesatria." Sahut guruku dengan menepuk pundak.


"Beristirahatlah sejenak karena nanti akan ada rahasia-rahasia yang akan kamu ketahui di dalam Gerbang Jumali ini. Untung saja aku sempat membaca buku suci untuk panduan Jumali. Kamu memang telah ditakdirkan untuk menjadi muridku, tetaplah bersemangat.


Aku akan selalu mendukungmu." Ucap guruku dengan mata yang berbinar-binar, mataku pun membulat seraya aku terharu atas ucapan guruku.


Baru kali ini aku dihargai sebagai manusia.


"Terima kasih, guru. Aku akan selalu mendengarkan nasehatmu. Sebaiknya kita beristirahat sejenak, mungkin mungkin dengan beristirahat akan mengembalikan tenaga dalamku yang telah terkuras saat ini.

__ADS_1


__ADS_2