
Kali ini aku harus berfokus pada pertempuran, dimana lawanku adalah kakak kandung ku sendiri. Tehnik pernafasan aku kendalikan, satu titik aku perhatikan dengan penuh ke waspadaan. Sepertinya dia menggunakan jurus 1000 bayangan. Teknik itu digunakan untuk mengelabui, aku harus tetap berfokus pada satu titik.
Terlihat Kaisar Suji telah melakukan perlawanan kepada Kaisar Keytaro, serangan itu mulai menghantamku. Seketika tubuhku jatuh, terseret oleh hempasan kekuatan jurus seribu bayangan.
Gubrakk gubrak gubrak..
Tubuhku yang terhempas saat ini, seolah tergelincir dalam jurus seribu bayangan.
Aku bangkit, aku mulai pergunakan kekuatan murni. Teringat pesan guruku saat ini. Hanya kekuatan murni lah yang dapat menembus kekuatan deribu bayangan. Teknik ini sepertinya telah dipersiapkan oleh kakakku untuk menyerangku saat ini. Aku raih pedang saktiku lalu aku mulai melakukan penyerangan.
"Rasakan ini seranganku, Suzuka." Ucapku dengan menggenggam samurai sakti lalu aku arahkan ke tubuhnya saat ini.
Sreng x slash tring sereng x...
Suara benturan, pedang kami yang saling menyerang.
"Haha haha tidak semudah itu, Yuka. Aku tidak akan membiarkanmu untuk mengalahkanku untuk saat ini." Ucap dari kakakku, aku-pun hanya tersenyum lalu aku mulai mengangkat samuraiku dan menggerakkannya ke arah sebelah kiri. Aku pergunakan tendangan mautku, aku angkat kakiku lalu aku menendangnya dengan sekuat tenaga.
Bugh bugh brakkkkk..
Dia pun terjatuh oleh tendanganku, aku arahkan pedang ini tepat di hadapannya tetapi tangannya begitu cepat untuk menangkis seranganku.
Greng goncreng-goncreng..
Bunyi tangkisan Suzuka yang sekarang menangkis pedang saktiku.
"Ah, tidak..." Ucap suzuka dengan meringis kesakitan. Sepertinya pedang saktiku mengenai telapak tangannya lalu terlihat saat ini dia bangkit untuk menyerangku, terlihat di hidungnya mengeluarkan darah. Seraya dia menahan kesakitan oleh tendangan mautku.
"Apakah kamu masih berani untuk melawanku, Suzuka?" Ucapku kepada Suzuka saat ini.
__ADS_1
"Jangan terlalu sombong kamu, Yuka. Aku akan segera menghabisimu. Lihatlah jurus iblis ini.. Ciat ciat ciat.." Teriakannya dengan mulai berlari ke arahku, terlihat kabut hitam di hadapanku saat ini.Mata Suzuka memerah, tubuhnya mengeluarkan asap hitam. Terlihat jelas, seperti jurus iblis yang sedang dibakar amarah. Dia mencoba menarik tanganku, sakit rasanya.
"Awhh, panas sekali... Ah tidak!!! Panas sekali ini.." Ucapku teriak kesakitan saat ini. Terdengar dari arah jauh teriakan Kenzi mengingatkanku.
"Yuka Pergunakanlah tombakmu, serangan itu adalah serangan dari iblis." Teriak Kenzi kepadaku.
Aku-pun segera meraih tongkat yang ada di pinggangku, aku pukulkan kehadapannya. Perpaduan antara tongkat dan tombak, akan aku serangkan kepadanya. Seketika tubuhnya-pun terbang, tergulung oleh angin.
Wuisss wis wis wis wis..
Gubrak gubrak gubrak..
Tubuhnya terombang-ambing dengan gulungan angin yang saat ini dia rasakan. Aku terkesima, benar-benar sakti tombak dan tongkat yang saat ini. Aku berulang kali menyerangnya.
Gubrak gubrak gubrak gubrak..
Lagi-lagi dia-pun terpental jauh saat ini. Tubuhnya jatuh mengenai tanah. Sepertinya dia mulai roboh dari benteng pertahanannya.
"Wahai iblis, aku telah bersekutu denganmu. Pemutusan perjanjian yang diputuskan oleh Ayahku, akan aku batalkan. Untuk kali ini, aku akan tetap bersekutu denganmu tapi bantulah aku untuk membunuh hadis miskin yang menyebalkan itu." Ucap Suzuka dengan menunjuk ke arahku. Semua terdiam, termasuk dengan Kaisar Suji dan Keytaro. Kami terkejut mendengar ucapan Suzuka.
"Heii... Apa yang kamu lakukan putriku?" Ucapnya dengan keheranan saat ini.
"Sudahlah.. Ayah. Biar ini menjadi urusanku, aku hanya ingin membunuh Yuka saat ini." Ucapnya dengan sangat marah kepadaku, wajahnya memerah. Tangan dia kepalkan, tiba-tiba angin kencang sekarang melanda tempat ini.
"Yuka, bertahanlah.. Aku akan segera melindungimu." Ucap dari Pangeran Kenzi saat ini, dengan menghampiriku.
"Yuka, marilah kita satukan kekuatan." Ucap dari Kenzi dengan menatap wajahku. Aku pun mengangguk lalu aku segera mengeluarkan liontin yang aku kenakan. Kenzi-pun menyentuh mahkota yang saat ini disematkan kepalanya. Kami tempelkan dua benda ini, seraya kami ingin menggabungkan kekuatan.
"Kita serang dia.." Ucap pangeran.
__ADS_1
Kekuatan ini benar-benar sangat dahsyat, petir dan angin menyambut dengan bersatunya kekuatan kami..Kami pun bersama-sama menyerang Suzuka saat ini. Akan tetapi pedang yang dipergunakan oleh Suzuka berubah menjadi merah membara, seperti bara api yang dia genggam. Aku-pun tidak diam saja, aku segera melakukan perlawanan untuk menyerangnya tetapi sial nasibku ini. Kakiku masuk ke dalam lubang, yang sama sekali tidak terlihat olehku.
"Ah tidak, bruk bruk ..." Tubuh ini terjatuh, kakiku seperti terkunci saat ini. Aku melihat Suzuka berlari ke arahku dan aku mulai pasrah dengan keadaan ini. Sontak aku-pun terkejut saat Kaisar Keytaro, menghadang putrinya sendiri.
"Apa yang kamu lakukan, Suzuka? Ingatlah, Yuka ini adalah.... " Ucapnya terputus..
Gelap jlep jelep..
Tusukan dari samurai itu, mengenai perut Kaisar Keytaro. Seketika, seperti gempa rasanya di tempat ini.. Angin berputar dengan tanah, tanah menjadi gembur. Muncullah air dari berbagai arah, seperti ada pusaran yang saat ini menarik tubuh Kaisar Keytaro.
"Aaaa...Aaaayah." Teriakan dari Suzuka yang saat ini menyesal telah menusuk ayahnya sendiri.
"Ingatlah Suzuka, Yuka adalah adikmu." Ucap Kaisar Keytaro yang saat ini tubuhnya tertarik ke dalam pusaran yang ada di Lembah Hitam.
"Ayah...." Teriakan suzuka untuk kesekian kalinya, aku-pun hanya bisa terdiam lalu aku menitikan air mata.
"Kau telah membunuh, ayahku." Ucapku dengan mulut bergetar.
"Aku tidak akan membiarkanmu hidup, Suzuka. Aku pun bangkit lalu aku memberi tendangan mautku, beriringan dengan kesatuan tenaga dalam kami berdua.
"Ayo, Kenzi.. Lekaslah, lemparkan sabuk merah itu ke lehernya." Ucapku kepada Kenzi saat ini.
Kenzi-pun melepaskan sabuk merah lalu mengenai leher Suzuka.
Hiya Hiya Hiya, gubrak prak prak..
Tubuhnya-pun terjatuh lalu dia tidak sadarkan diri saat ini.
Aku tidak peduli atas apa yang terjadi dengan Shizuka tapi aku mengkhawatirkan keadaan ayahku. Kulihat pusaran itu telah tertutup. Tanah ini berubah menjadi kering dan sekarang aku tidak bisa melihat ayahku.
__ADS_1
"Ayah.. Maafkan Aku, demi aku kamu rela memberikan nyawamu untuk masuk ke Pusara Lembah Hitam." Ucapku dengan menggenggam samurai sakti yang saat ini masih tertancap di dalam tanah.
"Yuka.. Kamu harus kuat dalam pertarungan ini.. Ini belum berakhir." Ucap dari pangeran Kenzi saat ini.