SEDARAH PUSARA LEMBAH HITAM

SEDARAH PUSARA LEMBAH HITAM
Episode 30. Keiko


__ADS_3

POV. NENEK JISSO


Setidaknya aku lebih nyaman berada di sini, walaupun Desa ini sangatlah asing bagiku. Aku rela tinggal di tempat pengasingan ini, hanya demi Yuka selamat dari incaran Suzuka. Pedesaan ini sangatlah asri, seperti di sebuah pengasingan. Pemandangan yang terhampar indah membuatku nyaman berada di sini. Ku coba berjalan mengelilingi desa, hingga akhirnya aku melihat ada sosok wanita yang sepertinya aku pernah mengenalnya.


Aku dekati wanita itu, wajahnya masih tetap sama dengan rambut yang panjang yang indah.


"Apakah mungkin dia adalah Keiko?" Tanyaku dalam hati saat ini.


Ingin rasanya aku menegur wanita ini, akan tetapi aku takut jika ia akan menghindar saat aku menghampirinya. Kuyakinkan hati ini untuk mencoba memastikan bahwa wanita itu ialah memang benar Keiko. Dengan langkah yang ragu aku pun membulatkan tekad untuk menegur sapa wanita cantik tersebut.


"Maaf apakah kamu Keiko?" Tanyaku kepada wanita paruh baya yang memang sangatlah cantik. Dia pun tersenyum, senyum yang dia tampakkan begitu indah. Wajar saja jika Kenzi menjadi anak yang baik karena perangai ibunya yang begitu sangat lembut.


"Sepertinya saya pernah mengenal Anda, tapi entah dimana? Memang benar adanya jika saya ini adalah Keiko. Apakah Anda kenal denganku?" Tanya Keiko dengan ramah akhirnya saat ini aku pun memeluk erat tubuhnya.


Bugh!!


Pelukan yang sangat erat ini menggambarkan rasa terima kasihku kepada Keiko.


"Apakah kamu lupa dengan aku? Aku adalah selir dari kerajaan Yamada. Aku adalah selir pribadi Permaisuri Yiza. Apakah kamu mengingatku Keiko?" Tanyaku dengan halus kepada wanita cantik ini.


"Astaga.. Apakah benar aku bertemu dengan Selir Jisoo? Mengapa kamu keluar dari Kerajaan Yamada?" Wajahnya terlihat mengartikan sebuah tanda tanya besar.

__ADS_1


"Keiko, bisakah kamu ikut denganku? Kebetulan aku baru pindah rumah. Rumahku ada di ujung jalan sana " Tanyaku kepada Keiko seraya aku mengajaknya untuk dia datang ke rumahku.


"Baiklah, Selir Jisoo. Aku akan ikut denganmu, sepertinya ada hal penting yang ingin kamu bicarakan. Segeralah!" Ucap dari Keiko seraya dia menghendaki ajakanku. Akhirnya kami berdua pun berjalan menuju rumah yang baru saja aku tempati, dari raut wajah Keiko terlihat dia begitu bingung dengan keberadaanku di desa ini.


Tepat di depan rumahku sekarang, aku pun segera mempersilakannya masuk dengan segera mengunci pintu rapat-rapat agar tidak ada satu orang pun yang mendengar percakapan kami.


Cekrek ceklek.


Pintu saat ini aku tutup rapat.


"Silakan masuk, Keiko. Duduklah.. Sekarang keadaan sudah aman, aku sudah mengunci pintu rapat-rapat." Ucapku kepada Keiko saat ini.


"Selir senior, apa yang terjadi? Berpuluh-puluh tahun aku mengharapkan bisa bertemu dengan salah seorang penghuni kerajaan. Akan tetapi tidak pernah ada satu orang pun yang dapat bertemu denganku." Ucap Keiko dengan raut wajah yang sedih.


"Benarkah itu? Aku ingin sekali berjumpa dengan putraku, akan tetapi begitu banyak larangan yang diberikan kepadaku oleh Permaisuri Yiza pada saat awal perjanjian." Ucapnya dengan menitikan air mata.


"Sebelumnya aku ingin bertanya kepadamu Keiko, Kengapa kamu bisa tinggal di desa terpencil seperti ini?" Tanyaku kepada Keiko seraya aku ingin mengetahui mengapa dia tinggal di desa terpencil yang amat sangat jauh dari sebuah kerajaan.


"Selir Jisoo, cerita ini begitu sangat mengharukan bagiku. Dimana saat aku menyetujui meminjamkan rahimku untuk melahirkan seorang putra kerajaan. Aku tidak pernah berpikir akan memiliki nasib malang seperti ini. Semua ini adalah akibat perbuatan jahat Permaisuri Yiza. Kaisar pun tidak mengetahui jika aku dibuang di sebuah sungai deras. Setelah aku melahirkan putra yang begitu sangat tampan, aku pun dibuang oleh segenap ajudan permaisuri saat itu. Tubuhku sangat lemah karena aku baru saja melahirkan seorang bayi. Entah mengapa setelah aku tersadar aku berada di sebuah sungai deras dan berbahaya. Sepertinya permaisuri saja merencanakan agar aku meregangkan nyawa di sungai itu, akan tetapi pertolongan Tuhan selalu ada untukku. Semesta menolongku hingga aku sampai di desa ini. Bertahun-tahun aku mengalami depresi berat, bagaimana tidak seharusnya aku bisa menyusui putraku? Akan tetapi aku pun tidak mengetahui di mana aku tinggal saat itu." Ucapnya dengan begitu mengharukan.


"Jadi selama ini kamu bukan diasingkan oleh Kaisar Suji?" Tanyaku dengan penasaran.

__ADS_1


"Bukan, selir Jisoo. Aku pun belum pernah berbicara dengan Kaisar Suji Paska aku melahirkan putraku. Malam itu mataku ditutup dengan kain hitam lalu aku dibawa di atas kereta kuda. Tubuhku dibuang dengan keadaan lemah tak berdaya." Ucapnya dengan sangat emosional.


"Jahat sekali Permaisuri itu. Aku tidak menyangka bahwa anak dari seorang Kaisar Yamada memiliki perangai yang sangat amat buruk. Takdir baik menghampirimu Keiko, Permaisuri Yiza sekarang sedang dilanda musibah. Perselingkuhannya dengan Kaisar Keytaro telah terbuka lebar. Bahkan kedua putrinya akan saling bertarung di Lembah Hitam." Ucapku pada Keiko saat ini.


"Apa kamu bilang? Lembah Hitam? Lembah itu amat sangat berbahaya. Mengapa bisa putri dari Permaisuri Yiza akan berseteru di sana?" Tanya Keiko dengan kebingungan.


"Beberapa kali sudah aku ungkapkan kepadamu, bahwa semesta telah mengolah karmanya. Takdir baik akan menghampiri orang baik, sebaliknya jika dia memiliki perangai yang buruk dan menanam sesuatu yang buruk maka takdir buruklah yang akan menghampiri Yiza." Ucapku kepada Keiko saat ini.


"Lalu di mana putraku? Aku ingin sekali memeluknya, bahkan aku pun belum sempat memberikan dia nama." Ucap Keiko dengan begitu menyayat hati.


"Keiko, wanita cantik yang baik hati. Putramu seorang putra mahkota di Kerajaan Suji. Dia bernama Pangeran Kenzi, Kenzi adalah sosok anak yang baik. Dia memiliki Perangai seperti ayah dan ibunya, sebaiknya kamu tinggal bersamaku agar kamu dapat bertemu dengan putramu. Putramu pasti merindukanmu karena ia telah tahu kebenaran tentang jati dirinya." Ucapku seraya menenangkan Keiko saat ini.


"Kubelai rambutnya, seraya aku menyayangi Keiko seperti putriku sendiri. Umur kami terpaut jauh, bisa dikatakan dulu aku adalah pengasuh dari putri mahkota. Usia Keiko jauh lebih muda di bawah Yiza akan tetapi kedewasaan wanita ini begitu membuatku terpukau. Keiko pun menganggukkan kepalanya seraya dia setuju dengan ajakanku saat ini.


"Baiklah, selir Jisoo. Jika kamu berkenan, aku akan tinggal di sini. Begitu rindunya aku kepada Putraku. Aku ingin sekali melihat parasnya. Aku ingin sekali memeluknya, Selir Jisoo." Ucap Keiko kepadaku.


"Aku tidak akan pernah keberatan, jika kamu ingin tinggal bersamaku rumah ini. Rumah ini adalah rumah pemberian dari anakmu, jadi kamu berhak menempati rumah ini. Aku meninggalkan rumahku karena diteror oleh Suzuka dan juga Permaisuri Yiza." Ucap kecewa diriku saat ini.


"Mengapa kamu pergi menghindari Permaisuri Yiza? Apakah kamu memiliki kesalahan?" Tanya Keiko kepadaku.


"Keiko, sama sekali aku tidak memiliki kesalahan kepada wanita itu. Akan tetapi dia yang takut dengan dosanya selama ini. Ria membuang putri bungsunya dari hasil hubungan gelap bersama Kaisar Keytaro. Gadis itu seolah sebagai putri yang terbuang. Nama gadis itu Yuka, dia anak yang manis yang aku besarkan. Kehidupan Yuka sangatlah jauh dari kata cukup saat hidup bersamaku. Tidak ada bantuan sama sekali dari kerajaan Keytaro atau dari Permaisuri Yiza. Sekarang ini gadis itu sedang berlatih dengan putramu untuk melawan kejahatan kakak kandungnya sendiri." Ucapku dengan tegas kepada Keiko.

__ADS_1


"Jadi... Yuka dan Suzuka akan saling bertarung?" Sontak mata Keiko membelalak, seraya dia terkejut dengan takdir yang terjadi kepada Kerajaan Suji.


__ADS_2