
Saat ini aku sedang berpikir keras. Bagaimana caranya aku dapat memenangkan pertarungan di Lembah Hitam. Sepertinya akan sulit bagiku, jika aku harus mengalahkan dua orang sekaligus. Aku pun mulai berpikir, bagaimana cara agar aku memenangkan pertarungan nanti di Lembah Hitam. Saat ku terduduk di singgasana, aku teringat akan sosok yang dulu pernah diceritakan oleh leluhurku. Ada beberapa leluhurku yang memiliki kekuatan hitam dan aku harus memiliki kekuatan hitam itu. Aku pun segera bergegas pergi mencari buku kekuatan hitam, seingatku buku itu disimpan di atas lemari kaca yang terletak di kamar ayahku. Aku berlari seraya ingin segera mendapatkan buku petunjuk itu. Sesampainya aku di kamar ayahku, segera aku perhatikan seluruh sudut ruangan yang ada di kamar ini. Ku cari dan amati dengan seksama. Saat ini au berharap segera menemukan buku hitam itu. Disaat aku sibuk mencari buku itu, tanpa sengaja aku membuka laci. Terlihatlah panduan buku hitam yang ternyata tersimpan di laci.
"Akhirnya aku dapatkan buku ini." Ucapku dalam kesendirian. Segera kuambil buku ini lalu kubaca satu persatu petunjuk yang ada di dalamnya. Betapa terkejutnya aku saat di sana tertulis tentang kekuatan persekutuan iblis. Sontak aku pun terkejut sekali, mana mungkin ini bisa terjadi.
"Apakah aku harus bersekutu dengan iblis, agar aku mendapatkan kekuatan hitam." Gumamku saat membaca buku panduan kekuatan hitam. Kulanjutkan membuka lembar demi lembar yang terdapat di dalam buku panduan ini. Disini tertulis bahwa aku harus menggunakan tombak hitam yang ada disimpan di bawah ranjang tempat tidur ayahku. Aku pun segera pergi untuk mengambil tombak itu.
"Ini dia tombaknya.. Aku telah menemukannya." Ucapku dengan meraih tombak itu lalu aku kembali duduk di kursi yang tepat terletak di samping ranjang ayahku.
Aku pun mulai meragukan kemampuanku untuk bisa bersekutu dengan iblis. Bagaimana caranya, aku harus memanggil iblis itu? Sampai sekarang aku pun belum pernah mengetahui tentang kekuatan hitam. Dengan perasaan yang begitu berkecambuk dalam amarah, aku pun segera berlatih menggunakan tombak hitam ini.
"Harus aku buktikan jika aku bisa mengalahkan Suji." Ucapku dengan menggerakkan tombak hitam. Aku mulai berlatih mengumpulkan energi tenaga dalam untuk memperkuat pukulanku saat ini. Gerakan dari tubuhku sepertinya masih memiliki kekuatan yang hebat, jurus demi jurus telah aku asah agar aku bisa menghabisi Suji di pertempuran nanti.
Tiba-tiba mataku mulai kehilangan titik fokus pada pandangan. Ada asap gelap yang menyelimuti pandanganku sekarang. Terdengar suara gelak tawa yang begitu sangat menyebalkan.
Haha huahaaa hahaha.
Suara tawa sosok misterius.
__ADS_1
"Selamat datang, Keytaro. Kamu sekarang sedang mempergunakan senjata pemberian dariku. Kamu adalah keturunan ketiga yang saat ini berhasil membaca buku panduan hitam. Setelah berabad-abad, tidak ada satu orang pun penerus dari Kerajaan Keytaro yang ingin memiliki kekuatan hitam. Apakah kamu ingin bekerja sama denganku?" Tanya sosok itu kepadaku.
"Siapa kamu sebenarnya? beraninya kamu masuk ke dalam Kerajaan Keytaro." Tanyaku keheranan karena tidak mungkin ada orang asing yang berhasil masuk ke dalam kerajaan yang telah diperketat penjagaan.
"Apakah kamu lupa kamu telah membaca buku panduan hitam? Dengan otomatis Kamu memanggilku datang ke sini. Perkenalkan aku adalah iblis penguasa kekuatan hitam. Tempatku ada di Lembah Hitam, tempat pertarungan mu nanti. Jika kamu ingin bekerja sama denganku bergabunglah dengan kami!" Ucap Iblis itu kepadaku.
"Hah, apa kamu bilang? Bergabung dengan kalian? Siapa yang dimaksud kalian. Disini hanya ada aku dan kamu, akan tetapi tidak ada lagi orang yang bisa mendengarkan percakapan ini." Ucapku yang kebingungan.
"Tanpa kamu ketahui, putrri pertamamu memiliki perangai sama sepertimu. Dia adalah gadis yang sangat licik dan juga ambisius. Apapun dia lakukan agar meraih kemenangan. Sebelum kamu memanggilku. Putrimu sudah terlebih dahulu bersekutu denganku." Ucap Iblis itu yang membuatku marah.
"Sudahlah, Keytaro. Kamu butuh kekuatan hitam untuk mengalahkan Suji dan juga Kenzi. Mereka dilindungi oleh semesta, bahkan mereka didukung oleh para Dewa dan Dewi. Jurusmu tidak sebanding dengan kekuatan mereka, Dimana harga dirimu? Jika kamu kalah dalam pertarungan nanti, habislah riwayat mu." Ucap Iblis itu yang membuatku bimbang saat ini. Sesaat setelah Iblis itu berbicara, aku pun berpikir. Bagaimana caranya agar aku memenangkan pertandingan nanti. Sepertinya ini adalah solusi terakhir bagiku untuk mendapatkan sebuah kemenangan.
"Hai.. Iblis. Aku ingin bertanya kepadamu. Apakah keadaan putriku baik-baik saja?" Tanyaku kepada Iblis ini. Dengan menunjuk ke arah sosok Iblis itu.
"Tenang saja, anakmu dalam pengawasan ku. Dia telah kuberikan kekuatan. Sehingga dia bisa melawan putri keduamu." Ucap Iblis mengejutkan ku.
"Hah, apa? Apa kamu bilang? Kedua putriku akan bertarung di Lembah Hitam? Jadi, apa yang dikatakan oleh Suji dan juga Kezi itu benar adanya. Bagaimana mungkin anakku saling membunuh di Lembah Hitam." Ucapku dengan begitu terkejut.
__ADS_1
"Ini adalah takdir. Bahwa di dalam garis kehidupan, tidak semua yang kau inginkan mudah kau dapatkan. Jadi, bagaimana? Apakah kamu mau bekerja sama denganku wahai Keytaro? Mari kita buat persetujuan agar aku bisa mendapatkan imbalan dari sebuah pertarungan di Lembah Hitam." Ucap Iblis itu dengan begitu memuakkan.
"Wahai Iblis, sebenarnya apa yang kamu inginkan dari persekutuan ini? Mengapa kamu selalu hadir di tengah-tengah Kerajaan Keytaro, bahkan keturunanku pun kamu pengaruhi untuk bekerja sama dengan mu. Aku yakin kamu menginginkan sesuatu dari pertarungan ini. Kamu ingin memanfaatkanku, sedangkan yang sebenarnya ingin memanfaatkanmu adalah aku." Ucapku dengan perkasa.
"Haha, jangan terlalu sombong kamu. Aku pastikan kau akan kalah saat bertarung nanti jika kamu tidak bersekutu denganku." Sahut Iblis itu dengan membelalakkan matanya yang begitu merah. Aku pun berubah pikiran untuk bekerja sama dengan makhluk ini. Aku tidak ingin anak-anakku saling membunuh. Aku harus mencari cara lain, selain bersekutu dengan Iblis.
"Hai, Iblis.. Jangan besar kepala kamu. Kamu pikir dengan kamu mempengaruhiku, akan dengan mudah membuat perjanjian. Tidak bisa, itu tidak akan terjadi. Kamu melupakan diriku sangat cerdik dan tidak mungkin aku bisa dimanfaatkan oleh seorang Iblis yang derajatnya lebih rendah dari ku." Ucapku memperingati Iblis yang ada di hadapanku.
"Haha hahaha.. Kau memang sangat sombong Keytaro. Baikkah.. Jika kamu saat ini belum ingin bekerja sama denganku, aku tidak masalah. Silahkan panggil aku kembali, jika kamu berubah pikiran." Ucap Iblis itu.
Sesaat dia menghilang.
Wusss busttt bustt bustt.
Suara angin yang dihasilkan dari getaran kepergian seorang Iblis, sontak aku pun terdiam lalu aku merenung dengan harapan yang semakin menipis ini.
Untuk kali ini sangatlah dilema bagiku, disisi lain aku harus mempertahankan harga diriku akan tetapi aku harus menyelamatkan kedua putriku.
__ADS_1