SEDARAH PUSARA LEMBAH HITAM

SEDARAH PUSARA LEMBAH HITAM
Episode 31. Gurun Haisa


__ADS_3

Sepertinya akan terjadi pertarungan besar di Lembah Hitam. Ada beberapa yang harus kami lewati sebelum kami bisa memiliki kekuatan inti. Aku dan ayahku harus berlatih bersama Yuka karena pertempuran ini akan memiliki dua kubu. Aku coba berjalan menghampiri ayah seraya aku ingin mengajaknya untuk segera berlatihan.


"Ayah apakah ayah tahu? Betapa sulitnya nanti saat pertempuran di Lembah Hitam. Tidak mungkin kita akan menyepelekan pertarungan bersama Kaisar Keytaro. Sebaiknya kita bersama-sama berlatih akan lebih maksimal. Jika kita berada dalam satu kubu bersama Yuka, kita harus kompak dalam berlatih." Ucapku kepada ayahku saat ini.


"Apa yang kamu utarakan memanglah benar, akan tetapi ayah menunggu Dewa Bumi untuk memberikan pesan kepada kami saat ini." Ujar ayah dengan raut wajah harap-harap cemas.


"Jika memang seperti itu, Ayah. Mari kita tunggu Dewa Bumi. Mungkinkah Dewa Bumi akan dipihak kita?" Tanyaku kepada ayah saat ini.


"Kemarin ayah melihat bola kristal yang menyala, menurut leluhur yang dipercayai oleh Kerajaan Suji. Jika bola kristal ini memancarkan cahaya sebanyak dua kali, maka akan ada pesan dari dewa bumi. Sebaiknya kita bersabar menunggu sampai akhirnya kita tahu dimana tempat selanjutnya untuk kita dapat berlatih." Ucap ayahku seraya menenangkanku saat ini.


Aku pun terdiam lalu aku mulai mengerti apa yang dimaksud oleh ayahku. Semua ini butuh strategi, tidak mungkin kita hanya mengandalkan jurus yang kita miliki saat ini. Pastilah banyak cara yang dilakukan oleh Kaisar Keytaro agar memenangkan pertarungan nanti di Lembah Hitam. Seperti yang kita ketahui keadaan Kerajaan Keytaro sedang menghadapi kesulitan. Hal itu dapat membuatnya sangat berambisi untuk mendapatkan keuntungan dari pertarungan. Rasanya aku sudah tidak sabar ingin menebaskan samuraiku dan menghujamkannya di jantung Kaisar Keytaro, akan tetapi aku harus menunggu dengan kesabaran.


"Ayah... Guncangan apa ini?" Tiba-tiba Terasa seperti ada guncangan di dalam kerajaan ini.


"Ayah, apakah ada gempa hari ini?" Sambung tanyaku kepada ayahku.


Ayahku hanya tersenyum dan dia berkata,


"Putraku, ini bukanlah gempa. Ini adalah pertanda bahwa sebentar lagi Dewa Bumi akan hadir di tengah-tengah kita." Ucap ayahku yang membuatku sangat terkejut.


Tiba-tiba muncul lah cahaya yang begitu sangat indah, cahaya itu sangat menyilaukan. Perlahan cahaya itu mulai memudar, sehingga aku dapat bertemu dengan Dewa Bumi.

__ADS_1


"Hai, Suji. Bagaimana keadaanmu sekarang? Kamu harus memiliki kekuatan maksimal agar kamu memenangkan pertarungan nanti. Jangan lupakan satu pesanku, Pergunakanlah samurai emas untuk mengalahkan Keytaro. Berlatihlah dengan gigih agar kamu dapat memenangkan apa yang menjadi hakmu. Satu pesan untuk kalian berdua, pergilah kalian ke gurun Haisa. Disana adalah tempat untuk para Ksatria tempur, jangan lupakan gadis Kesatria Yuka yang saat ini sedang berlatih. Kalian berada dalam garis yang sama dalam memperjuangkan kebenaran. Maka takdir baik akan menghampiri kalian semua." Ucap Dewa Bumi saat ini.


"Salam hormat kami untuk Dewa Bumi. Terima kasih Dewa Bumi atas petuahmu saat ini. Kami akan segera laksanakan apa yang Dewa Bumi perintahkan saat ini. Semoga saja di pertarungan di Lembah Hitam. Kami dapat berusaha secara maksimal." Ucap ayahku kepada Dewa Bumi saat ini.


Tidak lama kemudian, berhembus angin yang sangat kencang.


Wuuuzzz huiiis bssstttt.


Bunyi angin yang sangat kencang saat ini. Mata kami terpejam menahan angin yang mengenai tubuh, kami berdua pun terjatuh dari singgasana. Saat kami menolehkan mata ke arah Dewa Bumi, ternyata Dewa Bumi sudah pergi saat ini.


" Ayah... Pergi kemana Dewa bumi? Ayah dimana itu gurun Haisa?" Ucap beberapa pertanyaan yang aku ucapkan, sebenarnya banyak sekali pertanyaan yang ingin aku tanyakan akan tetapi aku tidak ingin ayahku jengah dengan pertanyaan yang terus-menerus.


Rasa keingin tahuanku begitu sangat tinggi. Aku pun baru menyadari bahwa ada tempat yang bernama Gurun Haisa.


Aku pun mengangguk, seraya aku menyetujui ajakan dari ayahku.


"Ayah.. Bagaimanakah dengan kerajaan ini? Apakah keadaan akan baik-baik saja?" Tanyaku kepada ayah.


"Tenang saja, Kenzie. Kerajaan ini memiliki beberapa jajaran pengawal. Jae jun bisa ayah percayakan untuk menjaga Kerajaan Suji bersama Perdana Menteri. Tidak mungkin Keytaro kembali ke dalam kerajaan ini. Kerajaan ini telah diamankan oleh beberapa pengawalan yang sangat ketat. Kamu tidak usah khawatir Kenzi, tugas kita berdua saat ini adalah berlatih agar Keytaro dapat kita kalahkan.


"Hai, Jae Jun. Persediakanlah alat-alat untuk bertempur." Ucap dariku kepada pengawal pribadi.

__ADS_1


"Baik, pangeran. Akan aku siapkan semuanya." Sahut dari Jae Jun saat ini.


"Jae Jun jangan kamu lupakan pedang emasku yang berada di peti emas yang terletak di tempat persenjataan." Seru ayahku kepada Jae Jun saat ini.


"Baik, Kaisar. Aku akan siapkan segala kebutuhan paduka untuk bertempur. Begitu juga dengan perbekalan makanan dan minuman bahkan kendaraan yang akan kaisar dan pangeran tunggangi. Mohon ditunggu sebentar, saya akan segera kembali." Ucap dari Jae Jun yang saat ini langsung bergegas mempersiapkan apa yang kami butuhkan. Kami pun menunggu dengan sabar, hingga akhirnya Jae Jun telah datang kembali saat ini.


"Apakah semuanya sudah siap?" Tanyaku kepada pengawal pribadiku yang bernama Jae Jun.


"Sudah siap, pangeran. Silahkan pangeran menaiki kereta kuda yang telah disediakan olehku.. Peralatan untuk pertempuran nanti sudah juga aku siapkan. Didalamnya juga ada perbekalan untuk kaisar dan juga pangeran. Saya menyimpanya persis di sebelah persenjataan yang akan dipergunakan." Sahut Jae Jun.


"Terima kasih banyak, Jae Jun. Tidak salah aku memilih kau sebagai orang kepercayaanku. Jaga kerajaan Suji baik-baik, jangan sampai ada penyusup lagi yang masuk. Lakukan pengawalan dan pengamanan yang ketat, ingat jangan ada yang tahu jika aku dan ayahku sekarang sedang pergi berlatih. Ingat pesanku selalu Jae Jun." Ucapku kepada pengawal pribadiku.


"Siap, Pangeran Kenzi. Semua perintah dari pangeran sudah aku pahami. Silahkan pangeran dan juga kaisar segera menaiki kereta kuda, saya akan antar sampai naik ke kendaraan." Ucap dari Jae Jun saat ini. Akhirnya kami menaiki kereta kuda bersama satu pengawal dari Kerajaan Suji. Aku segera menjemput guru pelatih dan juga Yuka saat ini.


"Sesampainya aku di batas antara Gurun Haisa dan juga Gerbang Jumali. Aku pun bertemu dengan mereka hingga akhirnya mereka bersama-sama menaiki kereta yang kami tumpangi saat ini.


"Hai, Yuka. Bagaimana keadaanmu? Apakah pelatihanmu berjalan dengan lancar?" Tanyaku kepada Yuka.


"Salam hormat pangeran, saya bersyukur memiliki pelatih seperti guru dari Kerajaan Suji. Beberapa hal telah kami lewati dan aku berhasil dalam setiap misinya." Ucap Yuka dengan begitu tenang, tetapi aku melihat ada yang berbeda dari penampilannya. Aku memperhatikan Yuka dengan terpukau dari ujung kaki hingga ujung kepala. Sepertinya pakaian itu asing sekali bagiku. Aku belum pernah melihat sebelumnya.


"Wahai, guru. Pakaian apa yang dikenakan oleh Yuka?" Tanyaku kepada guru Kerajaan Suji.

__ADS_1


"Wahai, kaisar dan juga pangeran. Aku lupa memberi kabar baik kepada kalian. Yuka adalah gadis yang terpilih oleh semesta. Dia adalah ksatria murni yang telah mendapatkan haknya untuk mempergunakan pakaian ksatria " Ucap dari guru Kerajaan Suji." Ucap pelatih. Sontak aku pun terkejut, ternyata memang benar Yuka ini gadis yang sangat spesial. Dewa Bumi pun menyebut Yuka dengan sebutan kesatria.


" Yuka.. Aku benar-benar kagum kepada kamu. Jagalah baik-baik amanah dari semesta. Jadilah kesatria yang adil dan bijaksana. Sekarang akan pergi ke Gurun Haisa untuk melakukan pelatihan selanjutnya. Semangat!" Ucapku kepada Yuka dengan menepuk pundaknya.


__ADS_2