
Saat ini terbersit di pikiranku memikirkan tentang kisah di masa lalu, aku baru teringat tentang kejadian yang membuatku kecewa kepada Kerajaan Yamada.
Saat itu, hatiku rasanya hancur bahkan aku sama sekali tidak ingin mengingatnya. Akan tetapi setelah aku tersadar saat ini, kejadian Yuka sama seperti nasib anakku yang terbuang. Sampai detik ini aku belum mengetahui pasti di mana anakku berada? Mungkin, Tuhan menitipkan Yuka sebagai tebusan dosaku dimasa lampau. Aku telah berselingkuh dengan Kaisar Yamada, aku memiliki satu putri yang terbuang. Sampai detik ini, aku tidak tahu keberadaannya karena Kaisar Yamada telah lama meninggal dunia. Saat ku tatap wajah Keiko, rasanya wanita ini sangat mirip denganku. Aku tepis pikiran ini dan aku tidak ingin memperkeruh suasana hatiku.
"Keiko, bolehkah aku bertanya sesuatu kepadamu?" Tanyaku dengan mengusap rambutnya.
"Apa yang ingin Anda tanyakan?" Sahutnya kepadaku saat ini. Seketika aku-pun terdiam, rasanya aku ragu untuk mengucapkan hal ini kepadanya.
"Aku ingin tahu latar belakang wanita ini." Gumam batinku.
"Keiko.. Bolehkah aku tahu siapa nama ibu dan ayahmu?" Ucapku dengan memandang wajahnya. Entah mengapa aku merasa dia sangat mirip denganku. Jika memang benar Keiko anaku, ini seperti takdir yang terulang. Kelahiran Kenzi ke dunia, seolah menjadi garis takdir dengan Keiko yang bersedia meminjamkan rahimnya. Seorang gadis cantik yang lembut dan memiliki kesamaan dengan kisahku, akan tetapi Keiko memiliki kisah yang terbuang. Berbeda halnya dengan kisah Kerajaan Suji yang memiliki permaisuri jahat dengan memilih membuang anaknya yang bernama Yuka. Aku terhanyut dalam lamunanku, semakin dalam aku memikirkan. Semakin aku ingin menemukan putriku, tiba-tiba wanita cantik yang ada di depanku dia berkata.
"Aku memiliki ibu yang bernama, Yukitara. Kisah perjalananku begitu kelam, Selir Jisoo. Aku adalah seorang anak angkat yang ditemukan oleh ibuku di perbatasan Kerajaan Yamada." Sontak aku pun terkejut mendengarnya, bagaimana bisa gadis ini menjadi Selir di Kerajaan Suji.
"Jika kamu tidak keberatan, aku ingin bertanya lagi kepadamu. Bagaimana bisa kamu masuk ke dalam Kerajaan Suji? Apakah Yukitaro seorang selir?" Tanyaku dengan selidik untuk mencari informasi.
__ADS_1
"Sebenarnya, ibu angkatku bukanlah seorang selir akan tetapi ayah angkatku bertugas sebagai pengawal di Kerajaan Suji. Karena hal itulah dengan otomatis aku dapat memasuki kerajaan. Aku dijadikan selir disana, karena ayah dari Kaisar Suji iba dengan nasibku." Sontak aku pun terkejut dan ingin bertemu dengan wanita yang bernama, Yukitara.
"Dimana orang tuamu sekarang? Apakah mereka masih hidup?" Tanyaku kepada Keiko saat ini.
"Emh, tidak Selir Jisoo. Ibuku sudah lama meninggal,beliau memiliki penyakit yang sudah parah lalu tidak lama dari kematian ibuku ayahku juga jatuh sakit. Selang satu bulan, ayahku pun ikut meninggal dunia." Ucapnya dengan wajah murung. Aku pun terharu mendengar penuturannya lalu aku coba mengingat. Apakah ada petunjuk untuk mengetahui siapa Keiko sebenarnya? Aku terdiam seribu bahasa, aku mencoba mengingat kisah masa laluku bersama Kaisar Yamada.
Saat itu memang aku yang salah, aku terbujuk oleh rayuan Kaisar Yamada. Tapi, setelah aku hamil dan aku melahirkan. Aku hanya sempat menyusui anakku satu kali, hampir saja aku melupakannya. Anakku memiliki tanda di leher, tanda hitam setengah lingkaran itulah satu-satunya petunjuk yang dapat membuktikan tentang jati diri anakku.
"Selir Jisoo, Ada apa sebenarnya? Kenapa kamu sangat memikirkan tentang perjalanan hidupku?" Tanya Keiko dengan 1000 pertanyaan di benakku. Aku pun berusaha untuk menjelaskan, semoga saja dia dapat mengerti kejadian kisah hidupmu.
Huuufffh..
"Keiko, perjalan mu sama seperti kisah hidupku. Akan tetapi anakku yang terbuang, aku sempat memiliki anak dari hubunganku bersama Kaisar Yamada. Aku tidak mengetahui di mana anakku karena kelahiran putriku menjadi aib di kerajaan. Kaisar Yamada, membuang anakku saat aku tertidur lelap. Aku hanya memiliki satu petunjuk tentang jati diri anakku. Petunjuk itu adalah tanda hitam yang ada di lehernya." Ucapku kepada Keiko saat ini.
Sontak Keiko pun terkejut mendengar penuturanku, dia segera menghampiriku lalu menangis saat ini.
__ADS_1
"Kengapa kamu menangis?" Tanyaku dengan membelai rambutnya.
"Emmmh, mungkinkah.. Mungkinkah aku putrimu yang dibuang oleh ayahku sendiri? Aku memiliki tanda hitam di belakang leherku. Ibuku selalu berkata, tanda ini adalah petunjuk satu-satunya untuk mencari Ibu kandungku." Ucapnya dengan menangis.
Mataku membelalak saat ini. Aku sangat terkejut dengan ucapannya. Aku mencoba menenangkan diriku dan melihat kebenaran tanda itu.
"Keiko, izinkan aku melihat tandamu. Aku sangat mengenali persis, tanda yang dimiliki oleh putriku. Akhirnya dia pun menghampiriku lalu mengibaskan rambutnya. Aku hampiri dia lalu aku lihat tanda yang ada di belakang lehernya. Saat aku melihat tanda itu, betapa aku terkejut bahwa Keiko ialah putriku.
"Kamu adalah putriku. Putriku yang dibuang oleh Kaisar Yamada, tanda ini sangat persis sekali. Aku ingat dengan bentuknya, bentuk setengah lingkaran yang ada di belakang leher ini adalah satu-satunya bukti bahwa kamu anakku. Wajahmu terlihat sangat mirip denganku, kamu ialah putriku yang hilang." Ucapku dengan memeluk Keiko.
Keiko-pun menangis di dalam pelukanku saat ini.
"Ibu.. Mengapa aku memiliki nasib yang sama sepertimu? Apakah ini takdir ataukah karma atas segala yang terjadi di masa lampau?" Keiko Pun menangis dan sesekali aku menghusap air matanya.
"Tidak, putriku. Ini bukan salahmu, takdir yang membawamu untuk bertemu denganku akan tetapi aku bahagia memiliki putri sepertimu. Kamu melahirkan putra yang baik dan adil dalam memimpin kerajaan. Jika nanti setelah kepulangan Yuka bersama Kenzi putramu. Aku akan buka semua rahasia ini. Maafkan aku putriku." Ucapku kepada Keiko, dia pun mengangguk lalu kembali memelukku.
__ADS_1
Bugghh..
Pelukan kerinduan anak kepada ibunya.