SEDARAH PUSARA LEMBAH HITAM

SEDARAH PUSARA LEMBAH HITAM
Episode 6. Kaisar dan permaisuri


__ADS_3

POV . KAISAR


Terdengar kegaduhan saat ini, sepertinya misi yang dilakukan oleh putraku diketahui oleh ibunya. Entah mengapa sifat dari istriku tidak pernah berubah, terlebih putri mahkota satu-satunya yang aku miliki memiliki sifat yang sama seperti ibunya. Tidak habis pikir aku dibuatnya, misi baik yang dijalankan oleh putraku begitu ditentang keras oleh mereka. Aku tidak bisa tinggal diam, seumur hidupku aku hanya mengalah kepada istriku. Akan tetapi untuk kali ini tidak akan aku biarkan putraku terus ditekan oleh ibu dan kakaknya. Dahulu saat aku belum memiliki putra mahkota, sama sekali aku tidak pernah mengalah kepada istriku. Semua itu ku lakukan karena takhta kejayaanku pastilah akan terturun kepada putra mahkota.


Semenjak hadirnya Kenzi di tengah-tengah Kerajaan Suji, aku pun berubah. Aku lebih banyak mengalah kepada istriku karena menurutku Kenzi adalah hadiah yang paling berharga yang telah dilahirkan dari rahim istriku. Terdengar perdebatan begitu sengit antara Suzuka dan Kenzi, aku harus menghampiri mereka. Aku tidak ingin terjadi perpecahan di dalam Kerajaan Suji yang damai.


Perlahan tetapi pasti, aku berjalan menahan amarahku. Tepat di hadapanku, istriku sedang memarahi Kenji. Bagaimana bisa? putra kesayanganku dimaki-maki seperti ini.


"Kalian, berhenti semuanya. Apa yang kalian lakukan? Dengan seenaknya kalian memaki-maki putra mahkota. Dengarkan aku, selama ini Aku mengalah kepadamu tetapi bukan berarti aku takut. Kamu tahu dari sejak awal bahwa aku hanya ingin memiliki anak laki-laki di dalam kerajaan ini. Hanya ada satu penerus Kerajaan Suji yaitu Kenzi. Kenzi adalah putra mahkota satu - satunya yang aku miliki. Bagaimana mungkin aku akan diam saja saat melihat putra kesayanganku kalian desak untuk melakukan hal yang tidak baik?" Ucapku dengan penuh amarah kepada istri dan putriku.


"Ayah tetapi Kenzi bergaul dengan rakyat jelata, Ini benar-benar memalukan. Bagaimana bisa Kenzi lebih memilih gadis miskin itu dibandingkan putri dari Kerajaan Yamada?" Ucap putriku dengan begitu sinis menunjuk ke arah Kenzi.


"Hei, diam kamu Suzuka. Tahu apa kamu tentang kerajaan, selama ini tidak ada kontribusi dari putri mahkota untuk memajukan kemakmuran rakyat. Hanya Kenzi yang mewarisi sifatku." Ucapku dengan tegas saat ini kepada putriku.


"Maafkan Aku, ayah. tetapi aku..." Saat ini ucap dari putriku terhenti.


"Tetapi apalagi? Belum puas kamu terus mengekang putraku." Sahutku kepada putriku.


"Sudahlah, sudah jangan berkelahi gara-gara gadis miskin itu. Anggota kerajaan menjadi saling menyerang, tidak ada kedamaian di dalam kerajaan ini." Ucap istriku membela putriku.


"Semua itu terjadi karenamu, kamu memiliki sifat sombong dan arogan. Semua sifatmu diwariskan kepada Suzuka, Apa yang dilakukan Kenzi semua atas izin ku. Jadi kalian berdua tidak boleh melarang Kenzi untuk berbaur dengan rakyat jelata." Ucapku dengan penuh penekanan.


Akhirnya mereka semua terdiam lalu terdengarlah suara putraku.

__ADS_1


"Terima kasih, ayah. Engkau sangat mengerti apa yang aku inginkan, aku hanya ingin memajukan kemakmuran rakyat. Walaupun aku berbeda kasta dengan gadis itu, tetapi Yuka anak yang baik. Dia begitu giat dan rajin, bahkan menjadi tulang punggung keluarganya. di mana letak kesalahanku? misi sosialku hanya untuk menolong. Memang benar, aku tertarik kepadanya. Mungkin ini hal yang tabu didengar akan tetapi aku memiliki perasaan terhadapnya. Kepribadian ayah sama sepertiku, jiwa sosial yang begitu tinggi membuatku nyaman bersosialisasi dengan rakyat. Aku heran, mengapa ibu dan kakak selalu menganggap rakyat jelata itu menjijikan? sedangkan, tidak akan terbangun kerajaan tanpa adanya rakyat." Ucap putraku yang begitu bijaksana.


"Aku pun menghampiri putraku saat ini, kami berdiri berhadap-hadapan lalu aku menepuk pundaknya. Aku merangkulnya, sebagai bentuk rasa bangga kepada putraku.


"Kamu memang putraku, sudah sepantasnya kamu menjadi penerusku." ucapku memuji Kenzi.


Aku-pun meninggalkan istri dan putriku, saat aku tiba di ruangan singgasana. Aku mengajak putraku Kenzie untuk duduk di kursi tahtanya. Aku berikan satu mahkota yang aku miliki, Kenzi pun sudah pantas diberi hadiah. Mahkota ini aku wariskan kepada Kenzi putraku.


"Kemarilah, nak." Ucapku kepada putraku.


"Baik, ayah. Aku akan segera menghampirimu." Ucapnya dengan sopan seraya dia membungkuk menghormati aku sebagai ayahnya.


"Duduklah di kursi singgasana mu." Terlihat putraku berjalan lalu duduk tepat persis di sebelahku.


"Ini adalah mahkota Kerajaan Suji. Aku wariskan kepadamu, dan jaga baik-baik. Jika suatu saat nanti aku telah tutup usia, kamu akan menjadi kaisar penggantiku. Jadilah pemimpin yang bijaksana, teruslah berbuat baik. Lakukanlah misimu agar kerajaan kami memiliki kekuatan. Kerajaan yang kuat dan tidak bisa dihancurkan oleh kerajaan mana pun." Ucapku dengan menyematkan mahkota di kepala Kenzi.


Hari ini begitu menenangkan bagiku, tidak terasa putra kecilku telah menjadi dewasa. Sudah sepantasnya dia melakukan apa yang dia kehendaki, aku akan selalu mendukungnya. Selagi Kenzi ada di batas kebaikan, terlihat Kenzie begitu mirip denganku. Rasanya seperti aku becermin mengingat masa lampau saat aku seusianya.


"Tetaplah menjadi putra mahkota yang baik, nak." Ucapku dengan penuh kehangatan saat ini.


Kenzi-pun tersenyum, dia merangkul tubuh rentaku.


"Aku bangga kepadamu, putraku." Ucapku kepada Kenzi.

__ADS_1


Dari arah gerbang terlihat Jae Jun menghampiri kami.


"Paduka, mohon izin untuk memberi informasi." Ucap Jae Jun sembari membungkuk.


"Ada apa Jae?" Tanya aku kepada ajudan pengawal putraku.


"Paduka,ada tamu dari Kerajaan Keytaro." Ucap Jae jun mengejutkanku.


"Mau apa mereka datang ke sini?" Ucapku dengan marah, masih terasa sakit hati ini saat kerajaan Ketaro menolak membatu Kerajaan Suji saat masa krisis.


"Menurut Kaisar Keytaro, beliau ingin kerja sama dibidang pertanian. Keadaan air di Kerajaan Keytaro sedang krisis, mungkin mereka membutuhkan sumber mata air untuk di alirkan ke sana." Ujar Jae Jun menjelaskan.


Terdengar suara gagah putraku yang mulai menyahuti ucapan Jae Jun.


"Suruh mereka tunggu, di ruang kerja sama kerajaan." Ucap putraku saat ini.


"Baik, pangeran." Jae Jun berlalu pergi.


aku-pun terkejut atas ucapan putraku, bagaimana bisa dia memutuskan sesuatu sendiri.


"Ayah, ayah pasti heran atas keputusanku. Mungkin benar Kerajaan Keytaro berlaku jahat pada Kerajaan Suji. Akan tetapi sumber air pasti dibutukan untuk kehidupan rakyat. Ada baiknya kita menolong sesama manusia, akan tetapi ini tidak cuma-cuma. Kita minta imbalan upeti yang banyak, sebagai bentuk pelajaran untuk Kerajaan Keytaro." Ucap putraku dengan cerdas.


Ha ha ha ha

__ADS_1


Tawaku lepas terbahak - bahak. Aku lega memiliki putra mahkota yang cerdas, ini adalah langkah strategis yang tepat untuk mendapat keuntungan bagi Kerajaan Suji.


"Putraku memang cerdas, baiklah Kenzi. Mari kita temui mereka." Ucapku dengan bersemangat.


__ADS_2