SEDARAH PUSARA LEMBAH HITAM

SEDARAH PUSARA LEMBAH HITAM
Episode 38. Tipuan Siluman Black Eye


__ADS_3

Malam ini keadaan semakin mencekam, terlebih adanya teror dari Siluman Black Eye. Aku tidak bisa tidur dengan pulas, karena bisa saja siluman itu menyerang aku secara tiba-tiba. Aku berjalan ke arah jendela, aku coba melihat keadaan sekitar. Keadaan malam ini begitu sangat sunyi, keanehan pun mulai terjadi.


"Pangeran Kenzi, ada asap hitam menyelimuti gubuk ini." Ucapku kepada Pangeran Kenzi saat ini.


"Apa kamu bilang? Asap hitam?" Ucap Pangeran Kenzi dengan wajah seperti orang bingung.


Guru-pun menghampiriku saat ini, lalu dia mencoba memeriksa apa yang terjadi di luar. Kabut begitu tebal, asap hitam ini seolah pertanda dari serangan Siluman Black Eye.


"Sebaiknya kita semua waspada karena bisa saja dia menyerang di saat kita tertidur pulas." Ucap dari Guru Kerajaan Suji.


Raut wajah dengan kekhawatiran tinggi terpancar dari Kaisar Suji saat ini.


"Mungkinkah siluman itu akan menyerangku?" Ucapnya dengan memegangi, tongkat yang dia genggam erat.


"Sepertinya, siluman itu ingin menyerang kami semua. Tujuannya bukan hanya Kaisar Suji akan tetapi bisa jadi aku pun menjadi korban kebinasaannya." Ucap dari guru kerajaan.

__ADS_1


"Lalu apa yang harus kita lakukan saat ini?" Ucap Kaisar Suji seolah dia sangat mengkhawatirkan serangan yang akan dilakukan oleh Siluman Black Eye.


Aku pun terduduk saat ini, memikirkan tentang mimpi saat aku berada di Bukit Hijau.


"Wahai, guru. Sepertinya kejadian ini pernah dialamiku di dalam mimpi. Apakah ini yang dimaksudkan dengan Dejavu?" Ucapku kepada guru.


"Seorang kesatria pastilah akan memimpikan peristiwa yang akan terjadi, mungkin alam bawah sadarmu telah memberikan informasi tentang hal ini sebelumnya. Aku pun terdiam seraya berpikir dengan keras.


Tiba-tiba, terdengarlah suara wanita yang saat ini memanggil Kaisar Suji.


"Kaisar Suji... Kemarilah! Temui aku di luar." Suara wanita yang saat ini memanggil Kaisar Suji.


"Kaisar Suji..." Sambung teriaknya.


Dia pun membuka pintu lalu dia berjalan, seolah tidak ada yang dikhawatirkan. Aku berteriak saat ini, seraya memanggilnya agar dia segera kembali.

__ADS_1


"Kaisar Suji.. Kembalilah ke gubuk, disana berbahaya." Teriak aku kepada Kaisar Suji saat ini.


Apapun yang aku ucapkan, sepertinya Kaisar Suji tidak menggubrisnya. Dia pun tetap berjalan seraya menghampiri asap gelap yang berasal dari pohon besar.


"Guru.. Bagaimana ini? Ayah pergi kesana, mari kita susul." Ucapku kepada Pangeran Kenzi seraya aku mengkhawatirkan keadaan Kaisar Suji.


"Benar.. Ayo kita susul Kaisar Suji." Sahut guru yang saat ini mengkhawatirkan keadaan Kaisar Suji.


Akhirnya kami semua membawa alat tempur untuk menjaga diri kami dari serangan siluman berbahaya itu.


Tiba disaat kami keluar dari gubuk, ternyata Kaisar Suji sudah tidak ada di sini. Kami pun semua berinisiatif untuk mencarinya, akan tetapi pencarian kami tidak boleh secara berpencar.


"Sepertinya Kaisar Suji telah dikelabuhi oleh sesosok Siluman. Suaranya bisa membuat Kaisar Suji terhipnotis." Ucap guru yang semakin membuat aku semakin tidak menentu.


"Ayolah... Lekas cari ayahku saat ini, jangan terlalu banyak berbicara." Ucap Pangeran Kenzi yang benar-benar mengkhawatirkan keadaan ayahnya. Kami pun segera berjalan menyusuri hutan, dengan bermodalkan center yang saat ini kami genggam masing-masing.

__ADS_1


Kami telusuri hutan lebat ini. Ini adalah perbatasan antara Gurun dan Hutan, sungguh benar-benar telah melampaui batas. Setiap semak-semak kami telisik satu persatu, akan tetapi belum juga terlihat Kaisar SuJi ada di sekitar sini.


"Kaisar Suji.. Dimana Anda?" Teriak aku seraya memanggil Kaisar Suji dengan penuh kekhawatiran.


__ADS_2