SEDARAH PUSARA LEMBAH HITAM

SEDARAH PUSARA LEMBAH HITAM
Episode 49. Pertemuan.


__ADS_3

Tiba di mana aku sampai di desa sebelah, suasana begitu damai dan juga asri. Terlihat ada satu rumah sederhana, yang di dalamnya terdapat orang yang aku sayangi. Kami semua menuruni kereta kencana lalu kami berjalan menuju ke dalam rumah sederhana itu.


"Selamat berbahagia, Yuka. Pastilah Nenek Jisoo, sangat merindukanmu." Ucap Jae Jun dengan tersenyum kepadaku. Langkahku pun terhenti lalu aku menoleh ke arahnya.


"Terima kasih, Jae Jun. Aku memang benar-benar sangat merindukan, Nenek Jisoo. Semoga saja kedatanganku dapat membuat nenek tersenyum dengan lebar." Ucapku kepada ajudan pribadi Pangeran Kenzi saat ini.


Pangeran Kenzi-pun meraih tanganku lalu dia menggenggam dengan erat, seraya dia menunjukkan rasa kepeduliannya kepadaku. Kami berjalan bersama menuju ke salah satu rumah yang ditempati oleh Nenek Jisoo.


"Nenek.. Aku datang!" Ucapku dengan berlari, aku segera masuk ke dalam rumah yang ditempati oleh nenek. Tiba-tiba, terlihat ada sosok wanita cantik yang sedang duduk bersama nenek.


"Yuka.. Cucuku. Kamu sudah pulang? Syukurlah, Yuka. Kamu sudah selesai dalam misi pelatihan." Ucap Nenek Jisoo dengan mata berkaca-kaca.


Wanita itu-pun tersenyum lalu dia mengelus kepalaku. Tiba-tiba, saat Kenzi datang dan juga menghampiri Nenek Jisoo. Aku terkejut melihat reaksi wanita cantik yang saat ini duduk di sebelah nenek. Wanita itu meniti'kan air mata, Seraya dia menyimpan keharuan yang begitu dalam.


Selir Keiko, menatap paras Pangeran Kenzi.


"Nyonya.. Mengapa kamu menangis?" Tanyaku kepada wanita cantik ini dia pun sesekali mengusap air matanya lalu dia menghampiri ke arah pangeran. Saat ini aku-pun terkejut, saat dia mengucapkan sesuatu hal yang membuatku terpaku menatapnya.

__ADS_1


"Putraku, Kenzi..." Ucap wanita cantik itu lalu dia pun memeluk Kenzi saat ini.


"Mohon maaf, kamu siapa? Mengapa kamu memanggilku dengan sebutan Putra? Apakah aku mirip dengan putramu?" Tanya dari seorang Pangeran Kenzi.


Wanita itu langsung menatap Pangeran Kenzi saat ini, bibirnya bergetar lalu dia mengatakan sesuatu yang membuat kami semua terpaku.


"Kenzi.. Aku adalah ibumu. Wanita yang kamu cari-cari selama ini aku adalah dia. Dia adalah Seelir Keiko. Wanita yang melahirkanmu lalu dibuang oleh permaisuri Yiza." Ucap wanita paruh baya itu dengan mengejutkan mataku membelalak. Mulutku menganga Serayu aku terkejut mendengar penuturannya.


"Hah, kamu ibuku? Bu, aku merindukanmu. Ternyata aku masih memiliki kesempatan untuk bertemu denganmu." Ucapa Kenzi dengan meraih tangan Selir Keiko. Pangeran Kenzi-pun mencium tangan ibunya lalu segera merangkul dengan penuh kehangatan.


"Duduklah kalian semua! Mari kita bicarakan bersama-sama. Ada beberapa hal yang ingin aku sampaikan kepada kalian semua. Jae Jun, bergabunglah bersama kami." Seru nenek kepada kami semua seraya dia meminta Jae Jun untuk bergabung duduk di ruang tamu.


"Duduklah sebentar.. Tarik nafas dalam-dalam, buat dirimu tenang. Aku akan menceritakan semuanya satu persatu." Ucap nenek dengan menatap mata Pangeran Kenzi.


Akhirnya kami-pun duduk bersama di ruangan ini, kami memberi kesempatan kepada nenek untuk menjelaskan semuanya...


"Yuka.. Walaupun kamu bukan cucu kandungku, akan tetapi percayalah. Rasa sayangku, begitu amat sangat besar kepadamu. Aku menyayangimu, sama seperti aku mencintai cucu kandungku." Ucap dari Nenek Jisoo dengan menarik nafas perlahan lalu menghembuskannya secara kasar seraya dia memikul beban untuk menjelaskan tentang rahasia berikutnya.

__ADS_1


Aku-pun mengangguk, lalu merangkul nenek saat ini.


Tidak lama kemudian, dia-pun melanjutkan pembicaraannya lagi. Sekarang, ucapannya tertuju kepada Pangeran Kenzi.


"Wahai Pangeran Kenzi.. Aku tahu persis betapa kamu kecewa kepada Permaisuri Yiza. Dia telah memisahkan mu dengan ibumu. Tapi satu hal yang kamu harus ketahui, ibumu sama sekali tidak bersalah. Dia sama sekali tidak tahu menau tentang rencana jahat dari Permaisuri Yiza. Dia dibuang di tepian sungai dengan keaadaan lemah setelah melahirkan kamu. Tapi, takdir baik masih menyelimuti hidupnya, semesta mengijinkan kalian untuk bertemu saat ini. Seperti kita ketahui, banyak terjadi benang merah di dalam Kerajaan Suji, akan tetapi hal ini-pun berlaku di dalam Kerajaan Yamada. Dengan berat hati aku harus ceritakan kisah masalalu kelam ku.


Keiko dan Yiza adalah saudara satu ayah, tetapi beda ibu. Seperti kita ketahui, kejadian atas kelahiranmu seperti reinkarnasi atas kehidupanku. Keiko yang saat ini duduk di sebelahku.. Adalah putri kandungku yang dibuang oleh Kaisar Yamada. Kejadian terulang seperti sebuah karma yang sudah direncanakan oleh semesta. Semesta telah mengariskan takdir atas kejadian ini. Aku ingin memberitahukan kepadamu, bahwa kamu adalah cucu kandungku." Ucap Nenek Jisoo dengan menitikan air mata saat ini.


"Apaaaa??? Jadi, Pangeran Kenzi adalah cucu dari nenek Jisoo dan selir Keiko adalah Putri nenek Jisoo yang dibuang oleh kaisar Yamada? Ini sungguh mengejutkan.." Ucapku sontak memnbuat ku sangat terkejut, dengan adanya penuturan nenek kepada kami. Pangeran Kenzi-pun tersenyum lalu dia berkata,


"Hmm, apapun keadaannya. Aku hanya bisa bersyukur, karena saat ini aku masih bisa bertemu dengan ibu dan nenekku. Walaupun selama bertahun-tahun kami terpisah, aku berbangga hati memiliki Ibu dan nenek yang baik hati. Terima kasih nenek.. Engkau telah menjaga dan merawat gadis yang aku cintai karena berkatmu Yuka bisa menjadi gadis yang sangat tulus. Saat ini, dia memiliki gelar sebagai Kesatria murni dan akan bertempur melawan kejahatan. Walaupun, Yuka harus bertarung dengan kakak kandungnya sendiri." Ucap Pangeran Kenzi dengan menggenggam tanganku lalu menatap wajah Nenek Jisso.


Terlihat nenek Jisoo-pun tersenyum, seraya dia berbangga hati memiliki cucu seperti Pangeran Kenzi.


"Nek, sekarang nenek telah bertemu dengan putri dan cucu nenek. Apakah nenek akan terus menyayangiku?" Tanyaku kepada nenek dengan mata yang membulat, nenek-pun mengelus parasku lalu dia berkata seraya dia meyakinkanku saat ini.


"Apapun kejadian yang terjadi di masa lampau, tidak akan mempengaruhi kasih sayangku kepadamu, Yuka. Selama ini sosokmu mengisi kerinduanku atas putriku yang hilang. Saat ini kita semua telah berkumpul bersama. Disini kami semua adalah keluarga. Tapi, ada satu pesan untuk mu Jae Jun. Apapun yang terjadi nanti di dalam kerajaan, jangan pernah kamu ceritakan tentang keberadaan Keiko selain kepada Kaisar Suji." Ucap nenek, seraya memperingatkan kepada pengawal pribadi Pangeran Kenzi saat ini.

__ADS_1


"Baik, Nenek Jisoo. Aku mengerti sekarang, aku akan menjaga rahasia ini rapat-rapat. Hingga saat pertarungan itu digelar." Ucap dari Jae jun dengan dia menganggukkan kepala lalu membukukann tubuhnya seraya dia mengerti atas perkataan dari Nenek Jisso.


"Baiklah, rasa sedih sudah terhapuskan. Marilah, kita menyambut kebahagiaan dan kemenangan. Persiapkan dalam diri kalian untuk menghadapi pertempuran nanti di Lembah Hitam." Ucap Nenek Jisoo dengan menepuk pundak Pangeran Kenzi dan juga pundaku saat ini.


__ADS_2